Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Menyusui Tetap Aman Meski Ibu Positif COVID-19, Ini Panduannya!

FEEDING  |  HEALTH TIPS  |  MY STORY  |  05 Aug '21


Seseorang yang positif COVID-19 diharuskan memisahkan diri dari orang lain termasuk keluarga. Jika pasien positif COVID tersebut menunjukkan gejala yang tidak parah, isolasi mandiri (isoman) bisa dilakukan di rumah. Pasien tersebut tidak boleh kontak secara langsung dengan keluarga serumah untuk meminimalkan penyebaran virus Corona.

Namun, bagaimana jika Ibu menyusui positif COVID? Busui memiliki kewajiban utama memberikan ASI kepada si Kecil. Pemberian ASI ini sebaiknya juga secara langsung karena lebih besar manfaatnya. Ibu menyusui yang positif COVID tanpa gejala tetap masih dapat melakukan direct breastfeeding sesuai anjuran World Health Organization (WHO). Asalkan, si Ibu paham betul saat menyusui harus sesuai protokol kesehatan.

Dokter Spesialis Anak, dr. Ni Made Chandra Mayasari, M. Biomed, SpA, sebagaimana dilansir Detikcom, memastikan bahwa COVID-19 tidak menular lewat ASI. Karena virus Corona menular melalui droplet atau percikan air liur, potensi penularan COVID-19 pada si Kecil dari busui bukan melalui cairan ASI melainkan lewat interaksi tatap muka intensif saat menyusui. Terlebih lagi, potensi penularan lebih besar saat busui menyusui sambil berbicara atau menyanyi. Padahal, interaksi verbal dengan si Kecil penting agar dia juga terstimulasi untuk tumbuh kembangnya.

Lebih lanjut, ASI bahkan bisa menjadi salah satu sumber pencegahan virus Corona. Ketika Moms positif COVID-19 tetapi masih dapat memberikan ASI, ASI yang Moms produksi justru mengandung antibodi yang merupakan salah satu komponen kekebalan tubuh. Di dalam tubuh busui yang positif COVID-19, sebenarnya selain kuman justru memproduksi antibodi. Biasanya, ASI justru bisa saja mengandung antibodi terhadap virus Corona. Jadi, meski dalam posisi terinfeksi COVID-19, ASI masih boleh diberikan. Temuan ini juga menjadi dasar mengapa rekomendasi terbaru memperbolehkan ibu menyusui untuk mendapatkan vaksin COVID-19.

Untuk itulah, Moms perlu menerapkan protokol kesehatan (prokes) untuk meminimalkan penularan. Yuk, Moms, simak persiapan sebelum dan setelah menyusui si Kecil sebagaimana diutarakan oleh dr. Lucia saat mengisi program Pintar Bareng Babyo berikut ini:

Sebelum menyusui si Kecil, Moms yang terinfeksi COVID-19 tanpa gejala harus:

1. membasuh terlebih dahulu area kedua payudara sampai bersih dengan menggunakan air mengalir,

2. mencuci tangan dengan menggunakan air mengalir dan sabun sesuai langkah-langkah mencuci tangan yang tepat,

3. menggunakan 2 masker yaitu masker medis di bagian dalam dan masker kain atau masker sesuai dengan anjuran petugas kesehatan di bagian luar,

4. memastikan si kecil menyusui dengan baik dan benar

Setelah proses menyusui si Kecil selesai, Moms yang terinfeksi COVID-19 tanpa gejala harus:

1. mencuci tangan dengan menggunakan air mengalir dan sabun sesuai langkah-langkah mencuci tangan yang tepat,

2. membasuh lagi area kedua payudara sampai bersih dengan menggunakan air mengalir,

3. mengganti 2 masker yang digunakan dengan 2 masker lain yang baru

Jika Moms tidak mampu breastfeeding, Moms boleh meminta bantuan anggota keluarga lainnya untuk memberikan ASIP. Pastikan anggota keluarga yang membantu juga melaksanakan prokes yang berlaku seperti menggunakan masker medis dan masker kain, mencuci tangan sampai bersih, dan menggunakan sarung tangan ketika kontak dengan si Kecil.

Lakukan pemerahan ASI secara prokes yaitu pakai masker, cuci tangan, cuci area kedua payudara, serta lakukan sterilisasi yang baik pada pompa ASI serta perlengkapan menyusui. Pastikan prosedur kesehatan tetap dijalankan sampai pada akhirnya ASIP dapat diberikan ke si Kecil.

Jangan lupa untuk meningkatkan daya tahan tubuh Moms agar proses penyembuhan COVID-19 cepat dan optimal. Terapkan pola hidup sehat seperti mengonsumsi makanan bergizi, berolahraga teratur, dan minum suplemen vitamin. Selektiflah mengonsumsi vitamin untuk Ibu menyusui positif COVID yaitu yang direkomendasikan oleh dokter.

Selain fakta bahwa Ibu menyusui positif COVID boleh menyusui asalkan menerapkan prokes yang benar, busui juga harus terus menerapkan prokes ini setiap saat terutama ketika mengasuh si Kecil.

Prokes yang harus dijalankan busui yang positif COVID-19

1. mencuci tangan sesering mungkin dengan menggunakan sabun dan air mengalir atau alkohol apabila tidak tersedia sabun dan air mengalir, khususnya sebelum dan setelah menyentuh bayi,

2. menggunakan masker bedah dan mengganti masker saat masker sudah kotor atau terasa lembab, tidak melakukan reuse masker bedah dan tidak memegang bagian luar masker ketika sedang dipakai, serta menerapkan cara melepas masker dengan benar,

3. menerapkan etika batuk atau bersin dengan tepat, yaitu dengan menggunakan tisu atau lengan bagian dalam,

4. membersihkan permukaan yang sering disentuh dengan menggunakan desinfektan secara rutin,

5. mencuci alat-alat yang digunakan setelah melakukan pumping beserta cup feeder atau dot bayi, lalu merendam perlengkapan pumping tersebut dalam air panas selama 10-15 menit,

6. melakukan desinfeksi botol ASIP setelah disimpan, memastikan bahwa perlengkapan ASIP tetap steril saat digunakan

Moms yang positif COVID-19 juga harus tetap menjaga agar mood tetap bagus dengan selalu berpikir positif. Ketika harus melakukan fase relaktasi, Moms diharapkan selalu sabar dan tekun. Pastikan keluarga dan orang-orang yang dekat dengan Moms selalu menciptakan lingkungan yang nyaman dan dukungan mental. Moms bisa bergabung dalam support group ibu menyusui sehingga Moms merasa tidak sendiri dalam berjuang untuk sembuh dari COVID sembari tetap menyusui si Kecil.

Perihal vaksinasi COVID-19 untuk ibu menyusui

Sesuai anjuran Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) terbaru, ibu menyusui diperbolehkan untuk melakukan vaksinasi COVID-19. Vaksin yang diberikan merupakan vaksin yang dimatikan. Diharapkan, vaksinasi COVID-19 dapat memberikan kekebalan tubuh/antibodi sehingga ibu menyusui dapat terhindar dari COVID-19. Atau, jika terinfeksi virus Corona, tidak menimbulkan keparahan yang sangat. Karena kondisi sedang pandemi dan COVID-19 merupakan ongoing disease, vaksinasi merupakan salah satu langkah Ikhtiar yang dapat dilakukan untuk mencegah keparahan infeksi COVID-19 pada ibu menyusui.

Bagaimana dengan si Kecil yang ibunya terkonfirmasi COVID-19?

Jika Ibu menyusui terkonfirmasi terinfeksi COVID-19, si Kecil harus dilakukan tes swap PCR. Langkah ini dilakukan untuk menentukan status si Kecil apakah negatif atau positif terkena virus Corona meski tidak ada gejala. Bisa saja, si Kecil tampak sehat tetapi masih dapat menularkan gejala karena sudah terinfeksi. Penanganannya pun juga berbeda dengan si Kecil yang hasil tesnya negatif. Jadi, jangan tunda-tunda untuk segera membawa si Kecil melakukan tes swap PCR, ya, Moms!

Selain tentang ibu menyusui positif COVID-19 yang masih bisa terus menyusui, ibu hamil yang positif COVID juga perlu mendapatkan penanganan khusus.

Apa yang harus dilakukan ibu hamil yang terinfeksi COVID-19?

Apabila saat persalinan sang ibu masih terinfeksi COVID-19, maka bayi harus dites PCR untuk menentukan status COVID-19 pada bayi baru lahir tersebut. Pada ibu hamil positif COVID tanpa gejala, sang ibu tidak memerlukan pengobatan khusus. Yang terpenting adalah Moms tetap harus menjalani prokes yaitu rutin mencuci tangan, mengenakan masker ketika berpapasan atau kontak dengan orang lain, menjaga jarak, dan melakukan isoman.

Selama isoman, Moms harus mengecek kondisi diri sendiri. Jika ada gejala yang menunjukkan perburukan seperti dehidrasi karena kehilangan nafsu makan, lemas, hingga sesak napas, Moms harus segera meminta pertolongan medis.

Bagaimana dengan kunjungan antenatal saat pandemi COVID-19?

Seorang ibu hamil perlu rutin memeriksakan kandungannya ke dokter. Di era sebelum pandemi, kunjungan langsung sangat dianjurkan karena dokter bisa mengecek kondisi kandungan secara lebih akurat dengan menggunakan alat-alat kedokteran baik itu di klinik maupun rumah sakit.

Lantas, bagaimana prosedur pemeriksaan kehamilan di masa pandemi? Kita tahu bahwa ketika pandemi semua orang disarankan tidak keluar rumah jika tidak perlu. Begitu juga dengan kunjungan antenatal ibu hamil. Moms diminta menunda kunjungan yang bersifat elektif atau tidak urgensi. Pemeriksaaan ultrasonografi (USG) obstetri disarankan dilakukan pada usia kehamilan 12 minggu dan 32 minggu. Lalu pada wanita hamil yang menderita penyakit hipertensi, diabetes, dan lainnya yang dapat memengaruhi pertumbuhan janin disarankan untuk melakukan USG tambahan saat usia kehamilan 20-22 minggu dan 36 minggu. Di sisi lain, ibu hamil yang mengalami gejala yang mengindikasikan kondisi darurat pada wanita hamil, misalnya perdarahan vagina, kontraksi atau nyeri perut hebat, berkurangnya gerakan janin, pecah ketuban, penglihatan kabur, muntah hebat, dan kejang diprioritaskan untuk datang ke fasilitas kesehatan.

Kunjungan antenatal, termasuk pemeriksaan USG, pada ibu hamil positif COVID-19 disarankan dilakukan 14 hari setelah periode penyakit akut COVID-19 terlewati. Dokter dapat menyarankan untuk mempercepat kunjungan apabila Moms dinyatakan sudah sembuh.

Sebelum melakukan kunjungan antenatal, Moms diminta membuat perjanjian melalui telepon, online, atau menurut jadwal yang sudah ditetapkan dokter. Moms dan pengantar juga harus mematuhi prokes. Sebaiknya Moms juga tidak membawa lebih dari 1 pengantar dan pengantar tersebut tidak berada di dalam ruang pemeriksaan kecuali benar-benar dibutuhkan.

Manfaatkan telemedicine dan pelayanan antenatal home-based untuk berkonsultasi dengan dokter kandungan Moms.

Bagaimana menentukan status COVID-19 pada bayi baru lahir dengan ibu terinfeksi COVID-19?

Bayi baru lahir dengan ibu masih terinfeksi COVID-19 saat persalinan perlu swap PCR. Pemeriksaan tersebut dilakukan sejak usia bayi 0-24 jam. Kemudian, bayi diperiksa lagi sampai PCR menunjukkan hasil negatif 2 kali baru bisa dikatakan tidak terinfeksi COVID-19.

Untuk para Moms positif COVID-19 yang sedang hamil dan menyusui, mari tetap semangat menjalankan prokes agar segera sembuh dan dapat beraktivitas kembali seperti semula. Memang, rasa takut yang melanda itu wajar terutama karena yang kita hadapi adalah virus yang tak kasat mata. Akan tetapi, jangan sampai hal ini membuat Moms tenggelam dalam ketakutan. Follow Instagram Babyologist dan YouTube Babyologist untuk selalu update berita terkini seputar COVID-19 dan informasi ibu dan bayi lainnya.

Referensi: Alo Medika 1, Alo Medika 2, Detik Health, RS Kariadi

Tag populer: bagaimana jika Ibu menyusui positif COVID, Ibu menyusui yang positif COVID tanpa gejala, vitamin untuk Ibu menyusui positif COVID, Ibu menyusui positif COVID boleh menyusui, ibu hamil positif COVID tanpa gejala

Yuk download aplikasi Babyo di Android & iOS dan bergabung dengan ribuan Moms lainnya untuk saling berbagi cerita dan mendapatkan rewards! You really don't want to miss out!

2905 Babyologist Indonesia

Comments

LATEST POSTS

Tips Agar Ibu Menyusui Sembuh dari Demam

Sebagai new Mom, sudah pasti saya masih belum terbiasa dan masih kaget dengan rutinitas baru mengurus bayi.

Bolehkah Menyusui si Kecil saat Ibu sedang Sakit?

Ketika sedang sakit Moms bisa tetap menyusui si Kecil dengan beberapa catatan berikut ini

5 Pertolongan Pertama Pada Mastitis

Saat sedang menyusui, payudara rentan terkena mastitis. Kalau sudah terserang mastitis, aduh rasanya sakit sekali Moms

Vitamin untuk Ibu MengASIhi

Menjadi exclusive pumping Moms pasti bukan hanya mengorbankan waktu dan tenaga, tapi gizi dari tubuh kita juga.

Operasi 3 Gigi Bungsu Saat Masih Menyusui

Ketika umur Dode 7 bulan, saya sering mengeluh sakit gigi sebelah kiri. Sakit sampai pusing dan sakit telinga.

I Like Coffee, Do You Like Coffee?

Bolehkah Ibu menyusui mengonsumsi kopi? Yuk simak cerita Mom Fenni berikut ini.

Mengatasi Mastitis Tanpa Lactation Massager

Sekarang baby F sudah 7 bulan lebih, tapi dari melahirkan sampai sekarang payudaraku masih sering bengkak.

Kiat-kiat Tetap Menyusui Selama Terkena Mastitis

Meskipun Moms sedang menderita mastitis, adalah hal yang aman untuk tetap menyusui si Kecil.

Pengalaman Mengatasi Payudara Keras dan Membatu

Dari awal saya sudah memutuskan untuk menjadi mama eping. Tapi RS tempat saya melahirkan sangat pro DBF.

Haid Tidak Lancar Selama Menyusui, Normalkah?

Setelah melahirkan, 3 bulan kemudian siklus haid saya kembali normal seperti sebelum saya hamil.

Metode Amenorhea Laktasi, KB Alami untuk Ibu ASI Eksklusif

Siapa disini yang sudah merencanakan untuk melakukan KB? Berikut ini tips KB alami setelah melahirkan

Yuk Cari Tahu Penyebab Mastitis dan Pencegahannya!

Awalnya saat baby berumur sebulanan pernah dikasih tau temen, jangan sampe kena mastitis karena sakit banget rasanya nyeri

Booster ASI ala Mom Noviana

Sebagai ibu yang memberikan ASI Eksklusif, bukan berarti tidak mengalami up and down produksi ASI lho Moms.

Perbedaan Bendungan ASI, Mastitis dan Abses Payudara

Mungkin beberapa ibu menyusui pernah mengalami masalah seperti payudara keras, panas dan bengkak.

Ketika Payudara Bengkak

Setiap ibu menyusui pasti pernah merasakan bengkak pada payudara yang rasanya kurang nyaman ya Moms.

Tanda Ibu Tidak Memiliki Kelenjar Penghasil ASI yang Mencukupi

"Udah pumping tiap 2 jam sekali dan minum berbagai booster ASI, tapi tiap pumping hasilnya kok cuma 20 ml?"

Sharing ASI with Mom Mira Damayanti

Moms, kemaren aku kan sempet sakit kena infeksi virus selama semingguan, itu produksi ASIku langsung turun drastis.

Pahami Penyebab Kuning pada Newborn

Penyakit kuning cukup sering dialami oleh bayi baru lahir. Apa penyebabnya dan bagaimana mengatasinya?

Keajaiban ASI Terbukti!

Berdasarkan pengalamannya sendiri, Mom Kristiani bercerita bagaimana komposisi ASI berubah saat anaknya sakit.

Ibu Sakit Tidak Perlu Stop ASI

Menyusui saat Moms sakit bisa membuat si Kecil tertular penyakitnya melalui ASI. Bagaimana faktanya?