Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Menyusui Di Usia 40 Tahun, Mungkinkah?

HEALTH TIPS  |  07 Aug '18


Menyusui di usia 40 tahun bukanlah hal yang mudah. Apa lagi kalau Moms sebelumnya sudah pernah punya anak. Sudah pasti kasih sayang akan terbagi. Padahal ketika menyusui, semua perhatian harus tercurah pada si bayi agar tumbuh kembangnya menjadi maksimal. Belum lagi risiko penyakit yang menghantui para Moms di usia ini.

Akan tetapi, menyusui di usia 40-an bukan berarti Moms harus takut. Ada beberapa trik yang dapat membantu si Kecil dan juga bisa menjaga kesehatan Moms di usia ini.

Tips Menyusui Di Usia 40 Tahun

  • Menata Waktu Tidur
    Di Usia 20-an, Moms pasti punya energi lebih banyak untuk merawat bayi. Sementara di usia 40 tahunan, Moms mengalami pelambatan metabolisme yang dapat menyebabkan sering merasa cepat lelah. Dalam hal ini, istirahat merupakan hal yang sangat penting agar produksi air susu cukup untuk kebutuhan bayi. Jika Moms kerap terjaga di malam hari, cobalah ikut tidur saat si Kecil sedang terlelap. Gunakan waktu ini untuk beristirahat. Moms juga bisa mencoba Yoga atau latihan agar bisa rileks. Hindari konsumsi kafein terlalu banyak dan hindari tidur saat perut sedang kenyang.

  • Penuhi Kebutuhan Nutrisi
    Kebutuhan nutrisi menjadi hal yang sangat penting agar ASI lancar. Moms diharuskan mengonsumsi sayuran hijau atau setidaknya menjaga kebutuhan kalori. Di usia 40 tahunan, metabolisme tubuh sudah mulai melambat sehingga berat badan akan sulit sekali turun. Jagalah pola hidup dengan rajin berolahraga ringan dan makan makanan bergizi, hindari fast food dan junk food. Dengan demikian ASI akan tetap lancar dan kualitasnya terjaga.

  • Perimenopause
    Rasanya memang terlalu dini kalau Moms harus berpikir ke arah Perimenopause. Tapi ingat, meskipun dalam kondisi menyusui, perimenopause bisa terjadi 10 tahun lebih awal. Gejalanya dimulai dari nyeri puting dan kelelahan yang terjadi di masa sebelum menstruasi. Jika sudah mengalami hal ini, sebaiknya Moms segera konsultasi dan mulai memperhatikan kesehatan. Mencoba minum vitamin, mengubah pola diet dan juga terapi kesehatan (tanpa mengganggu kualitas ASI) juga disarankan.

Tubuh boleh saja mengalami pelambatan dalam hal metabolisme. Akan tetapi bukan berarti menyusui di usia 40 tahun menjadi hambatan dan alasan pertumbuhan bayi tidak sehat.

Semoga bermanfaat.

ByBabyologist Editor.

Yuk download aplikasi Babyo di Android & iOS dan bergabung dengan ribuan Moms lainnya untuk saling berbagi cerita dan mendapatkan rewards! You really don't want to miss out!

909 Babyologist Indonesia

Comments

Related Stories

LATEST POSTS

Perlukah Memberikan Kopi pada Bayi untuk Mencegah Step?

Mitos atau fakta pemberian kopi pada bayi dapat mencegah munculnya step?

Makanan Ber-Kafein Menyebabkan ASI Berkurang?

Apakah Moms pecinta cokelat, teh, atau kopi? Ketiga minuman itu mengandung kafein yang dapat mempengaruhi supply ASI.

Anak Tidak Mau Sikat Gigi? Mungkin Ini Penyebabnya!

Terdapat beberapa penyebab si Kecil tidak mau sikat gigi. Apa sajakah itu? Mari kita ketahui alasannya.

Pertolongan Pertama Saat Kepala Bayi Terbentur

Kepala Si Kecil terbentur? Berikut cara-cara pertolongan pertama pada kepala anak terbentur yang harus Moms pahami.

5 Tips Lebaran Sehat bagi Ibu Hamil

Menjelang lebaran, berbagai hidangan khas menghiasi meja makan. Namun, Mom harus tetap menjaga kesehatan kandungan.

Apa Dampak Puasa Bagi Ibu Hamil?

Ternyata puasa juga bisa mendatangkan dampak positif bagi ibu hamil, apa sajakah itu? Mari kita simak di artikel berikut.

Rekomendasi Jenis Makanan Ibu Hamil Saat Puasa

Saat menjalani ibadah puasa, ibu hamil harus lebih berhati-hati dalam memilih makanan, tentunya pola makan sehat harus diterapkan.

Cara Pintar Mengatasi Insect Bite Pada Anak

Anak kecil kerapa menjadi sasaran empuk terkena insect bite. Berbahayakah jika tidak ditangani segera dan bagaimana cara mencegahnya?

Amankah Vaksin Bagi Anak?

Banyaknya isu pro kontra yang terjadi terkait pemberian vaksin menjadikan sebagian orangtua bingung. Untuk lebih jelas mari simak yang berikut ini.

Jangan Biarkan Kepala Peyang Merusak Masa Depan Anak

Tahukah Moms and Dads bahwa salah memilih bantal berdampak fatal, bahkan bisa mengakibatkan kehancuran masa depannya hingga kematian pada bayi? [...]

Kenapa Vaksin MR Penting?

Apa yang menyebabkan vaksin MR perlu dan penting untuk dilakukan? Apa yang akan terjadi jika tidak melakukan vaksin MR ? Mari, simak yang berikut ini.

Vaksin HPV Pencegahan Terbaik Untuk Kanker Serviks

Tahukah anda, kanker serviks terbukti menjadi penyebab kedua terbesar kematian wanita di Indonesia. Oleh karena itu penting bagi Anda untuk [...]

Merawat Gigi Anak

Perawatan gigi merupakan hal yang sangat penting dilakukan sejak dini. Agar kebiasaan ini dapat tetanam sampai dewasa.

Mencegah Radang Otak Pada Anak

Radang otak atau Ensefalitis dapat terjadi pada balita. Apa penyebabnya? Bagaimana mencegahnya? Mari simak berikut ini.

Dampak Fatal Salah Memilih Bantal Bayi

Tahukah Moms and Dads bahwa salah memilih bantal berdampak fatal, bahkan bisa mengakibatkan kematian pada bayi. Mari simak berikut ini.

Fase Tengkurap Bayi

Umur berapa sebaiknya bayi belajar tengkurap? Apa yang kita bisa lakukan untuk membantu anak belajar tengkurap?

Resiko ISK Pada Bayi Tidak Sunat

Tahukah anda resiko ISK mengintari Si Kecil akibat tidak melakukan sunat. Apakah ISK tersebut dan bagaimana solusi penanganannya?

Penyebab dan Pengobatan Dermatitis Atopik pada Bayi

Pernakah anda mendengar penyakit dermatitis atopik pada bayi ? Berbahayakah jika Si Kecil menderita penyakit ini? Bagaimana penangan yang harus [...]

Gejala, Penyebab, dan Cara Mengatasi Difteri

Akhir-akhir ini di Indonesia sedang marah dengan wabah difteri. Yuk pelajari bersama sehingga kita dapat menghindarkan Si Kecil dari penyakit [...]

Misteri KB Suntik dan KB Spiral (IUD)

Kebanyakan ibu bingung dalam memilih jenis kontrasepsi yang cocok bagi dirinya. Kali ini ada Mom Tita membeberkan detail penggunaan KB IUD dan [...]