Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Menitipkan Anak di Daycare? Atau Menyewa Nanny di Rumah?

MY STORY  |  PARENTING  |  08 Apr '19


Zaman belum menikah, pertanyaannya "Kapan nikah?" Belum hamil, pertanyaannya "Kok belum hamil juga? Nunda ya? Jangan menunda rezeki lho!"Setelah melahirkan, pertanyaannya "Kapan mau nambah lagi? mumpung masih pada kecil jadi capeknya sekalian."

Ternyata, drama kehidupan yang tercipta dari pertanyaan manusia gak cuma sampai situ aja Moms! ada 1 lagi yang bisa membuat perdebatan tiada henti: "Masih kerja? Cuti berapa lama? Setelah cuti, anak mau dititip kemana?" Jawaban saya, "Daycare."

Kemudian diserbulah saya dengan ribuan statement yang intinya kok saya tega banget nitipin anak di daycare. Umur masih 3 bulan masih kecil banget udah dititip gitu, Nanti kalau anaknya sakit karena ketularan temen-temennya gimana? Botol dan dotnya ketuker gimana? Kalau di daycare nangis terus gimana? kenapa gak nyewa nanny aja di rumah, terus suruh orangtua di rumah untuk lihatin nanny-nya ngerawat anak, dan lain sebagainya. Padahal, kalau aja mereka mau menyadari bahwa semua solusi mereka (bagi saya) tidak solusioner. Kenapa? Kalau takut anak sakit ketularan teman di daycare-nya, apa kabar anak kita kalau nanny-nya tiba-tiba kena flu? Gimana kalau ternyata caranya mencuci botol atau peralatan makan anak tidak bersih? Dan hal lain yang ditakutkan karena menitipkan anak di daycare juga berpotensi terjadi dengan menitipkan anak dengan nanny di rumah.

Berikut tips dan alasan kami menitipkan Rasheed di daycare:

1. Jarak Daycare

Kita bisa cari daycare yang jaraknya dekat dari kantor atau dekat dari rumah, atau mungkin di antara keduanya. Kami memilih untuk dekat dari kantor. Kenapa? Agar berangkatnya searah, lalu (naudzubillah) jika terjadi hal yang tidak diinginkan bisa segera menuju daycare, lagipula waktu tempuh ke rumah bisa sambil bercanda atau digunakan untuk bonding bersama anak di perjalanan.

2. Biaya Perbulan dan Fasilitas

Kalau sudah dapat kandidat daycare-nya. Tanya harganya. Jika sudah ada list harga dari masing-masing daycare, baru survey sambil dibandingkan "worth it or no?"

3. Background Pengalaman

Pengasuh di daycare, ada baiknya berasal dari background perawat (setidaknya terjamin bagaimana cara mereka mengasuh anak kita), dan seyogianya ada dokter yang stay atau bisa seminggu sekali datang untuk mengecek kesehatan anak-anak di daycare.

4. Pelayanan

Bagaimana cara mereka menanggapi setiap pertanyaan yang kita berikan? Kita berhak menanyakan banyak hal, seperti, bagaimana cara mereka membersihkan kotoran anak-anak setelah selesai BAB dan BAK? Apa sterilizer yang mereka gunakan untuk botol dan peralatan makan? Bagaimana jika ada anak yang sakit? Apakah memiliki freezer atau kulkas untuk media penyimpanan ASIP? Dan lain sebagainya. Di sini akan terlihat jika mereka menjawab jujur atau tidak, terbuka atau tidak.

5. Bikin Stiker Nama

Jika merasa semua sudah oke, tinggal dilanjutkan saja tahapannya. Mempersiapkan segala sesuatu yang akan dibawa ke daycare yang pastinya tidak jauh berbeda ketika mengurus anak di rumah. Jangan lupa membuat stiker nama dan ditempel di setiap perlengkapan anak kita.

Oh iya, kenapa kami memilih daycare? Kenapa tidak meminta tolong orangtua untuk membantu mengawasi nanny yang mengasuh anak dirumah?

Moms. memang cost yang akan keluar bisa sedikit lebih mahal atau bahkan bisa jadi lebih murah dibandingkan harus menyewa nanny. Tapi yang perlu diketahui, di daycare anak kita tidak hanya dberikan susu atau ditimang-timang hingga tidur saja. Tapi mereka melatih sensor motorik kasar dan halus anak sesuai dengan umur mereka agar mereka terstimulus untuk mencapai masa pertumbuhan yang sesuai dengan usianya. Ini salah satu yang mungkin tidak semua didapatkan jika menyewa nanny di rumah. Kami juga sepakat untuk tidak merepotkan orangtua kami dalam mengurus anak, termasuk mengurangi konflik mengenai tata cara asuh yang pastinya akan berbeda antara kami dengan orangtua. 

Masing-masing orangtua, terutama ibu yang bekerja pasti memiliki pilihan sendiri untuk menitipkan anaknya. Mau di daycare atau menyewa nanny di rumah, selama Moms dan Dads memilihnya dengan penuh keyakinan dan kesadaran akan setiap risiko yang akan ada, maka insya Allah everything's gonna be okay. Terpenting! menitipkan anak bukan berarti lepas tangan ya Moms! Sebagai ibu, "bawel dan memantau" adalah sikap penting yang harus kita lakukan demi masa pertumbuhan anak kita.

Semoga bermanfaat.

By: Muhria Mansyur

Copyright by Babyologist

Yuk download aplikasi Babyo di Android & iOS dan bergabung dengan ribuan Moms lainnya untuk saling berbagi cerita dan mendapatkan rewards! You really don't want to miss out!

2476 Muhria Mansyur

Comments

Related Stories

LATEST POSTS

Uang Sekolah Makin Mahal, Gimana Cara Mempersiapkannya?

Memberikan pendidikan terbaik bagi si Kecil merupakan salah satu kewajiban utama Moms & Dads.

It’s Okay to Not Be Okay

Dalam mengasuh anak, tentu Moms mengharapkan si Kecil tumbuh menjadi pribadi dengan kondisi fisik

Tips Praktis Memompa ASI di Kantor

Hai Moms, Meskipun pandemi virus corona belum berakhir, tapi banyak dari kita yang sudah

Tips Menghindari Toxic Parenting

Hai Moms, Siapa disini yang minggu lalu nonton Babyo Channel Ngobrol Bareng Babyo dengan topik

Ketika Dads Sibuk dengan Hobinya

Setiap hari Jumat, sekarang Babyo Connect memiliki "Apa Kata Moms?" yang akan membahas topik yang terasa tabu Moms bahas, atau uneg-uneg yang [...]

Anak Umur 2 Tahun Belum Bisa Ngomong, Wajarkah?

“Anaknya 2 tahun? Sudah bisa ngomong belum? Oh, speech delay? Sama donk seperti anak saya. Gpp nanti usia 3 tahun juga bisa sendiri.”

5 Hal yang Perlu Diperhatikan Sebagai Working Mom

Menjadi seorang working Mom tentunya memiliki tantangan tersendiri. Yuk simak tips dari Mom Inayah berikut ini.

Hal yg Bisa Dilakukan untuk Mengisi Kegiatan si Kecil di Rumah Selama Pandemi

Moms, yuk simak aktvitas yang bisa dilakukan di rumah bersama si Kecil berikut ini.

Fiersa is Turning One

Merayakan ulang tahun pertama pastinya adalah moment yang tidak bisa dilewatkan. Yuk, simak cerita berikut ini.

Caraku Mempertahankan Keutuhan Rumah Tangga di Tengah Pandemi

Rumah tangga yang harmonis pasti sudah menjadi dambaan pasutri. Simak tips berikut ini yuk Moms and Dads!

Caraku Mengatur Keuangan Keluarga di Kondisi Pandemi

Di tengah-tengah pandemi ini tidak bisa dipungkiri bahwa banyak keluarga yang terdampak secara ekonomi. Simak tips berhemat berikut ini yuk!

Punya Anak Perempuan Lebih Boros?

Hayo siapa yang punya anak perempuan dan merasa boros karena beli barang-barang lucu atau baju untuk Si Kecil? Sebenarnya boros tidaknya [...]

Cerita Sibling Goals di Usia Berdekatan

Bagaimana ya caranya agar kakak adik rukun? Yuk, simak cerita berikut ini.

Mengajarkan Kemandirian Sejak Dini Penting Gak Sih Moms?

Mengajarkan si Kecil untuk mandiri sedari dini memiliki banyak manfaat loh Moms. Yuk, simak berikut ini.

Ide Kreatif Bermain Saat Mati Lampu

Mati lampu memang menjadi kondisi yang kurang nyaman. Namun, Moms bisa memanfaatkan kondisi ini untuk barmain dengan si Kecil.

Suamiku Ayah ASI! Yuk Tanamkan Positif Mind!

Hai para istri, yuk belajar cara merayu suami agar mau untuk menjadi ayah ASI berikut ini!

Pengalaman Lebaran Pertama Tanpa Keluarga

Meskipun jauh dari sanak saudara, Lebaran sudah seharusnya menjadi momen yang dirayakan. Yuk, simak cerita berikut ini.

Setahun Bersama Babyologist

Moms, yuk simak pengalaman Mom Dinar setahun bersama Babyo berikut ini.

Menjadi Istri dan Teman Bagi Suami di Masa Pandemi

Pandemi Covid-19 ini sangat berdampak pada ekonomi keluarga. Yuk belajar jadi Istri yang baik dan teman bagi suami kita.

Semakin Harmonis Di Masa Pandemi

Moms and Dads, yuk simak tips untuk semakin harmonis selama masa pandemi ini.