Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Meningkatkan Peluang Kehamilan dengan Menggunakan Ovulation Test

MY STORY  |  PREGNANCY  |  04 Aug '19


Hai Babyo Moms, kali ini saya ingin berbagi pengalaman mengenai penggunaan Ovulation Test untuk memperbesar kemungkinan terjadinya kehamilan. Kehamilan tentu menjadi salah satu Fase yang sangat ditunggu-tunggu oleh kita para wanita. Setelah selesai melewati drama pertanyaan klasik "Kapan Nikah ?" akan berganti dengan pertanyaan "Udah isi belum ?".

Setelah menikah seperti sebagian besar pasangan lainnya, kami (saya dan suami) tentu mengharapkan segera datangnya Buah Hati. Tentu kami tidak berdiam diri hanya berharap saja ya moms, bebera hal kami lakukan dari mulai skrining kesehatan ke dokter, minum vitamin persiapan kehamilan dan juga mencoba OVULATION TEST. Apa itu Ovulation test? Yaa seperti namanya, alat ini berfungsi untuk mendeteksi perubahan luteinizing hormone (LH) dalam urine.

Mengapa dibutuhkan alat ini? kan sekarang sudah banyak aplikasi mobile yang bisa hitung masa subur ? Ya moms, untuk yang setiap bulan siklusnya selalu sama misal 28 hari, tentu relatif lebih mudah memperkirakannya, namun untuk yang setiap bulan siklusnya berubah semisal 28 hari, lalu 30, lalu 27 hari, alat ini akan sangat membantu. Bentuk Alat ini mirip dengan alat tes Kehamilan, namun sample urine yang dipakai serta cara membacanya berbeda. Urine yang digunakan untuk melakukan tes, tidak disarankan urine bangun tidur seperti untuk tes kehamilan, namun dianjurkan pada siang sekitar pukul 11 dan sore pukul 04. Mengapa harus dilakukan 2 kali dalam sehari? Karena setiap periode, Ovulasi hanya terjadi 24-36 jam saja. Jadi disarankan tidak terlalu lama jarak dalam melakukan tesnya.

Untuk membaca hasil Ovulation test adalah dengan melihat ketebalan garis bawah (yang lebih dekat dengan bagian yang dicelupkan ke urine) pada alatnya. Apabila hasilnya garis 2 dan garis bawahnya masih samar, berarti ovulasi belum akan terjadi dalam 24 jam kedepan. Pertanda ovulasi atau mendekati waktu ovulasi garis bawah akan berwarna sangat gelap bahkan bisa lebih gelap dari garis atasnya. Alat ini disarankan digunakan di hari ke 11 siklus menstruasi (dihitung dari hari pertama menstruasi) sampai dengan perkiraan sekitar 5 hari sebelum menstruasi selanjutnya.

Pengalaman saya, saya menggunakan di Hari ke 14 ternyata hasilnya menunjukan belum ada tanda ovulasi (padahal sebelumnya udah PD aja hari ke 14 - 16 itu adalah masa tersubur). Karena ini pemakaian pertama saya, saya pensaran, apa memang alatnya tidak berfungsi dengan baik, saya salah menggunakan, atau memang saya tidak ovulasi? Akhirnya saya putuskan akan menggunakannya terus sampai hari saya mendapat menstruasi selanjutnya.

Lalu pada hari ke 19, saat saya dengan buang air kecil, saya menemukan cervical mucus (lendir vagina) yang kental dan bisa diregangkan (boleh cari tau mengenai ciri masa subur berdasarkan cervical mucus ya moms) yang menurut artikel-artikel yang saya baca, adalah tanda ovulasi. Lalu saat itu juga saya menggunakan Ovulation Test dan ternyata hasilnya Garis bawah memang tebal lebih tebal dari hasil tes sebelum-sebelumnya. Saya langsung memberitahu Pak Suami dan tentu saja momen ini tidak kami lewatkan.

Lalu bagaimana hasilnya? Berapa siklus saya menggunakan alat pendeteksi masa subur ini? Alhamdulillah moms, dipercobaan pertama saya menggunakan Ovulation Test, beberapa minggu setelahnya saya menggunakan Alat tes kehamilan dan hasilnya garis 2 moms. Penggunaan alat tes ini disetiap siklusnya memang banyak moms, bisa minimal 10 buah per siklus. Sayangnya di apotek-apotek umum tersedia dengan harga yang cukup mahal tapi untuk yang budgetnya berlebih, ada yang lebih simple dan digital lho. Saya sendiri membeli dari e commerce yang barangnya dikirim dari luar negeri yang setelah dihitung harga satuannya cukup terjangkau.  Sekian sharing dari saya moms, semoga membantu untuk siapapun yang sedang menunggu dan berikhtiar memiliki Buah Hati, saya doakan ya moms. Bagi yang ingin bertanya lebih mendetail mengenai Ovulation Test ini, feel free to ask me ;)

Yuk download aplikasi Babyo di Android & iOS dan bergabung dengan ribuan Moms lainnya untuk saling berbagi cerita dan mendapatkan rewards! You really don't want to miss out!

1990 Arini Nurul

Comments

Related Stories

LATEST POSTS

Begini Efeknya Kalau Menunda KB

Moms ada yang berencana KB tapi terus tertunda? Wajib simak cerita yang satu ini!

Jangan Sepelekan Pemeriksaan USG Saat Kehamilan, Ini Alasannya!

USG di masa kehamilan itu penting loh Moms! Yuk, simak ulasan berikut ini.

Ceritaku Hamil Kembar dan Mengalami Preeklampsia

Dibalik kelucuan memiliki bayi kembar, ternyata ada hal-hal yang perlu diwaspadai, salah satunya preeklampsia.

Cerita Kehamilan dan Melahirkan Mom Devita

Moms, yuk simak cerita kehamilan dan melahirkan Mom Devita berikut ini.

Cerita Promilku di Usia 35 Tahun

Moms sedang merencanakan program hamil? Simak yang satu ini yuk!

Aku Ngidam Belut, Amankah Di Konsumsi Saat Hamil?

Amankah ibu hamil mengonsumsi belut? Baca yang berikut ini.

Pengalaman Kuretase di Usia Kehamilan 11 Minggu

Salah satu resiko yang dapat terjadi pada Ibu hamil adalah keguguran. Setelah itu biasanya Mom akan dianjurkan untuk kuretase.

Pengalaman Program Hamil dengan Memiliki Myoma di Rahim

Di awal pernikahan aku dan suami sudah berencana ingin segera memiliki momongan. Karena kami sudah berpacaran 4 tahun, jadi rasanya sudah cukup [...]

7 Langkah Persiapan Persalinan Penuh Cinta

Ternyata perkara melahirkan bukan terjadi begitu saja. Tanpa persiapan, maka tak jarang kenangan buruk yang akan tersimpan dalam waktu yang [...]

Ceritaku Hampir Khilaf Saat Hamil

Siapa Moms yang pernah merasa galau ketika tahu hamil? You're not alone. Baca cerita ini yuk.

Proses Persalinan Anak Kedua Lebih Cepat, Benarkah?

Kata orang melahirkan anak kedua akan jauh lebih mudah dan lebih cepat dari anak pertama. Benarkah demikian?

Tips Jarak Kehamilan Antara Kakak dan Adik

Berapa jarak kehamilan yang ideal? Setiap orang pasti punya alasannya masing-masing ya. Berikut ini cerita dari Mom Ngel Zhuang.

7 Hal Penting yang Harus Dipersiapkan Sebelum Persalinan

Memasuki trimester ketiga, ibu hamil biasanya akan merasakan dag dig dug antara bahagia karena akan segera bertemu dengan sang buah hati dan [...]

Hindari Perkataan Negatif Terhadap Ibu Hamil

Yuk hindari mom-shaming dan bersama-sama memberikan dukungan terhadap para orang tua lainnya. Simak cerita berikut ini ya.

Tips Mengatasi Perut Gatal Saat Hamil

Ibu hamil sering mengalami gatal-gatal di kulit karena berbagai hal. Apa pun penyebabnya, berikut ini beberapat tips mengatasi perut gatal saat hamil.

Perbedaan USG 2D, 3D dan 4D

Bagi Moms yang tengah hamil tentunya USG sudah tidak asing lagi, ya. Seiring perkembangan zaman USG untuk memeriksa kondisi janin pun semakin [...]

5 Tanda Awal Kehamilan yang Dapat Dideteksi Tanpa Testpack

Apakah Moms mengalami telat haid? Atau merasa eneg mual ingin muntah setiap pagi dan bertanya-tanya jangan-jangan Moms sedang hamil? Jika memang [...]

Couvade Syndrome: Suami Ngidam saat Istri Hamil Ternyata Bukan Mitos

Salah satu hal yang sering dianggap tidak masuk akal adalah suami yang ikut ngidam saat Moms hamil. Di dunia medis, hal ini disebut sebagai [...]

3 Manfaat Jeruk Lemon bagi Kehamilan

Ibu hamil disarankan untuk memenuhi kebutuhan nutrisinya termasuk vitamin C. Oleh karena itu, jeruk lemon juga baik untuk kesehatan ibu hamil.

Berhubungan Intim Terbukti Berhasil Memancing Kontraksi

Kata orang berhubungan intim di kala hamil tua dapat memicu kontraksi. Betulkah demikian?