Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Meningitis pada Newborn Baby

MY STORY  |  10 Apr '19


Tidak pernah terbayangkan bahwa anakku mengidap meningitis. Kehamilanku sehat apalagi proses melahirkan juga melalui operasi caesar sehingga risiko tertularnya penyakit sangat minim.

Cha lahir pada hari rabu. Kelahirannya sangat sehat. Tangisan kencang dan semua pemeriksaan dilakukan hasilnya positif. Pada hari sabtu, aku dan bayi sudah diperkenankan untuk pulang.

Ketika di perjalanan pulang, kira-kira 15 menit perjalanan, Cha yang digendong mamaku mengalami kejang. Kejang di sini seperti kaku, diam dan tatapan kosong. Tidak lama kemudian Cha BAB sehingga kami berpikir bahwa Cha bukan kejang melainkan mengejan untuk BAB.

Sesampainya di rumah, kurang lebih 1.5 jam, Cha kembali kejang. Namun lagi-lagi disertai BAB. Hal itu berlangsung hingga hari minggu. Kami tidak curiga bahwa itu kejang, karena Cha tidak panas, nafsu menyusu kuat, tangisan kencang sampai akhirnya pada hari senin ketika Cha kejang bibirnya membiru.

Hari selasa, kami menceritakan kondisi Cha pada dokter. Dokter kaget. Hal ini dikarenakan kondisi Cha sangat sehat (pemeriksaan fisik hari itu). Namun, kata dokter Cha harus diobservasi untuk memastikan apakah itu kejang atau bukan. Akhirnya Cha masuk NICU. Kami pun pulang. Kira-kira pukul 6 sore, saya dihubungi pihak rumah sakit yang menyatakan Cha benar-benar kejang dan harus dilakukan tindakan secepatnya. Dokter menyuruh kami untuk melakukan CT scan pada keesokan harinya dan Cha harus puasa selama 1 hari penuh.

CT scan menyatakan bahwa Cha diindikasi terkena meningitis namun dokter tidak percaya. Hal ini lagi-lagi karena kondisi fisik Cha yang sangat sehat. Dari hasil uji lab dan pemeriksaan fisik, Cha adalah bayi sehat. Dokter ahli syaraf pun turun tangan karena takut ada gangguan syaraf pada Cha namun lagi-lagi dokter ahli syaraf menyatakan syaraf Cha sangat sehat. Dokter pun melakukan pemeriksaan lumbal fungsi di mana cairan sumsum tulang belakang Cha diambil untuk memastikan penyakit Cha yang sebenarnya. Total 3 hari belum ada kepastian tentang penyakit Cha sampai akhirnya keluar tes lumbal fungsi yang menyatakan bahwa Cha positif meningitis.

Semua dokter anak di rumah sakit itu kaget karena ini adalah kasus pertama meningitis menimpa newborn, sampai om saya yang merupakan dokter di rumah sakit lain juga kaget. Cha harus menjalani pengobatan di rumah sakit selama 21 hari sehingga total Cha di rumah sakit selama 24 hari. Alhamdulillah Cha total sembuh dari meningitis dan kembali ceria.

Kesimpulannya, meningitis tidak selalu harus ada demam, bayi lemas dan tidak mau menyusu. Hal ini tidak berlaku bagi Cha. Cha tidak mengalami demam, bayi tidak lemas dan tangisannya keras, dan juga menyusunya sangat kuat sampai-sampai suster di rumah sakit kewalahan dengan rakusnya Cha. Apabila Moms melihat tanda keanehan pada bayi, segera ke dokter sebelum terlambat. Cha selamat karena segera ditangani. Seperti yang kita ketahui, meningitis adalah penyakit mematikan ya Moms. Untungnya Cha tidak terlambat ditangani oleh dokter.

Semoga bermanfaat.

By: Selvi Edrian

Copyright by Babyologist

Yuk download aplikasi Babyo di Android & iOS dan bergabung dengan ribuan Moms lainnya untuk saling berbagi cerita dan mendapatkan rewards! You really don't want to miss out!

623 Selvi Edrian

Comments

Related Stories

LATEST POSTS

Tips Pernikahan Selama Pandemi Covid19

Di masa pandemi ini, yuk Moms kita bangun hubungan yang semakin erat dengan suami dan si Kecil.

Pengalamanku Mengenal Babyo Hingga Redeem Point Pertama

Yuk Moms simak cerita dan pengamalan berikut ini.

Aku dan Babyologist

Apa sih Babyologist? Apa manfaatnya bergabung dengan Babyo? Yuk, simak pengalaman dari Mom Sasika berikut ini.

Beef Steak with Mashed Potato

Moms, ingin masakan bintang lima tetapi low budget? Coba masak sendiri Beef Steak with Mashed Potato dengan resep dari Mom Julia berikut ini.

Quality Time, Kunci Menjaga Hubungan

Siapa yang disini setuju kalau quality time adalah salah satu kunci kebahagiaan rumah tangga? Yuk simak yang berikut ini.

Redeem Point Pertamaku Di Babyologist: B.Box Insulated Food Jar

Setelah bergabung sejak bulan Juli 2019, akhirnya ngerasain juga redeem point pertama di Babyologist

Menikah dan Jadi Mama di Usia Muda, Bagamana?

Menikah muda dan menjadi ibu dalam usia yang masih muda? Yuk simak cerita Mom Risny berikut ini

Ketika Suamiku Cemburu dengan si Kecil

Mengurus newborn memang tidak ada habisnya ya Moms, seperti main tamagotchi, tapi tidak bisa di-pause.

Dilema Ketika Anak First Molar

Apakah si Kecil sedang mengalami first molar juga Moms? Yuk, simak beberapa cara mom Ulan mengatasinya!

Rahim Turun Setelah Melahirkan? Kok Bisa?

Rahim turun atau disebut prolapsus uteri adalah kondisi dimana rahim tidak pada tempatnya. Bagaimana cara mengatasinya?

Kolak Pisang Ubi (18 M+)

Kebetulan hari ini hujan, pengen ngemil yang hangat-hangat. Langsung saja bikin kolak pisang dan ubi Moms!

Nasi Goreng Tomat (18M+)

Rata-rata anak kecil pasti suka nasi goreng. Yuk, variasikan masakan nasi goreng Moms! Salah satunya nasi goreng tomat.

Sudah Waktunya Me Time Lho Moms

Kapan terakhir kali mommy punya waktu untuk me time? Berikut ini ada beberapa tips me time yang bisa moms lakukan

Tips ME TIME ala Working Mom

Saya ibu pekerja yang memiliki anak hiperaktif. Kadang membuat saya lelah, mood berubah & selalu ingin marah.

Redeem Point Babyologist Pertamaku

Saya tahu Babyologist sudah lama, waktu itu memang hanya melihat-lihat informasi di Instagramnya saja.

Pengalamanku Pertama Kali Mengikuti Babyo Session

Bagaimana pengalaman Mom Ngel Zhuang ketika mengikuti acara babyo session untuk yang pertama kalinya?

New Mom

Sebagai new Mom, jangan lupa untuk mencari informasi tentang berbagai hal mengenai kehamilan dan menyusui ya!

Me Timeku Dengan Babyologist

Semenjak berkenalan dengan babyologist, saya sudah dibuat jatuh cinta

Pengalamanku Mengajak Deana Toilet Training

Awal saya mencoba toilet training pada Deana itu saat usianya 20 bulan.

Kegalauan Launching Debay

Yang di galauin bukan takut dioperasi atau sakitnya, tapi ASInya keluar gak nanti abis lahiran? Sama gak Moms?