Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Menghadapi Masa Terrible Two Dengan Merasakan Perilaku Anak

MY STORY  |  PARENTING  |  13 Jul '19


Sebenarnya menghadapi masa terrible two pada anak sudah sering saya baca jauh-jauh hari sebagai bentuk persiapan jika suatu saat masa itu terjadi pada Zikri (31 bulan).

Dan benar saja, akhir-akhir ini Zikri kecil kami tengah mencurahkan emosinya dengan sering berkata tidak.
Lebih sering menangis marah jika keinginannya tak segera kami penuhi. 
Pedoman yang saya baca ketika terjun langsung menghadapi Zikri dalam keadaan seperti itu, terkadang lenyap begitu saja. Selain tetap berusaha sabar, agar tak mengeluarkan kalimat-kalimat buruk yang semakin memperburuk suasana.

Tak ingin terus berlanjut tanpa ilmu, kemudian saya mulai menelaah kembali.
Bagaimana seharusnya sikap saya atau orang tua menghadapi masa terrible two pada anak.
Masa-masa yang yang saya rasa hampir setiap anak mengalaminya.
Anak ingin diperlakukan bak orang dewasa, memiliki keinganan yang kuat terhadap segala sesuatu disebabkan oleh meningkatnya perkembangan kognitif dan emosinya.

Berbekal dengan melihat gejala yang terjadi pada Zikri lalu saya menguatkan dengan pemahaman melalui membaca buku parenting atau jurnal parenting terpercaya, maka saya menerapkan untuk merasakan perilakunya dalam menghadapi masa terrible two pada anak.

Apa yang pertama kali dilakukan ketika menghadapinya?

1. Bagian terpenting menurut saya, sebelum menangani anak. Saya perlu cepat mengelola emosi saya terlebih dahulu. Kadangkala perilaku yang timbul pada anak adalah cerminan perilaku kita.

2. Sebelum melakukan sesuatu rasakan terlebih dahulu wujud perilaku anak.
Apakah termasuk strategi atau emosi?
Jika anak mewujudkan perilakunya dalam bentuk strategi tetapi masih dalam batas aman, hal yang perlu saya lakukan adalah tidak menanggapinya. Biarkan ia menangis, namun anggap perilakunya tidak pernah terjadi.

Jika anak mewujudkan perilakunya dalam bentuk emosi tapi tidak menyakiti maka dampingi ia secara pasif. Biarkan ia meluapkan rasanya. Pastikan ia menuntaskan emosinya, tidak disumbat emosinya dengan meredakan tangisannya.

Jika anak mewujudkan perilakunya dalam bentuk strategi dan tidak aman. Misalnya memukul, melempar barang dan sebagainya.
Maka yang perlu saya lakukan adalah menyelamatkan korbannya biarkan pelakunya.

Jika anak mewujudkan perilakunya dalam bentuk emosi dan tidak aman.
Maka saya perlu mengamankannya terlebih dahulu, kemudian sama halnya seperti diatas. Dampingi ia sampai tuntas emosinya.

3. Berikan Arahan yang Jelas Sebelum Tantrum terjadi
Misalnya agar tujuan kita tercapai kita dapat menawarkan ia kegiatan yang sebenarnya itu adalah tujuan kita.
"Adek mau mandi dulu atau makan dulu."
Secara tidak langsung dia akan mengerjakan kedua hal tersebut namun dengan arahan yang baik daripada menyuruhnya, "Adek mandi!", "Adek makan!" yang berujung ia akan mengatakan tidak atau menolaknya.

4. Konsisten dan kongruen
Sepakati aturan dan tetap konsisten terhadap aturan yang telah dibuat walau anak menunjukkan strategi untuk melanggarnya.
Kongruen disini artinya apa? yang ibu ucapkan harus sejalan pula dengan apa yang ibu lakukan. Apa yang ibu katakan dan lakukan menjadi contoh terbaik bagi anak.

5. Tingkatkan Sabar
Ya Moms terkadang kita hanya perlu bersabar menghadapi perilaku anak yang mungkin tidak sesuai.
Tidak perlu ikut menguras emosi dan jiwa. Fikiran kita perlu tetap tenang agar dapat mengambil tindakan yang sesuai.
Jika terasa lelah, ambillah time out untuk diri sendiri.
Tidak perlu merasa bersalah hanya ketika kita menenangkan diri terlebih dahulu. Menurut saya justru hal ini akan lebih baik daripada menghabiskan energi dengan turut memarahi anak yang sedang emosi.

Dalam masa tenang, saya sering membangun komunikasi dan interaksi yang positif dengan Zikri. Terkadang mengevaluasi serta menyelipkan value dalam setiap kejadian. Mengakui perasaannya pada suatu kejadian dan berharap perlahan ia segera faham apa yang baik dan tidak untuknya.
Tenang Moms, saya yakin masa-masa ini akan segera berlalu. Ini hanya sepenggal fase dimana anak sedang menguatkan mental ketika ia mengalami kesulitan-kesulitannya kelak.


 

Yuk download aplikasi Babyo di Android & iOS dan bergabung dengan ribuan Moms lainnya untuk saling berbagi cerita dan mendapatkan rewards! You really don't want to miss out!

2505 Chriesty Anggraeni

Comments

Related Stories

LATEST POSTS

Uang Sekolah Makin Mahal, Gimana Cara Mempersiapkannya?

Memberikan pendidikan terbaik bagi si Kecil merupakan salah satu kewajiban utama Moms & Dads.

It’s Okay to Not Be Okay

Dalam mengasuh anak, tentu Moms mengharapkan si Kecil tumbuh menjadi pribadi dengan kondisi fisik

Tips Praktis Memompa ASI di Kantor

Hai Moms, Meskipun pandemi virus corona belum berakhir, tapi banyak dari kita yang sudah

Tips Menghindari Toxic Parenting

Hai Moms, Siapa disini yang minggu lalu nonton Babyo Channel Ngobrol Bareng Babyo dengan topik

Ketika Dads Sibuk dengan Hobinya

Setiap hari Jumat, sekarang Babyo Connect memiliki "Apa Kata Moms?" yang akan membahas topik yang terasa tabu Moms bahas, atau uneg-uneg yang [...]

Anak Umur 2 Tahun Belum Bisa Ngomong, Wajarkah?

“Anaknya 2 tahun? Sudah bisa ngomong belum? Oh, speech delay? Sama donk seperti anak saya. Gpp nanti usia 3 tahun juga bisa sendiri.”

5 Hal yang Perlu Diperhatikan Sebagai Working Mom

Menjadi seorang working Mom tentunya memiliki tantangan tersendiri. Yuk simak tips dari Mom Inayah berikut ini.

Hal yg Bisa Dilakukan untuk Mengisi Kegiatan si Kecil di Rumah Selama Pandemi

Moms, yuk simak aktvitas yang bisa dilakukan di rumah bersama si Kecil berikut ini.

Fiersa is Turning One

Merayakan ulang tahun pertama pastinya adalah moment yang tidak bisa dilewatkan. Yuk, simak cerita berikut ini.

Caraku Mempertahankan Keutuhan Rumah Tangga di Tengah Pandemi

Rumah tangga yang harmonis pasti sudah menjadi dambaan pasutri. Simak tips berikut ini yuk Moms and Dads!

Caraku Mengatur Keuangan Keluarga di Kondisi Pandemi

Di tengah-tengah pandemi ini tidak bisa dipungkiri bahwa banyak keluarga yang terdampak secara ekonomi. Simak tips berhemat berikut ini yuk!

Punya Anak Perempuan Lebih Boros?

Hayo siapa yang punya anak perempuan dan merasa boros karena beli barang-barang lucu atau baju untuk Si Kecil? Sebenarnya boros tidaknya [...]

Cerita Sibling Goals di Usia Berdekatan

Bagaimana ya caranya agar kakak adik rukun? Yuk, simak cerita berikut ini.

Mengajarkan Kemandirian Sejak Dini Penting Gak Sih Moms?

Mengajarkan si Kecil untuk mandiri sedari dini memiliki banyak manfaat loh Moms. Yuk, simak berikut ini.

Ide Kreatif Bermain Saat Mati Lampu

Mati lampu memang menjadi kondisi yang kurang nyaman. Namun, Moms bisa memanfaatkan kondisi ini untuk barmain dengan si Kecil.

Suamiku Ayah ASI! Yuk Tanamkan Positif Mind!

Hai para istri, yuk belajar cara merayu suami agar mau untuk menjadi ayah ASI berikut ini!

Pengalaman Lebaran Pertama Tanpa Keluarga

Meskipun jauh dari sanak saudara, Lebaran sudah seharusnya menjadi momen yang dirayakan. Yuk, simak cerita berikut ini.

Setahun Bersama Babyologist

Moms, yuk simak pengalaman Mom Dinar setahun bersama Babyo berikut ini.

Menjadi Istri dan Teman Bagi Suami di Masa Pandemi

Pandemi Covid-19 ini sangat berdampak pada ekonomi keluarga. Yuk belajar jadi Istri yang baik dan teman bagi suami kita.

Semakin Harmonis Di Masa Pandemi

Moms and Dads, yuk simak tips untuk semakin harmonis selama masa pandemi ini.