Categories

Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Menghadapi dan Mewaspadai Komplikasi Persalinan

PREGNANCY  |  19 Jun '18

Banyak ibu hamil terutama ibu muda yang merasa khawatir ketika menghadapi proses persalinan. Ini disebabkan karena sering terjadi Komplikasi persalinan ketika melahirkan. Sebagai langkah awal untuk mempersiapkan persalinan, mari sebaiknya Anda mengenali beberapa komplikasi persalinan di bawah ini:

Apa saja komplikasi persalinan yang perlu diwaspadai?

  1. Komplikasi persalinan ketika melahirkan yang pertama adalah Ketuban Pecah Dini (KPD). Usia gestasi janin dan perkiraan viabilitas janin mempengaruhi jenis komplikasi satu ini.

  2. Persalinan Preterm atau persalinan prematur, yaitu persalinan yang dimulai setelah kehamilan 20 minggu dan sebelum kehamilan 37 minggu. Jenis komplikasi persalinan ketika melahirkan ini dapat disebabkan oleh ketuban pecah dini, preeklampsia, plasenta previa, solusio plasenta, dan lain-lain.

  3. Vasa Previa bisa disebabkan oleh pertumbuhan plasenta yang tidak merata atau implantasi blastosit yang abnormal.

  4. Komplikasi persalinan ketika melahirkan yang sering terjadi pada prematuritas, presentasi bahu atau bokong, kaki yakni Prolaps Tali Pusat, yaitu keadaan penurunan tali pusat ke dalam vagina yang mendahului bagian terendah janin dan panggul ibu.

  5. Kehamilan Postmatur merupakan komplikasi persalinan ketika melahirkan yang diperkirakan penyebabnya adalah defisiensi estrogen.

  6. Persalinan Disfungsional merupakan komplikasi persalinan ketika melahirkan yang ditandai dengan proses persalinan yang sulit,sakit dan lama. Hal ini disebabkan karena faktor-faktor mekanik.

  7. Kemudian hal yang perlu diperhatikan oleh para ibu-ibu hamil pada usia lanjut, ataupun para wanita obesitas karena diabetes maternal terhadap Komplikasi persalinan ketika melahirkan yang dinamakan dengan Distosia Bahu yakni suatu keadaan  ketika bahu anterior bayi tidak dapat lewat di bawah arkus pubis ibu. Selain hal diatas bayi besar, kehamilan lewat waktu, dan multiparitas dapat berhubungan dengan Distosia Bahu.

  8. Ruptur Uterus, Plasenta Akreta, Inversi Uterus. Tiga jenis komplikasi persalinan ketika melahirkan ini masing-masing memiliki permasalahan dengan uterus. Seperti Ruptur Uterus yang dapat terjadi karena ada robekan pada uterus yag terjadi komplit atau inkomplit. Kemudian Plasenta Akreta merupakan kondisi tidak lazim karena vili korionik melekat pada miometrium dan hal ini disebabkan karena pembedahan uterus sebelumnya. Sedangkan Inversi Uterus yaitu uterus membalik keluar seluruhnya atau sebagian, hal ini dapat terjadi  segera setelah kelahiran plasenta atau dalam periode pasca partum segera.

  9. Pendarahan Pascapartum Dini, jenis komplikasi persalinan ketika melahirkan yang satu ini merupakan penyebab utama kematian ibu hamil di seluruh dunia dan penyebab umum kehilangan darah berlebih.

Dari penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa beberapa komplikasi persalinan ketika melahirkan dapat dicegah dengan melakukan kegiatan-kegiatan positif seperti rutin memeriksa kandungan, makan makanan bergizi, serta hindari merokok ataupun asap rokok. Kemudian riwayat penyakit juga berperan penting dalam mengantisipasi keselamatan dan anak ketika melahirkan .

 

Semoga bermanfaat.

By: Babyologist Editor.

460 Babyologist Editor Send Message to Writer

Related Stories