Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Mengenal Gerak Refleks Pada Bayi

HEALTH TIPS  |  12 Apr '17

Dr. Rini Sekartini, SpA(K), konsultan anak dari Divisi Tumbuh Kembang Departemen Ilmu Kesehatan Anak FKUI-RSCM mengatakan bahwa total waktu tidur yang dibutuhkan bayi berusia 0-3 bulan mencapai 16 hinga 20 jam per hari. Hal ini menunjukkan, 80% waktu bayi dalam satu hari dihabiskan dengan aktivitas tidur, sedangkan 20% sisanya dihabiskan untuk beradaptasi dengan dunia barunya di luar perut ibu.

Kualitas tidur berpengaruh besar terhadap pertumbuhan dan perkembangan bayi, karena saat tidur, stimulasi otak akan bekerja paling optimal, sehingga untuk memperoleh pertumbuhan dan perkembangan maksimal, dibutuhkan kualitas tidur yang baik. Seiring perkembangan dan penyempurnaan system syarafnya, bayi akan belajar menggerakan tubuh sesuai keinginannya, seperti menggapai, menggenggam, dan berekspresi. Gerakan ini merupakan rangkaian gerak refleks yang dilakukan bayi secara alami untuk merespon lingkungan barunya.

Berikut adalah beberapa jenis gerak refleks pada bayi :

1.      Refleks Rooting (mencari)
Refleks ini muncul saat sudut mulut bayi disentuh. Bayi akan menggerakkan kepala, membuka mulut, dan mencari mengikuti asal sentuhan. Gerakan ini penting untuk membantu bayi menemukan puting susu atau botol.

2.      Refleks Sucking (menghisap)
Gerak refleks ini mengikuti gerak refleks rooting, bayi akan segera menghisap saat langit-langit mulutnya bersentuhan dengan puting atau botol susu. Refleks ini belum muncul pada bayi yang lahir sebelum usia 32 minggu dan belum sempurna pada bayi yang lahir sebelum usia 36 minggu. Oleh karena itulah bayi-bayi prematur biasanya memiliki kemampuan menghisap yang lemah. Bayi juga memiliki refleks untuk mendekatkan jari ke mulutnya dan menghisapnya.

3.      Refleks Grasping (menggenggam)
Gerakan ini muncul saat telapak tangan bayi tersentuh, jari-jarinya akan segera menutup dan menggenggam. Refleks ini hanya bertahan sampai beberapa bulan saja, dan lebih terasa kuat pada bayi prematur.

4.      Refleks Moro (kejut)
Refleks ini membantu bayi untuk menyesuaikan dirinya dengan lingkungan baru dan menandakan bahwa indera pendengarannya berfungsi serta adanya otot refleks yang bekerja. Refleks moro akan mencapai titik sempurna pada usia kehamilan 34 minggu, sehingga pada bayi yang lahir premature harus dilakuan pemeriksaan refleks moro. Saat merasa terkejut bayi akan meregangkan anggota badannya (kepala, kaki dan tangannya) dan menangis. Kemudian menarik kembali ke posisi semula. Refleks ini berakhir di usia 5 – 6 bulan.

5.      Refleks Stepping (melangkah)
Refleks ini muncul ketika bayi diangkat dengan posisi berdiri dan kakinya menyentuh permukaan yang datar, bayi akan refleks meluruskan kakinya seperti hendak melangkah.

6.      Refleks Babinski
Refleks ini muncul ketika telapak kaki bayi disentuh, jempol kakinya akan ditarik ke atas sementara jari-jari kaki lainnya akan merenggang.

7.      Refleks Swiming (berenang)
Refleks ini muncul saat bayi dimasukkan ke bak mandi, secara refleks bayi akan menggerakkan tangan dan kakinya seperti akan berenang.

Gerakan refleks biasanya terjadi secara spontan untuk membantu orang tua memantau perkembangan buah hatinya serta mengidentifikasi bahwa saraf otak bayi bekerja normal, sehingga dapat mendeteksi kelainan sejak dini.

By: Gabriela Iridi

BACA JUGA: Mengatasi DBD Pada Anak

590 Gabriela Iridi Send Message to Writer