Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Mengenal Subfertilitas

PREGNANCY  |  27 Jun '19


Subfertilitas adalah kondisi di mana seorang individu atau pasangan suami istri tidak mandul, tetapi juga tidak secara prima siap untuk hamil/memiliki keturunan. Subfertilitas, sebagaimana berlawanan dengan infertilitas, berarti masih ada peluang untuk hamil tanpa intervensi medis. Akan tetapi, peluang seseorang untuk hamil dengan keadaan subfertil secara statistik lebih rendah dari rata-rata.

Pasangan suami istri atau individu yang didiagnosis menderita subfertilitas mungkin pada akhirnya bisa hamil/memiliki keturunan sendiri, sementara beberapa lainnya harus hamil melalui berbagai tingkat intervensi.

Kasus subfertilitas paling umum terjadi ketika kelainan tersebut tidak dapat diperbaiki atau tidak dapat diobati. Pada dasarnya, penyebab subfertilitas sama dengan penyebab infertilitas. Faktor-faktor seperti usia, berat badan, dan gaya hidup seperti stres, merokok, dan minum minuman beralkohol adalah faktor prediktif dari subfertilitas.

Selain itu, kelainan biologis tertentu, termasuk gangguan ovulasi, kerusakan tuba fallopi, disfungsi sperma, atau penyakit seperti endometriosis atau pertumbuhan fibroid dapat menyebabkan subfertilitas.

Moms & Dads harus menjalani pemeriksaan kesuburan standar untuk mendiagnosis keberadaan dan penyebab subfertilitas.

Seorang pria dikategorikan sebagai subfertil jika sperma yang dihasilkannya kurang dari 20 juta sperma per mL, di mana jumlah sperma kurang dari 5 juta sperma per mL dianggap tidak subur.

Jika Moms & Dads didiagnosis subfertil, dokter akan memberikan perawatan kesuburan. Sebagian besar wanita yang didiagnosis dengan subfertilitas pada akhirnya akan mengandung dan menjalani kehamilan yang sehat.

Di samping itu, Moms & Dads dapat mempertimbangkan untuk terus mencoba sendiri tanpa perawatan kesuburan apabila:

  • Moms berusia kurang dari 35 tahun.
  • Moms & Dads sedang mencoba memiliki keturunan dengan usaha sendiri kurang dari dua tahun.
  • Moms & Dads sudah menjalani tes kesuburan dasar (tes darah, analisis semen, USG transvaginal, dan HSG untuk mengevaluasi tuba falopi dan uterus) dan hasil semuanya normal.

Namun, jika Moms berusia lebih dari 35 tahun, sangat direkomendasikan untuk memulai perawatan secepat mungkin. Kesuburan akan menurun drastis setelah usia lebih dari 35 tahun.

Yuk download aplikasi Babyo di Android & iOS dan bergabung dengan ribuan Moms lainnya untuk saling berbagi cerita dan mendapatkan rewards! You really don't want to miss out!

490 Babyologist Indonesia

Comments

Related Stories

LATEST POSTS

Melahirkan Lancar Aman Damai dengan BPJS #sharingbubuice

#sharingbubuice Ada yang masih hamil? Ada yg pegang kartu bpjs? Disimpen baik-baik ya kali aja kepake 😍 Oke jadi sebelumnya aku uda banyak de [...]

Tips Tradisional, Murah & Mudah agar ASI Lancar Jaya

Masalah yang paling sering dihadapi oleh ibu menyusui adalah kurangnya produksi ASI . Sayangnya, banyak ibu yang tidak mengetahui cara [...]

Pengalaman Melahirkan Prematur

Kita yang merencanakan Allah yang menentukan. Benar benar diluar rencana. Saat aku sudah merencanakan lahiran normal di bidan dekeeeet bgt dari [...]

Pengalaman melahirkan di masa pandemi Covid-19

Akhirnya aku bisa menyempatkan waktu untuk nulis artikel lagi, karena masih repot ngurusin bayi dan batitaku. 2 Bulan lalu aku melahirkan di [...]

Bahayakah Jika Ibu Hamil Makan Nanas?

Bahayakah Jika Ibu Hamil Makan Nanas? Kita tentu sering sekali mendengar tentang bahayanya makan nanas ketika hamil. Banyak yang berkata bahwa [...]

Persiapan, Resiko dan Keuntungan Hamil di Usia 35 tahun

Moms berusia 35 tahun atau lebih dan merindukan kehamilan? Perhatikan hal-hal berikut ini ya.

Tips Meminimalisir Kehamilan Resiko Tinggi

Bagi yang merencanakan kehamilan, simak yang satu ini yuk.

Pengalamanku Berpuasa Saat Hamil Muda

Yuk simak tips berpuasa bagi ibu hamil muda berikut ini.

Tidur Siang Saat Hamil Bisa Sebabkan Bayi Lahir dengan Craddle Cap?

Betulkah tidur siang di saat hamil dapat menyebabkan si Kecil terlahir dengan cradle cap?

Tips Menjalani Kehamilan dengan Nyaman

Siapa ibu hamil disini yang sering khawatir? Rasa stres dan khawatir bisa membuat kehamilan jadi ga nyaman loh.

Tips Meminimalisir Stretch Mark Selama Kehamilan

Bagaimana caranya menimalisir stretchmark selama kehamilan? Yuk, simak tips berikut ini.

Macam-macam Test Lab Selama Kehamilan

Tes laboratorium sangat penting dalam menunjang kesehatan kehamilan. Simak macam-macam tes lab selama kehamilan berikut ini, Moms!

Manfaat Birth Ball untuk Persalinan

Bermanfaatkah birth ball di masa kehamilan dan juga saat bersalin? Yuk, simak bersama berikut ini.

Sisi Positif dan Negatif Es Krim untuk Ibu Hamil

Siapa disini yang suka es krim? Bagaimana dengan mengonsumsi es krim selama masa hamil, boleh tidak? Yuk, simak berikut ini.

Manfaat Prenatal Gentle Yoga

Apa saja manfaat dari prenatal yoga? Yuk, kita simak cerita yang satu ini!

Bumil Pelihara Kucing? Aman Nggak Sih?

Amankah untuk ibu hamil memelihara kucing? Bagaimana dengan risiko toksoplasma? Yuk simak yang berikut ini.

Mitos dan Fakta Seputar Kehamilan

Mitos tentang masa kehamilan masih banyak terdengar. Yuk simak mitos-mitos berikut ini sehingga kita menjadi lebih bijak.

Tips Babymoon Aman dan Nyaman

Moms and Dads sedang merencanakan babymoon? Simak tips berikut ini agar liburannya berjalan dengan baik ya!

Sakit Pinggang: Tanda Kehamilan, atau Hanya Menstruasi?

Bingung apakah Moms sedang mengalami tanda menstruasi atau hamil? Mari simak beberapa perbedaan berikut.

5 Mitos Tentang Seks di Kolam Renang dan Bak Air Panas

Banyak pernyataan seputar berhubungan seks di dalam air yang bermunculan, tapi apakah itu fakta atau mitos?