Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Mengenal Refleks Moro, Apakah Itu?

HEALTH TIPS  |  MY STORY  |  16 May '18

Saat berumur 1 hingga 2 bulan, calvin suka kagetan saat tidur. Dari banyaknya informasi yang saya dengar jikalau bayi mengalami kangetan saat tidur, berarti di sedang bermimpi terjatuh. Sehingga solusinya meletakkan guling disampingnya agar Si Kecil merasa aman. 

Namun, setelah saya cari tahu lebih detail, bukan begitu cara penanganannya. Umumnya bayi kagetan terjadi pada fase NREM ( Non Rapid Eye Movement ) dan akan menghilang ketika bayi bangun atau terjaga. Pada saat bayi terkejut, biasanya mereka akan mengeluarkan gerakan reflekks atau yang dikenal dengan refleks moro. Sehingga ketika bayi terkejut, misalnya karena suara berisik atau gerakan yang terjadi secara tiba-tiba,  bayi akan mengeluarkan refleks ini. 

Beberapa kemungkinan yang menyebabkan bayi kaget :

  • Gangguan fungsi saraf
  • Membedong terlalu ketat
  • Stimulus sentuhan dan suara yang terus menerus
  • Koordinasi gerak tubuh bayi pada saat tidur belum maksimal
  • Bayi kagetan berbeda dengan kejang atau epilepsi, oleh karena itu untuk mengatasinya tidak perlu obat-obatan
  • Bangunkan pelan-pelan
    Biasanya bayi kagetan waktu tidur, dapat terjadi karena sistem sarafnya yang belum matang  membuat gerakan yang tidak terkoordinasi ketika tidur, sehingga membangunkannya pelan-pelan akan membuat kagetannya hilang.
  • Ajak Berjalan
    Gendong dan ajaklah Si Kecil berjalan dengan diajak berjalan gejala bayi kagetan akan hilang dengan sendiri
  • Tenangkan bayi
    Berikan kenyamanan dengan cara membelai dada atau kepala bayi. Hal ini akan membuat bayi tenang dan meneruskan tidurnya
  • Pijat
    Pijat selembut mungkin dimulai dari kaki, tangan, dada lalu punggung bayi
  • Perhatikan Keadaan bayi
    Terutama pada saat ada suara keras atau bayi tidak nyaman karena dibedong atau baju yang terlalu ketat, rutin mengganti popok karena BAB dan BAK akan membuat bayi tidak nyaman

Walaupun kondisi ini tidak berbahaya, apabilan mengganggu atau membuat khawatir, lebih baik konsultasikan ke dokter.

Semoga bermanfaat.

By: Felicia Denisa

BACA JUGA: Don't Be A Bully, Mommy!

64 Felicia Denisa Send Message to Writer

Related Stories