Categories

Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Mengenal Nebulizer Dan Jenis Obat-Obatan yang Berhubungan Dengannya

HEALTH TIPS  |  01 Jun '18

Nebulizer merupakan sebuah alat yang mana bisa mengubah sejumlah obat-obatan yang berbentuk larutan menjadi sebuah aerosol secara terus menerus dengan menggunakan tenaga yang berasal dari udara, kemudian di padatkan atau melalui gelombang.

Nebulizer sendiri di temukan di Prancis sejak tahun 1859, yang mana alat ini menjadi salah satu pilihan untuk sejumlah kausus yang erat hubungannya dengan berbagia masalah inflamasi atau dalam kata lain obstruksi bronkus pada mereka yang menderita asma atau PPOK.

Obat-Obatan Untuk Nebulizer

Ada berbagia jenis obat-obatan yang mana cara kerjanya menggunakan nebulizer dengan dosis yang berbeda-beda. Dan untuk jenis obat-obatan yang cocok dengan Anda atau si penderita, maka sebaiknya Anda berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter. Bahkan untuk anak sendiri, dosisi obatnya jelas berbeda dengan orang dewasa, dan obat-obatan untuk nebulizer diantaranya adalah sebagai berikut:

  • Pulmicort
    Pulmicort sendiri merupakan jenis obat kombinasi antara anti radang dan juga obat yang mampu melonggarkan bagian saluran pernapasan. Pulmicort sendiri memiliki kandungan atau terbuat dari bahan-bahan aktif budesonide.
  • Ventolin
    Ventolin sendiri memiliki komposisi salbutamol sulfate, yang mana mampu proses penanganan serta pencegahan terjadinya serangan asma. Cara penanganan yang rutin terhadap bronkospasme kronik yang mana tidak mampu memberikan respon terhadap terapi konvesional, yaitu asma berat akut.
  • Flexotida
    Floxotida ini memiliki kandungan komposisi seperti flexotida, yang mana dlexotida ini adalah fluticasone propionate. Obat ini biasanya di gunakan untuk meredakan sejumlah gejala serta eksaserbasi penyakit asma pada penderita yang mana sebelumnya menerima terapi dengan bronkodilator saja atau bahkan mereka yang sebelumnya menjalankan bentuk terapi profilaksis lainnya.
  • Nacl
    Obat ini bertujuan untuk mengencerkan dahak. Pada kasus penderita yang mengalami asma berat, setelah memperoleh terapi inhalasi dengan menggunakan bronodilator bisa di lanjutkan dengan pemberian cairan Nacl sebanyak 0,9% dengan menggunakan nebulizer selama 20-30 menit saja, dengan penggunakaan sebanyak 3-4 kali dalam 1 hari.
  • Bisolvon Cair
    Obat jenis ini umumnya, memiliki fungsi guna mengencerkan dahak, sama seperti Nacl. Namun dosis yang di berikan jelas berbeda, untuk orang dewasa dosis yang diberikan sekitar 10 tetes/1 cc, sedangkan untuk anak-anak atau balita dosisi yang diberikannya sekitar 2 tetes/5 kg berat badan anak.
  • Atroven
    Atroven sendiri memiliki fungsi untuk melonggarkan bagian saluran pernapasan, yang mana memiliki komposisi dari ipratropium bromide. Atroven sendiri merupakan antikolinergik yang mana umumnya diberikan dalam bentuk aerosol serta memiliki sifat sebagai bronkodilator.
  • Berotex
    Bertotex ternyata memiliki fungsi untuk melonggarkan saluran pernapasan juga. Dan untuk sosisi yang diberikan kepada orang dewasa dan juga anak-anak yang berusia di atas 12 tahun yang memiliki kondisi asma akut diberikan sekitar 0,5 ml/10 tetes. Sedangkan untuk kasus asma yang lebih berat biasanya akan di berikan dosisi yang lebih tinggi, yaitu sekitar 1-1,25 ml/20-25 tetes, dan hal ini mungkin akan di butuhkan oleh si penderita.
  • Inflamid
    Inflamid sendiri memiliki fungsi atau bermanfaat sebagai anti peradangan yang mana jenis obat ini memiliki kandungan Benoxaprofen.
  • Combiven
    Obat ini merupakan salah satu bentuk obat kombinasi yang mana mampu melonggarkan sistem saluran pernapasan yang mana terdiri dari Ipratropium dan juga salbutamol sulphate.

Semoga bermanfaat.

By: Babyologist Editor

11146 Babyologist Indonesia

Comments

Related Stories