Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Mengenal Lebih Dalam Tentang Kanker Serviks

HEALTH TIPS  |  16 Aug '18


Kanker serviks merupakan salah satu jenis kanker yang terjadi di bagian leher rahim. Kondisi ini biasanya terjadi ketika ada beberapa sel yang terdapat di bagian leher rahim atau serviks yang tidak normal, kemudian sel tersebut terus berkembang dan tidak bisa dikendalikan.

Sejumlah sel yang tidak normal ini akan terus berkembang dengan sangat cepat, sehingga kondisi ini bisa mengakibatkan terjadinya tumor di bagian serviks. Tumor ganas yang berkembang inilah yang nantinya bisa menyebabkan kanker serviks berkembang.

Penting untuk diketahui, bahwa jenis kanker serviks ini merupakan salah satu jenis kanker yang sangat berbahaya, yang sering terjadi pada kaum wanita di seluruh dunia. Untuk mengetahui kondisi tersebut sejak dini, maka Anda bisa melakukan tes pap smear.

Tanda dan Gejala Kanker Serviks

Untuk mengetahui seseorang terjangkit jenis penyakit tersebut atau tidak, apa saja ciri dan gejala terjadinya kanker serviks? Di awal gejala, biasanya seseorang yang terkena penyakit ini tidak akan mengalami gejala apa pun. Mengapa? Karena pada dasarnya jenis ini tidak menunjukkan gejala apa pun sampai tumor benar-benar terbentuk. Jika tumor sudah terbentuk, maka tumor biasanya akan mendorong bagian organ yang berada di sekitarnya serta mengganggu sejumlah sel yang sehat.

Berikut adalah tanda-tanda kanker serviks:

  • Pendarahan yang tidak wajar pada bagian vagina
  • Siklus menstruasi yang tidak teratur
  • Nyeri pada bagian panggul
  • Rasa nyeri yang muncul saat berhubungan seksual
  • Nyeri di bagian pinggang
  • Badan terasa sangat lemas dan mudah lelah
  • Berat badan menurun secara drastis
  • Hilangnya nafsu makan
  • Keluarnya cairan vagina yang tidak normal
  • Salah satu kaki mengalami pembengkakan.

Kapan Saya Harus Periksa ke Dokter?

Jika tubuh menunjukkan beberapa tanda atau gejala kanker serviks yang sudah disebutkan di atas, maka Anda bisa langsung menemui dokter dan mencari tahu kondisi kesehatan saat ini. Namun jika sudah menikah dan aktif melakukan hubungan seksual, sebaiknya rutin memeriksakan diri ke dokter untuk memperoleh vaksin HPV, dan tidak perlu menunggu adanya gejala-gejala yang bisa mengindikasikan munculnya penyakit tertentu.

Penyebab Kanker Serviks

Umumnya kanker serviks disebabkan oleh human papillomavirus atau HPV. Virus ini tidak hanya terdiri dari 1 jenis, melainkan ada lebih dari 100 jenis. Namun jika kita lihat sejauh ini, hanya ada sekitar 13 jenis virus yang bisa menjadi penyebab kanker serviks, dan virus ini umumnya ditularkan saat melakukan hubungan seksual.

Tidak hanya itu, biasanya virus HPV ini akan menghasilkan 2 jenis protein di dalam tubuh wanita, yaitu E6 dan juga E7. Di mana kedua jenis protein ini sangat berbahaya, mengapa? Karena E6 dan E7 bisa menonaktifkan sejumlah gen tertentu yang berada di dalam tubuh wanita yang memiliki peran penting untuk menghentikan pertumbuhan tumor.

Kedua jenis protein ini juga mampu memicu munculnya sejumlah sel yang tumbuh di bagian dinding rahim secara aktif. Tumbuhnya bagian sel yang tidak normal inilah yang pada akhirnya bisa menjadi penyebab dari perubahan gen, yang bisa juga disebut sebagai mutasi gen. Mutasi gen inilah yang bisa menjadi penyebab utama terjadinya kanker serviks.

Siapa yang Berisiko Terkena Kanker Serviks?

Penyebab terjadinya kanker serviks yang utama adalah HPV. Namun ada juga beberapa faktor lainnya yang bisa meningkatkan peluang seseorang terjangkit jenis penyakit mematikan ini walaupun tidak memiliki riwayat infeksi HPV, di antaranya adalah:

  • Seseorang yang terinfeksi HPV, yang ditularkan melalui hubungan seksual, terutama dengan banyak orang.
  • Seseorang yang merokok
  • Imunosupresi
  • Seseorang yang terinfeksi klamidia
  • Kurang mengonsumsi buah dan sayur
  • Berat badan yang berlebih atau obesitas
  • Penggunaan kontrasepsi minum atau pil KB.
  • Hamil atau melahirkan di usia yang masih sangat dini
  • Faktor keturunan
  • Usia

Informasi di atas bukanlah pengganti nasihat dari pakar medis, maka dari itu Anda harus selalu berkonsultasi dengan dokter pilihan.

Bagaimana Cara Mendiagnosis Kanker Serviks?

Untuk mendiagnosisi jenis kanker serviks ini, biasanya dokter akan menggunakan tes pap smear. Dokter juga akan melakukan sejumlah tes lainnya yang bertujuan untuk melihat sel kanker atau pre-kanker yang terdapat pada serviks jika tes pap smear yang dilakukan menunjukkan adanya malfungsi perubahan sejumlah sel, misalnya seperti biopsi.

Jika kedua tes tersebut sudah dilakukan, maka dokter juga bisa memberi rujukan untuk kembali memeriksakan diri kepada dokter kandungan atau kepada dokter spesialis jika hasil tes yang dilakukan menunjukkan adanya pertumbuhan tumor di bagian serviks.

Bukan hanya tes pap smear, namun ada juga serangkaian tes lainnya yang bisa Anda lakukan untuk mengetahui adanya tumor yang bisa menyebabkan kanker serviks atau tidak, di antaranya:

  • Kolposkopi
  • Cone biopsy

Jika dokter meyakini Anda memiliki gejala penyakit kanker serviks, maka dokter akan melakukan pemeriksaan lanjutan yang akan mengetahui seberapa parah kondisi penyakit tersebut. Tes yang diikuti biasanya meliputi:

  • Memeriksakan bagian rahim, rectum, vagina, dan juga bagian kemih jika terdeteksi adanya kanker.
  • Dokter akan melakukan tes darah untuk memeriksa kondisi bagian organ seperti pada tulang, ginjal dan darah.
  • Tes imaging atau pemindaian.

Apa Obat Kanker Serviks yang Sering Digunakan?

Ingat, semakin cepat Anda mendeteksi adanya gejala kanker serviks, maka semakin mudah pula memilih jenis pengobatan.

Proses pengobatan untuk mengatasi kanker serviks tidak mudah, bahkan rumah sakit akan menyediakan tim khusus yang sudah ahli dengan kasus tersebut untuk mengatasi kondisi Anda di tahapan awal dan tahapan lanjutan.

Untuk mengatasi kanker serviks, dokter biasanya akan memberikan tiga pilihan kepada pasien, yaitu operasi, radioterapi dan kemoterapi.

Pencegahan Kanker Serviks

Di bawah ini ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mencegah terjadinya kanker serviks, di antaranya adalah:

  • Anda bisa berbicara kepada keluarga, teman atau bahkan dokter mengenai jenis penyakit tersebut.
  • Lakukanlah tes pap smear untuk mengetahui apakah Anda terjangkit penyakit tersebut atau tidak. Hal ini bertujuan untuk menemukan apakah terjadi perubahan sel atau HPV pada bagian serviks Anda atau tidak.
  • Jika usia Anda masih berada di bawah 26 tahun, maka Anda bisa memperoleh vaksin HPV yang bisa melindungi Anda dari 2 jenis HPV, yaitu HPV 16 dan HPV 18, karena kedua jenis HPV ini bisa menjadi penyebab kanker.
  • Hindarilah faktor utama penyebaran infeksi HPV dengan cara melakukan hubungan seksual yang aman, yaitu dengan melakukan kondom atau dengan tidak berganti-ganti pasangan.
  • Pastikan Anda menjalani gaya hidup sehat untuk mencegah terjadinya perkembangan kanker.

Semoga bermanfaat.

By: Babyologist Editor.

Yuk download aplikasi Babyo di Android & iOS dan bergabung dengan ribuan Moms lainnya untuk saling berbagi cerita dan mendapatkan rewards! You really don't want to miss out!

1027 Babyologist Indonesia

Comments

Related Stories

LATEST POSTS

[REVIEW MOMWID] BRAND'S Saripati Ayam, Essence of chicken

Ada yang pernah mendengar tentang sari pati ayam atau essence of chicken? Ternyata Saripati Ayam ini sangat bermanfaat untuk Ibu Menyusui [...]

Kenali Gejala Dan Penanganan Anemia Pada Si Kecil

Apa gejala anemia pada si Kecil? Apa yang harus dilakukan jika si Kecil terkena anemia?

Hal-Hal Sederhana Untuk Mencegah Penyebaran Virus Corona Ala Mom Risny

Yuk simak cara Mom Risny menjaga keluarganya dari virus Corona.

What is Eczema?

What is Eczema?

Perhatikan Hal Berikut untuk Mencegah Virus Corona

Maraknya virus corona banyak membuat orang tua panik. Simak tips berikut agar si Kecil terhindar dari virus ini yuk Moms and Dads!

Penting untuk Diperhatikan Pasca Persalinan

Momen setelah bersalin tentu membahagiakan ya Moms and Dads. Tapi ada hal-hal penting yang perlu diperhatikan loh! Yuk, simak berikut ini.

Tips Mengenakan Masker untuk Si Kecil Demi Mencegah Coronavirus

Mengenakan masker merupakan salah satu cara pencegahan si Kecil tertular virus Corona. Tapi bagaimana jika si Kecil menolak masker?

Mengatasi Sinusitis Pada Balita

Pernah mendengar balita terkena sinusitis? Apa tandanya? Bagaimana cara mengatasinya? Yuk simak berikut ini!

Pengalamanku Alami Wasir Stadium 3 Pasca Melahirkan

Wasir setelah melahirkan? Pasti ga nyaman ya Moms. Yuk simak cerita berikut ini.

Mengenal Kulit Bayi dan Cara Menjaganya

Atopic dermatitis adalah kelainan kulit kronis yang menyerang 15-20% anak-anak serta 3% orang dewasa.

Cara Membuat Mosquito Spray Repellent dengan Variasi Essential Oil

Salah satu fungsi minyak esensial adalah dapat digunakan sebagai anti nyamuk. Bagaimana cara membuatnya?

Apakah Suntik TT Aman? Bagaimana Jika Tidak Suntik TT Sebelum Menikah?

Vaksin TT akan membantu dalam pencegahan tetanus dan sangat diperlukan bagi calon pengantin.

Sindrom Marfan: Kelainan Genetik pada Jaringan Ikat Manusia

Kelainan genetik pada jaringan ikat ini paling umum memengaruhi mata, pembuluh darah, tulang & jantung.

Mengenal Gejala Sindrom Bipolar, Gangguan Kepribadian Ganda Serius

Sindrom bipolar adalah gangguan mental yang ditandai dengan perubahan suasana hati ekstrem dan fluktuasi tinggi.

Mengenal Sindrom Behcet, Kelainan Langka yang Menyerang Pembuluh Darah

Sindrom Behcet merupakan kelainan langka yang menyebabkan pembuluh darah di seluruh tubuh mengalami peradangan.

Sindrom Asherman, Sindrom Langka yang Pengaruhi Menstruasi

Apa itu sindrom asherman yang mempengaruhi menstruasi pada wanita? Yuk kenali lebih dekat sindrom langka ini

Campak Jerman Pada Busui Apakah Berbahaya?

Campak jerman atau yang dikenal dengan campak 3 hari, sebenarnya berbeda dengan campak pada umumnya loh Moms.

Sindrom Klinefelter dan Dampaknya Terhadap Kesuburan Pria

Sindrom Klinefelter adalah kondisi genetik yang cukup umum ditemukan hanya pada pria. Bagimana dampaknya pada kesuburan?

9 Gejala Diabetes Tipe 2 yang Harus Diwaspadai

Mengenali tanda-tanda dan gejala awal dari kondisi kronis ini sangat perlu agar penderita dapat segera dirawat.

Pengertian, Penyebab dan Gejala Penyakit Kista

Benjolan berbentuk kantung yang dapat muncul di mana saja di tubuh ini dapat dialami oleh semua kalangan usia.