Categories

Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Mengenal Lebih Dalam Informasi Mengenai Vaksin Tetanus

HEALTH TIPS  |  10 Jun '18

Vaksin tetanus memang di anjurkan di berikan kepada seluruh masyarakat Indonesia terutama bayi dan juga anak-anak oleh organisasi kesehatan dunia yaitu WHO. Vaksin ini perlu diberikan secara rutin guna menghindari terjadinya penyebaran penyakit tetanus yang sangat berbahaya. 

Vaksin tetanus umumnya akan diberikan guna mencegah terjadinya infeksi terhadap bakteri Clostridium tetani yang mampu menghasilkan racun serta bisa menyebabkan kekakuan pada bagian otak. Bukan hanya itu, infeksi tetanus ini juga bisa berujung pada kondisi kesehatan yang lebih serius hingga kematian, apalagi jika tidak diatasi dengan tepat. 

Umumnya virus atau bakteri yang menyebabkan penyakit tetanus ini berada di tanah atau bahkan lumpur, yang kemudian bisa masuk ke dalam tubuh melalui sejumlah luka atau bahkan bisa juga masuk melalui area terbuka di bagian kulit. Dan virus ini juga bisa di temukan di kotoran hewan atau bahkan manusia itu sendiri.  

Hal yang sangat mengerikan, bahwa penyakit ini bisa menyerang buah hati Anda saat ia lahir, ketika proses perawatan tali pusarnya tidaklah berlangsung baik, seperti alat yang di gunakan untuk memotong tali pusar yang tidak steril. Dan faktor yang bisa menyebabkan munculnya penyakit ini pada bayi adalah ketika seorang ibu hamil yang tidak memperoleh imunisasi atau vaksin tetanus di usia kehamilannya. 

Penting untuk Anda ketahui, bahwa ada beberapa jenis vaksin tetanus yang memang bisa melindungi buah hati Anda dari serangan penyakit tersebut, diantaranya adalah sebagai berikut: 

Diphtheria, tetanus, pertusis, polio dan Haemophilus influenza type b atau DTaP/IPV/Hib diberikan pada anak ketika berusia di bawah 10 tahun.

IDAI merekomendasikan agar vaksin jenis tetanus ini di berikan ketika Si Kecil berusia 2, 3, dan juga 4 bulan, dan akan dilakukan pemberian vaksin ulangan atau vaksin booster di usianya yang menginjak usia 18 bulan dan di usia 5 tahun. Dan untuk anak-anak yang berusia di atas 10 tahun, juga orang dewasa yang belum pernah sama sekali memperoleh jenis vaksin ini, maka vaksin ini akan diberikan sebanyak 3 kali dalam dalam periode 1 bulan sekali pemberian vaksin jenis Td atau IPV. 

Diphtheria, tetanus, pertussis dan polio atau DTaP/IPV yang diberikan kepada anak di bawah 7 tahun, dimulai dari usia 2 bulan.  

Vaksin jenis ini merupakan salah satu jenis vaksin yang diberikan sebagai jenis vaksin dosis keempat dari semua jenis vaksin yang berjumlah 5 dosis, dan termasuk ke dalam golongan vaksin yang di anjurkan. 

Tetanus, diphtheria dan polio atau Td/IPV yang diberikan kepada anak yang lebih besar dan orang dewasa.

Vaksin jenis ini merupakan salah satu jenis vaksin yang diberikan kepada anak-anak sebagai dosis kelima dari jumlah vaksin yang dianjurkan bukan di wajibkan. Namun meskipun dianjurkan, Anda harus tetap memberikan vaksin ini guna menjaga kesehatan buah hati Anda.

Jika Anda atau bahkan Si Kecil mengalami luka di bagian tubuhnya, apalagi jika luka tersebut kotor, maka biasanya Anda atau bahkan buah hati Anda akan di sarankan untuk memperoleh immunoglobulin anti-tetanus, terlepas dari riwayat pemberian vaksin lainnya di waktu sebelumnya. Suntikan immunoglobulin ini sangat ampuh dan bertujuan guna memberikan sebuah perlindungan tambahan terhadap serangan bakteri penyebab munculnya penyakit tetanus. 

Penting untuk Moms ketahui, bahwa memperoleh vaksin tetanus ini sangatlah dianjurkan dan sangat penting, terutama untuk bayi dan juga naak-anak. Namun meskipun di anjurkan untuk bayi atau anak-anak, bukan berarti Anda tidak di perbolehkan untuk memperoleh vaksin jenis ini, karena memang vaksin ini boleh diterima siapa saja terutama yang memiliki riwayat tertentu. 

Bukan hanya itu, Anda juga bisa mencari sejumlah informasi lainnya atau bahkan bisa berkonsultasi dengan dokter mengenai vaksin tetanus ini dan jenis vaksin lainnya. Agar Anda bisa lebih memahami kandungan, manfaat dan jadwal atau agenda terbaik untuk memperolehnya.

Semoga bermanfaat.

By: Babyologist Editor

366 Babyologist Indonesia

Comments