THE DAILY

Banana Steam Cake Banana Steam Cake
23 Jul '18

Baby-O-Review Dr. Brown's Tooth & Gum Wipes Baby-O-Review Dr. Brown's Tooth & Gum Wipes
23 Jul '18

Moms, Jangan Sering-Sering Keramas ! Kenapa? Moms, Jangan Sering-Sering Keramas ! Kenapa?
23 Jul '18

Tips Memilih Babysitter Untuk si Kecil Tips Memilih Babysitter Untuk si Kecil
23 Jul '18

Benarkah Exclusive Pumping bisa Menyebabkan ASI kering? Benarkah Exclusive Pumping bisa Menyebabkan ASI kering?
23 Jul '18

Menu Nasi Tim Andalan si Kecil Menu Nasi Tim Andalan si Kecil
23 Jul '18

Tumbuhan Ajaib Penyembuh Luka Tumbuhan Ajaib Penyembuh Luka
23 Jul '18

Mainan yang Cocok untuk si Kecil Usia 12-18 Bulan Mainan yang Cocok untuk si Kecil Usia 12-18 Bulan
23 Jul '18

Sop Iga Rekomendasi Booster Berat Badan Anak Sop Iga Rekomendasi Booster Berat Badan Anak
23 Jul '18

Benarkah Bra Berkawat Sebabkan Kanker Payudara? Benarkah Bra Berkawat Sebabkan Kanker Payudara?
23 Jul '18

Tips Menyiasati Anak Laki-Laki 2 tahun yang Sangat Aktif Tips Menyiasati Anak Laki-Laki 2 tahun yang Sangat Aktif
23 Jul '18

Tips Mengatasi Hidung Tersumbat Tips Mengatasi Hidung Tersumbat
23 Jul '18

Pahami Berbagai Macam Kontraksi Persalinan Pahami Berbagai Macam Kontraksi Persalinan
22 Jul '18

Membuat Tes Kehamilan Dengan Bahan yang Ada Di Rumah Membuat Tes Kehamilan Dengan Bahan yang Ada Di Rumah
22 Jul '18

Interaksi Antibiotik dan Pil KB: Bagaimana Cara Kerjanya? Interaksi Antibiotik dan Pil KB: Bagaimana Cara Kerjanya?
22 Jul '18

Segudang Manfaat Edamame Untuk Ibu Hamil Segudang Manfaat Edamame Untuk Ibu Hamil
22 Jul '18

Mengenal Jenis Imunisasi dan Cara Pemberiannya Mengenal Jenis Imunisasi dan Cara Pemberiannya
22 Jul '18

Apakah Kekentalan Sperma Mempengaruhi Kesuburan? Apakah Kekentalan Sperma Mempengaruhi Kesuburan?
22 Jul '18

Manfaat Kayu Manis dan Madu untuk Program Hamil Manfaat Kayu Manis dan Madu untuk Program Hamil
22 Jul '18

Pentingnya Imunisasi BCG Pentingnya Imunisasi BCG
22 Jul '18

Cara Menyusui dengan Benar dan Menyenangkan Cara Menyusui dengan Benar dan Menyenangkan
22 Jul '18

Perbedaan IUD Dan Pil KB, Mana yang Lebih Efektif? Perbedaan IUD Dan Pil KB, Mana yang Lebih Efektif?
22 Jul '18

Review : Himalaya Pink Salt Review : Himalaya Pink Salt
21 Jul '18

Kenali Jenis Gaya Merangkak Bayi Kenali Jenis Gaya Merangkak Bayi
21 Jul '18

PCOS dan Kesuburan: Apakah Berpengaruh? PCOS dan Kesuburan: Apakah Berpengaruh?
21 Jul '18

Si Kecil Tetap Kurus Walau Minum ASI, Mengapa? Si Kecil Tetap Kurus Walau Minum ASI, Mengapa?
21 Jul '18

Kontra Indikasi Imunisasi DPT Kontra Indikasi Imunisasi DPT
21 Jul '18

Bumbu Dapur Untuk MPASI, Amankah? Bumbu Dapur Untuk MPASI, Amankah?
21 Jul '18

Obat Demam Tradisional yang Aman untuk Ibu Menyusui Obat Demam Tradisional yang Aman untuk Ibu Menyusui
21 Jul '18

Gejala Toxoplasma dan Pencegahannya Gejala Toxoplasma dan Pencegahannya
21 Jul '18

READ MORE

Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Mengenal LDR (Let-Down Reflex)

FEEDING  |  07 Dec '17

Apa itu LDR? LDR atau Let-down reflex adalah refleks keluarnya ASI dari payudara. Refleks ini terjadi ketika saraf dalam payudara terstimulasi (baik oleh hisapan bayi maupun pompa ASI) dan memberi sinyal untuk mengeluarkan hormon oksitosin. 

Beberapa dari Anda mungkin tidak merasakannya, tetapi jangan khawatir, bukan berarti let-down reflex Anda tidak bekerja. Let-down reflex dimulai dari isapan bayi / pompa ASI pada payudara yang kemudian merangsang saraf-saraf yang ada pada puting ibu. Saraf-saraf ini kemudian menyebabkan hormon prolaktin dan oksitosin dilepaskan ke aliran darah ibu. Hormon prolaktin bereaksi terhadap jaringan penghasil ASI di payudara Anda. Sedangkan, hormon oksitosin berfungsi untuk mendorong otot-otot kecil di sekitar sel penghasil ASI untuk berkontraksi. Kontraksi ini menyebabkan payudara mendorong ASI keluar (let-down). Berapa lama let-down reflex bekerja saat ibu menyusui berbeda-beda antar individu, bahkan berbeda antara waktu menyusui satu dengan yang lainnya. Namun, biasanya let-down reflex bekerja beberapa detik sampai beberapa menit saja saat menyusui. 

Ciri-ciri terjadinya LDR antara lain :

  • Sensasi geli (tingling)
  • Ibu mungkin akan merasa kram pada bagian rahimnya pada minggu-minggu pertama menyusui.
  • Payudara tiba-tiba terasa penuh, bila diraba terasa kencang dan kadang berbenjol.
  • Anda merasa kesemutan atau sensasi panas pada payudara Anda saat menyusui / pumping.
  • Bayi mengalami perubahan pola mengisap puting payudara ibu dari hisapan cepat dangkal ke hisapan lambat dalam yang berirama. Hisapan lambat dalam ini adalah hisapan yang sesungguhnya, dalam arti bayi sedang menyusu secara aktif.
  • ASI Anda menetes dari payudara satunya yang tidak sedang diisap bayi / tidak sedang dipompa.
  • Saat menyusui, ibu merasa lebih tenang dan rileks, bahkan kadang ibu merasa kantuk.
  • Ibu merasa sangat haus saat menyusui / pumping.
  • Bayi menelan lebih sering, bahkan terkadang suara bayi saat menelan sampai terdengar di telinga ibu saat bayi menyusu.

Let-down reflex menjamin bahwa bayi Anda mendapat cukup ASI dan dapat terjadi lebih dari satu kali dalam satu sesi menyusui / pumping. Karena itu, ketika menyusui atau memompa usahakan bisa terjadi beberapa kali LDR. Bagaimana cara agar let-down reflex terjadi?

  • Pijat payudara dengan lembut.
    Genggam payudara dengan tangan Anda seperti membentuk huruf C, kemudian pijat ke arah puting dengan gerakan seperti menggulung. Lakukan ini beberapa menit sebelum menyusui atau memompa.
  • Pikirkan bayi Anda.
    Umumnya ASI akan lebih mudah keluar ketika Anda dekat dengan bayi. Ketika Anda berada jauh darinya, foto, video, atau suara tangisan bayi dapat membantu menstimulasi.
  • Minum minuman hangat sebelum memompa.
    Hal ini akan membuat tubuh Anda relax dan mendukung hormon oksitosin untuk bekerja.
  • Jangan stress, relax.
    Percaya atau tidak namun ketika pikiran anda stress, maka tubuh pun juga akan meresponinya. Menyusuilah atau memompa dengan hati dan pikiran yang tenang. Kalau perlu, lakukan sambil menonton film atau drama Korea kesukaan Anda. 
  • Berpikir positif.
    Awal-awal pumping, saya selalu melihat ke arah botol pumping, kapan penuhnya. Ini salah besar yah, Moms. Yang ada malah ga keisi-isi botolnya. Setelah saya ga fokus melihat ke botol lagi dan menikmati sesi pumping, produksi ASI malah mulai bertambah.
  • Lebih sering memompa.
    Semakin sering memompa (2-3 jam sekali), LDR akan lebih mudah dicapai.

Semoga bermanfaat.

Source: klikdokter.com

By: Valent Cindy

BACA JUGA: ASI Seret Saat Menstruasi, Kenapa Ya?

1020 Valent Cindy Send Message to Writer

Related Stories