Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Mengenal Kulit Bayi dan Cara Menjaganya

HEALTH TIPS  |  19 Nov '19


Berbeda dengan orang dewasa, kulit bayi masih sangat sensitif. Hal inilah yang membuat kita wajib memerhatikan kesehatan kulitnya agar senantiasa lembut dan sehat.

Fungsi Kulit

Berikut fungsi-fungsi kulit:

  • Regulasi Suhu Tubuh: Kita berkeringat saat panas serta menggigil saat kedinginan
  • Proteksi: Menjaga kelembaban kulit serta mencegah infeksi/bahan kontaktan masuk
  • Sensasi: Membedakan rasa raba, nyeri, serta panas/dingin
  • Ekskresi: Mengeluarkan bahan hasil metabolisme tubuh (air, garam, urea)
  • Pembentukan Vitamin D: Membantu dalam pembentukan Vitamin D dengan bantuan Sinar Matahari

Meskipun begitu, kulit bayi lebih tipis daripada orang dewasa. Alergi pada bayi disebabkan dari 2 faktor yaitu internal (genetik) dan eksternal (lingkungan).

Atopic Dermatitis

Atopik dermatitis adalah kelainan kulit kronis yang menyerang 15-20% anak-anak serta 3% orang dewasa. Kondisi ini dapat disertai dengan keluhan alergi lain (asma, rhinitis alergi, alergi makanan). Pada penderita atopic dermatitis, kulit cenderung kering dan lebih sensitif karena kehilangan barier perlindungan kulit (akibat genetik). Selain faktor genetik, atopic dermatitis juga dipengaruhi oleh faktor eksternal. Diantaranya sebagai berikut:

  1. Iklim: kelembaban yang rendah akan mempengaruhi air kulit ke udara. Polusi membuat kulit menjadi lebih mudah untuk terkena penyakit.
  2. Inhalan: kutu debu rumah, rumput/tanaman
  3. Produk topikal: sabun, bedak, minyak-minyakan, parfum, detegen

Atopic dermatitis dapat dialami oleh siapa pun, termasuk bayi. 50% Menunjukkan gejala alergi di tahun pertama kehidupan bayi. 85% Menunjukkan gejala alergi di bawah 5 tahun, dan 70% Remisi spontan sebelum pubertas.

Normal Skin: Pada kulit yang sehat didapatkan perlindungan yang baik sehingga kelembaban kulit tidak mudah keluar serta substansi luar tidak mudah untuk penetrasi ke dalam dan menimbulkan masalah.

Compromised Skin (dry, atopic): Pada kulit yang kering atau atopik, terdapat gangguan pada lapisan perlindungan kulit sehingga kelembaban kulit hilang serta kulit menjadi lebih rentan untuk timbul masalah apabila terkena bahan eksternal.

Produk 'habitual':

1. Minyak Telon

90% penggunaan minyak telon ditujukan untuk menghangatkan tubuh bayi, 80% karena kebiasaan yang diturunkan oleh orang tua, dan 70% karena bau minyak telon = bau bayi. Untuk kulit bayi yang sensitif, minyak telon bisa jadi salah satu yang beresiko mengiritasi kulitnya, solusinya: orang tua bisa mengoleskan minyak telon di baju bayi.

2. Minyak Esensial

Banyak minyak esensial yang berubah menjadi sensitizer kuat saat terkena udara. Timbul senyawa seperti Peroksida, Epoksida, Endoperoksida. Semakin konsentrat sebuah minyak esensial lebih mudah menyebabkan iritasi dan reaksi alergi.

3. Bedak Talk

Talk/talkum adalah mineral yang mengandung Magnesium, Silicon, Oksigen dan beberapa mengandung Asbestos. Talk dengan kandungan Asbestos dapat menyebabkan kanker paru apabila terhirup.

4. Tisu Basah (Wet Wipes)

Tisu basah dapat membersihkan kotoran pada kulit pada kondisi dimana tidak dapat membersihkan dengan air dan sabun. Akan tetapi kandungan alkohol dan paraben dapat meningkatkan reaksi iritasi pada kulit. Perlu juga diperhatikan kandungan Methylisothiazolinone yang telah menyebabkan reaksi alergi cukup banyak di dekade terakhir. 

Kandungan yang baik dalam baby wipes adalah:

  • Cleanser: membantu membersihkan kotoran dari kulit
  • Alcohol free: mencegah iritasi kulit
  • Emollient: melembutkan pada kulit
  • Appropiately Preserved: mencegah kontaminasi mikroba
  • Acidic PH: mendukung fungsi perlindungan alami kulit dan menghambat iritasi

Produk yang baik untuk kulit anak:

  • Gunakan sesuai dengan kebutuhannya bukan karena kebiasaan (seperti: memakaikan minyak telon supaya wangi bayi)
  • Sadari reaksi yang dapat timbul dari bahan aditif maupun natural
  • Perbaiki struktur kulit bayi dengan bahan yang aman dan sesuai dengan kondisi kulit yang sebenarnya

Cara menjaga kulit anak yang benar:

  1. Jaga kulit agar tetap lembab: Gunakan pelembab yang sesuai dan aman untuk bayi. Mandi dengan air yang tidak panas serta tidak terlalu lama.
  2. Kurangi penggunaan produk habitual: Hanya gunakan produk habitual apabila anak Anda tidak alergi dan memerlukannya.
  3. Jaga kulit agar selalu nyaman: Kurangi kegiatan yang berkeringat serta pastikan lingkungan sekelilingnya selalu bersih.
  4. Mengetahui kapan harus berobat: Tidak semua produk yang berada di  OTC (Over The Counter) dapat mengatasi kulit anak Anda. Konsultasikan ke dokter Anda.

 

Yuk download aplikasi Babyo di Android & iOS dan bergabung dengan ribuan Moms lainnya untuk saling berbagi cerita dan mendapatkan rewards! You really don't want to miss out!

561 Dr. Calvin Santosa M.biomed Sp.kk

Comments

Related Stories

LATEST POSTS

Kenali Gejala Dan Penanganan Anemia Pada Si Kecil

Apa gejala anemia pada si Kecil? Apa yang harus dilakukan jika si Kecil terkena anemia?

Hal-Hal Sederhana Untuk Mencegah Penyebaran Virus Corona Ala Mom Risny

Yuk simak cara Mom Risny menjaga keluarganya dari virus Corona.

What is Eczema?

What is Eczema?

Perhatikan Hal Berikut untuk Mencegah Virus Corona

Maraknya virus corona banyak membuat orang tua panik. Simak tips berikut agar si Kecil terhindar dari virus ini yuk Moms and Dads!

Penting untuk Diperhatikan Pasca Persalinan

Momen setelah bersalin tentu membahagiakan ya Moms and Dads. Tapi ada hal-hal penting yang perlu diperhatikan loh! Yuk, simak berikut ini.

Tips Mengenakan Masker untuk Si Kecil Demi Mencegah Coronavirus

Mengenakan masker merupakan salah satu cara pencegahan si Kecil tertular virus Corona. Tapi bagaimana jika si Kecil menolak masker?

Mengatasi Sinusitis Pada Balita

Pernah mendengar balita terkena sinusitis? Apa tandanya? Bagaimana cara mengatasinya? Yuk simak berikut ini!

Pengalamanku Alami Wasir Stadium 3 Pasca Melahirkan

Wasir setelah melahirkan? Pasti ga nyaman ya Moms. Yuk simak cerita berikut ini.

Cara Membuat Mosquito Spray Repellent dengan Variasi Essential Oil

Salah satu fungsi minyak esensial adalah dapat digunakan sebagai anti nyamuk. Bagaimana cara membuatnya?

Apakah Suntik TT Aman? Bagaimana Jika Tidak Suntik TT Sebelum Menikah?

Vaksin TT akan membantu dalam pencegahan tetanus dan sangat diperlukan bagi calon pengantin.

Sindrom Marfan: Kelainan Genetik pada Jaringan Ikat Manusia

Kelainan genetik pada jaringan ikat ini paling umum memengaruhi mata, pembuluh darah, tulang & jantung.

Mengenal Gejala Sindrom Bipolar, Gangguan Kepribadian Ganda Serius

Sindrom bipolar adalah gangguan mental yang ditandai dengan perubahan suasana hati ekstrem dan fluktuasi tinggi.

Mengenal Sindrom Behcet, Kelainan Langka yang Menyerang Pembuluh Darah

Sindrom Behcet merupakan kelainan langka yang menyebabkan pembuluh darah di seluruh tubuh mengalami peradangan.

Sindrom Asherman, Sindrom Langka yang Pengaruhi Menstruasi

Apa itu sindrom asherman yang mempengaruhi menstruasi pada wanita? Yuk kenali lebih dekat sindrom langka ini

Campak Jerman Pada Busui Apakah Berbahaya?

Campak jerman atau yang dikenal dengan campak 3 hari, sebenarnya berbeda dengan campak pada umumnya loh Moms.

Sindrom Klinefelter dan Dampaknya Terhadap Kesuburan Pria

Sindrom Klinefelter adalah kondisi genetik yang cukup umum ditemukan hanya pada pria. Bagimana dampaknya pada kesuburan?

9 Gejala Diabetes Tipe 2 yang Harus Diwaspadai

Mengenali tanda-tanda dan gejala awal dari kondisi kronis ini sangat perlu agar penderita dapat segera dirawat.

Pengertian, Penyebab dan Gejala Penyakit Kista

Benjolan berbentuk kantung yang dapat muncul di mana saja di tubuh ini dapat dialami oleh semua kalangan usia.

Ini 4 Gejala Penyakit Kanker Payudara yang Dapat Langsung Moms Kenali

Kanker payudara adalah sebuah penyakit yang disebabkan oleh ketidaknormalan pertumbuhan sel-sel di payudara.

Apakah Haid Tak Teratur Adalah Gejala Kanker Rahim? Ini Jawabannya

Ada beberapa hal yang menjadi penyebab haid tak teratur, haid lebih pendek, atau haid lebih panjang daripada biasanya.