Categories

Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Mengenal Kejang Demam

HEALTH TIPS  |  11 Apr '18

Hal yang paling ditakuti kebanyakan orangtua saat anaknya mengalami demam adalah kejang! Yaa, banyak sekali orangtua yang buru-buru memberikan antiperik atau obat pereda demam saat anaknya demam dengan suhu 38 derajat celcius. Padahal, tidak semua anak akan mengalami kejang saat demam loh, kejang demam (KD) hanya terjadi pada 3 – 5 % anak di bawah 5 tahun. Pemberian antiperik pun tidak bisa mencegah terjadinya kejang demam apabila diberikan kepada anak yang memang beresiko mengalami kejang demam. Yang orangtua harus pahami adalah bagaimana cara mengatasi anak saat kejang demam.

Kejang demam dibagi dalam dua bagian, yaitu kejang demam sederhana dan kejang demam kompleks :

Kejang demam sederhana

  • Berlangsung tidak sampai 15 menit
  • Kejang bersifat umum (kaku seluruh tubuh dan anak tidak sadar)
  • Hanya terjadi satu kali kejang demam dalam 24 jam

Kejang demam kompleks

  • Bisa berlangsung sampai 15 menit
  • Kejang fokal (gerakan salah satu atau beberapa anggota tubuh)
  • Kejang lebih dari satu kali dalam 24 jam

Anak yang pernah mengalami kejang demam pertama kalinya, mempunyai peluang 30 – 35% untuk mengalami kejang demam berikutnya, dan tidak ada patokan suhu demam yang sama, serta tidak selalu terjadi pada setiap “episode” demam. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi si kecil bisa mengalami kejang demam, diantaranya adalah memiliki orangtua atau saudara kandung dengan riwayat kejang demam dan mengalami kejang demam saat berusia di bawah 15 bulan.

Berikut beberapa hal yang dapat orangtua lakukan apabila si kecil mengalami kejang demam :

  • Usahakan jangan panik!
  • Letakan anak di tempat yang datar, jangan digendong apalagi didekap erat.
  • Posisikan anak miring atau tengkurap, dengan tujuan menghindari tersedak jika anak sedang makan atau minum saat kejang.
  • Jangan pernah masukan apapun ke dalam mulut dengan alasan khawatir lidah tergigit lalu putus. Tidak pernah ada laporan lidah putus karena anak kejang.
  • Jika kejang berlangsung lebih dari 5 menit, segera bawa anak ke dokter terdekat.
  • Jangan pernah memberikan kopi! Kopi tidak terbukti dapat mencegah atau meredakan kejang demam.
  • Berdoa, dan tetap tenang supaya kejang segera berakhir.

Bagaimana pun juga, kejang demam dipicu oleh demam yang dialami si kecil. Seperti yang sudah kita ketahui, demam bukanlah suatu penyakit melainkan adalah gejala dari penyakit. Apakah itu selesma, roseola, pasca imunisasi, dll. Maka, yang harus dicari tahu adalah penyebab demamnya si kecil.

Oh iya, kejang demam cenderung tidak berbahaya yaa mommies, dan tidak merusak otak. Lain hal nya dengan infeksi susunan saraf pusat (SSP)  yang sangat pontesial merusak otak. Perbedaannya, kalau kejang demam disebabkan oleh demamnya itu sendiri (suhu >38 derajat celcius) sedangkan infeksi SSP yang ditandai dengan kejang dan demam, penyebabnya adalah infeksi kuman di dalam SSP.

Lalu, bagaimana membedakannya? Kejang demam paling lama berhenti sendiri dalam 15 menit. Setelah kejang, si kecilpun sadar dengan sendirinya. Sedangkan infeksi SSP seperti menginitis, kejang bisa berlangsung lebih dari 15 menit dan pasca kejang anak cenderung tidak sadar juga kejang sering berulang dalam waktu yang berdekatan.

 

Semoga bermanfaat.

By: Kartika Wulan Sari 

Referensi : dr. Arifianto, SP. A dan dr. Nurul I Hariadi, FAAP. 2017. Berteman dengan Demam. Depok : KataDepan

 

 

2436 Kartika Wulan Sari Send Message to Writer

Related Stories