Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Mengenal Karotenemia dan Karotenoderma

BABY  |  FEEDING  |  HEALTH TIPS  |  05 Jan '20


Moms sudah mengenal Karotenemia dan Karotenoderma? 


Karotenemia adalah menumpuknya karoten dalam darah, sedangkan Karotenoderma adalah keadaan dimana kulit bayi menjadi kuning bahkan mendekati jingga karena bayi terlalu banyak mengkonsumsi makanan yang mengandung beta karoten. Seperti yang kita tahu bahwa beta karoten sangat diperlukan oleh tubuh karena saat berada didalam tubuh, beta karoten akan dikonversi menjadi vitamin A yang akan menjaga kesehatan mata, kulit, dan fungsi neurologis. Namun, jika dikonsumsi terlalu banyak tidak akan membawa manfaat juga Moms. Jadi, diusahakan bayi mendapatkan beta karoten yang sesuai dengan usianya. 

Mengapa saya mengangkat topik ini? Karena bayi teman suami saya mengalami Karotenemia dan Karotenoderma karena setiap hari makanan utamanya adalah ubi kuning kukus dan wortel. By the way, bayinya tidak suka makan nasi, entah karena faktor Ibunya atau bayinya sendiri yang tidak suka dengan nasi. 

Nah, saat saya berkunjung ke DSA Rubi awal bulan kemarin saya sekalian menanyakan apakah Karotenemia dan Karotenoderma ini berbahaya atau tidak. Ternyata tidak berbahaya Moms karena tidak menyebabkan kerusakan organ, tetapi alangkah lebih baiknya dihindari. Siapa sih orangtua yang senang melihat kulit bayinya kuning? 

Oh ya, sebelum saya membahas cara menghindari Karotenemia dan Karotenoderma, Moms perlu memperhatikan ciri-ciri bayi yang terkena Karotenemia dan Karotenoderma ya. Apa saja?

- terjadi pada bayi usia 6 bulan keatas (sudah MPASI)
- kulit kuning mendekati jingga tapi bagian putih mata tetap berwarna putih (berbeda dengan penyakit kuning yang bagian putih mata menjadi kuning)
- bagi bayi berkulit gelap dapat terlihat dari bagian telapak tangan dan kaki yang berwarna kuning
- ujung hidung jika dipencet akan berwarna kuning 

Nah, setelah mengetahui ciri-cirinya apa yang harus Moms lakukan?

Caranya adalah mengurangi pemberian makanan yang tinggi beta karoten (tidak perlu menghentikan ya Moms karena Karotenemia dan Karotenoderma akan menghilang sendiri dalam beberapa minggu). Makanan apa yang mengandung beta karoten tinggi? Misalnya labu kuning, jagung, wortel, ubi kuning, pepaya, mangga, tomat, jeruk, atau kuning telur. Beta karoten juga ditemukan dalam sayuran hijau misalnya bayam, kacang polong, dan buncis.

Mengapa perlu mengurangi masuknya beta karoten? Karena saat MPASI, bayi memerlukan makanan yang bergizi seimbang dan utamakan untuk memberi asupan protein yang banyak karena protein sangat bermanfaat untuk tumbuh kembang bayi. Dan meskipun bayi tidak mendapatkan beta karoten langsung dari makanan, bayi bisa mendapatkannya dari Moms saat menyusui. 

Semoga bermanfaat 😊

Yuk download aplikasi Babyo di Android & iOS dan bergabung dengan ribuan Moms lainnya untuk saling berbagi cerita dan mendapatkan rewards! You really don't want to miss out!

101 H Eka Putri

Comments

Related Stories