Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Mengenal Breastfeeding Jaundice: Kuning pada Baby A

BABY  |  FEEDING  |  MY STORY  |  22 Aug '19


Baby A terlahir melalui proses sectio pada week 37 dengan berat 3,1kg. Proses sectio dilakukan lebih awal dikarenakan baby A terlilit tali pusat dan gerak kurang aktif. Proses operasi dan pemulihan berjalan lancar. Saya bertekad baby A harus asi eksklusif, alhamdulillah asi saya keluar di hari ketiga. Pada hari keempat, walaupun baby A terlihat kuning, kami boleh pulang dari RS karena bilirubin baby A masih tergolong normal (10).

Kontrol DSA 1 (baby A 1 minggu): masih kuning.

Dokter bertanya apakah asi cukup? Asi cukup bisa ditandai dengan merembesnya asi pada payudara yang satu ketika menyusui dengan payudara lainnya. Saya jawab: ya cukup (saat itu rembesan asi yang saya tampung bisa mencapai 40ml). Apakah bayi BAK rutin minimal 6x per hari? Saya jawab: Ya
Mulailah nasihat terdengar, "susui terus dan jemur tiap pagi". Saya sudah tahu - baby A anak kedua saya - dan semua sudah saya lakukan.  Baby A dijemur tiap pagi dengan durasi 15-20 menit. Baby A nyusu sering sekali bahkan setiap setengah jam sekali walaupun memang durasinya pendek sekitar 5-10 menit lalu tertidur. Bangunkan dong! Sudah yah (mulai dari buka bedong, kelitik telinga, kelitik telapak kaki, dll.) tapi baby A tetap tidak mau lanjut nyusu.

Kontrol DSA 2 (baby A 1 bulan): masih kuning dengan kenaikan berat badan hanya 200gr.

Dari beberapa artikel yang saya baca normalnya kuning pada bayi menghilang di umur 2 minggu, jika kuning melebihi 2 minggu dikhawatirkan terdapat kerusakan pada hati dan / saluran empedu. Dengan kekhawatiran tsb, DSA merujuk kami untuk cek kembali kandungan bilirubin baby A. Alhamdulillah bilirubin direct dalam batas wajar, kekhawatiran kerusakan hati/empedu dapat ditepis namun total bilirubin masih tinggi mencapai 13,5. 
Kemungkinan terdapat masalah pada kuantitas asi yang terminum atau istilah kerennya breastfeeding jaundice.

Breastfeeding jaundice merupakan kuning pada bayi dikarenakan kurangnya konsumsi asi sehingga bilirubin yang terbuang melalui BAK/BAB menjadi lebih sedikit/lebih lambat. Didiagnosa seperti itu oleh DSA saya tak lantas terima.

Mengapa saya rasa asi saya cukup -ditandai dengan banyaknya rembesan- masih dibilang kurang konsumsi asi? DSA jawab: Dengan menyusui langsung, tidak dapat dipastikan kuantitas asi yang terminum bayi. Kurangnya konsumsi asi bisa karena 2 faktor: produksi asi yang sedikit atau memang si bayi malas menyusu. Ketika bayi malas menyusu dan payudara jarang dipompa maka produksi akan turun.

Bayi saya tidak terlihat dehidrasi, mengapa dibilang kurang konsumsi asi padahal aktif, BAK & BAB rutin? DSA jawab: frekuensi BAB/BAK tidak dapat menjadi indikator mutlak bayi cukup asi karena kita tidak bisa mengetahui jumlah banyaknya BAB/BAK tersebut.

Saran DSA:

Sementara jangan menyusui langsung, lakukan pompa payudara langsung minimal 3 jam sekali, dan berikan asip hasil pompa tersebut melalui botol, sehingga kita bisa pantau produksi dan konsumsi asi apakah cukup atau tidak. Untuk bayi 1 bulan minimal konsumsi asi 70-100ml, cukupi kekurangan konsumsi asi dengan susu formula.
Mendengar itu saya menangis, ok untuk kedua kalinya lagi saya tidak bisa asi eksklusif mungkin ada salah di saya juga tidak mulai pompa kosongkan asi sejak hari pertama. Well, saya memang bukan ibu wonderwoman yang sempat pompa 2-3 jam sekali mengingat kondisi saya yang harus urus anak pertama dan Baby A menyusu setengah-satu jam sekali. Tidak ada bantuan urus anak sama sekali -kalau saya cuti, mama saya tidak mau bantu urus anak sama sekali.

Saya lakukan saran DSA hanya sekali untuk membaca pola produksi asi saya. Hasilnya? Menyedihkan, hasil pompa hanya 40ml artinya kurang 60ml untuk mencukupi konsumsi susu baby A per 3 jam sekali. Hari berikutnya dengan bismillah dan yakin pada kata-kata sakti "supply akan mengikuti demand", saya tidak ikuti saran DSA, saya tetap menyusui langsung dan coba pompa kosongkan jika ada waktu, susu formula tetap diberikan 1 x 60ml. 

Kontrol DSA 2 (baby A 1,5 bulan): Alhamdulillah sudah tidak kuning dan kenaikan berat badan 1kg

Dari cerita saya, buat mommies semua jangan memandang sebelah mata ibu yang tidak asi eksklusif, bersyukurlah atas apa yang dimiliki dan janganlah terlontar pertanyaan “kenapa ga asi eksklusif saja?” Setiap ibu menginginkan yang terbaik untuk anaknya, walaupun akhirnya menambah konsumsi susu formula, pasti ibu sudah memiliki banyak pertimbangan. Semangat mengASIhi!

 

Yuk download aplikasi Babyo di Android & iOS dan bergabung dengan ribuan Moms lainnya untuk saling berbagi cerita dan mendapatkan rewards! You really don't want to miss out!

205 Liandra Intan

Comments

Related Stories

LATEST POSTS

Cerita Cinta dan Fakta Ketika Menyusui

Yuk simak cerita menyusui yang penuh cinta berikut ini dari Mom Yohana.

Review Bebi Bon Edamame, Abon Enak untuk MPASI

Saat berselancar di dunia maya, saya melihat produk Bebi Bon Edamame di salah satu e-commerce dan memutuskan untuk membelinya. Alasan saya [...]

Awal Mpasi Menu Tunggal atau Langsung 4*?

Hai Moms, setelah kemarin aku bikin kaldu homemade saatnya aku bergelut di dunia MPASI. Untuk awal masa MPASI, bagusnya si Kecil diberi menu [...]

Ingin Coba Self-Feeding? Perhatikan 5 Hal Ini

Moms ingin mencoba metode self-feeding saat si Kecil memasuk masa MPASI? Perhatikan 5 hal berikut agar self-feeding sukses, ya, Moms!

MPASI 4* Bubur Tempe Tomat

Tempe adalah makanan sejuta umat. Sumber protein nabati ini ternyata populer juga sebagai bahan utama resep MPASI. Berikut ini resep masakan [...]

Hal yang Harus Diperhatikan ketika si Kecil Mengonsumsi Susu

Pasti semua moms ingin selalu memberikan yang terbaik untuk buah hatinya.

ASI Booster & Vitamin ASI Favoritku

ASI booster dan vitamin sangat penting untuk ibu menyusui baik secara kuantitas maupun kualitas

Suplemen untuk Ibu Menyusui

Beberapa suplemen makanan dapat melengkapi kebutuhan nutrisi moms loh. Apa saja suplemennya?

Kenapa Bayi Saat Menyusu Berkeringat?

Saat menyusui tiba-tiba si kecil mengeluarkan keringat terutama di area wajah? Normalkah?

Food Maker VS Food Processor

Apa bedanya membuat MPASI menggunakan food maker dengan food processor?

Caraku Dalam Melarang Anak Makan Sesuatu

Apakah si Kecil sering makan sesuatu sehingga tidak ingin makan lagi ketika sudah waktunya? Yuk, simak cara mom Leny!

Awas! Pacifier Bisa Bikin si Kecil Bingung Puting!

Pacifier alias empeng satu benda yang membuat saya trauma sampai saat ini. Pasalnya benda tersebut

Naik Tekstur MPASI Sebelum Waktunya

Apakah si Kecil mengalami GTM terus Moms? Mungkin ia ingin naik tekstur seperti baby Jess! Simak pengalaman mom Indah.

Es Krim Sebabkan Bayi Lahir Besar, Mitos atau Fakta?

Bayi lahir dengan berat diatas rata-rata sering dikaitkan dengan hobi ibu yang gemar menyantap es krim, mitos atau fakta?

Sedihnya Harus Menyapih Dini

Tentu Moms semua setuju bahwa masa menyusui adalah salah satu masa yang akan selalu dikenang bahkan dirindukan.

Tekad Kuat Untuk Menyusui

Perjalanan menyusui memang tidak selalu mulus ya. Apa tips mudah dari mom Alifia? Yuk, simak informasinya!

Pengalaman Menghadapi Bayi Kolik

Pengalaman kolik ini terjadi pada bayi saya Faiq mulai umur 2 minggu.

Indahnya Menyusui Dari Hari Ke Hari

Kegiatan menyusui menjadi salah satu momen yang membahagiakan seperti yang dialami Mom Mita berikut ini

Management ASI Perah ala Mom Elisa

Selama ini Baby El selalu minum asi fresh.. bahkan yang dari chiller diangetin aja anaknya ga mau..

MPASI Dengan Yogurt, Yay or Nay?

Amankah pemberian yogurt pada bayi? Jika aman kapan dan bagaimana cara pemberiannya?