Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Mengenal Baby Blues dan Postpartum Depression

MY STORY  |  OTHERS  |  27 Nov '18


Malam-malam terbangun karena si Kecil mau menyusu, lalu iseng scrolling media sosial dan menemukan berita yang membuat hati sedih tentang seorang ibu muda yang bunuh diri diduga karena depresi pasca melahirkan.

Bukankah seharusnya kehadiran anak itu membuat bahagia? kenapa malah depresi?

Begitu kira-kira pertanyaan orang-orang yang belum mengenal apa itu baby blues dan PPD (postpartum depression).

Setelah melahirkan, kehidupan wanita berubah sangat drastis baik fisik maupun mental. Pasca melahirkan terjadi ketidakstabilan hormon yang membuat mood menjadi tidak stabil sehingga membuat Moms bisa mengalami gangguan mood yang disebut baby blues syndrome. Baby blues ini dialami oleh hampir semua wanita pada dua minggu awal setelah melahirkan.

Sedikit berbagi pengalaman, saat bayi baru lahir, saya kaget dengan siklus hidup yang tiba-tiba berubah drastis. Padahal saat hamil sudah membekali diri dengan beragam teori yang idealis bahwa nanti harus begini begitu, dan saat terjadi ternyata semua tidak semudah teori. Dimulai dari pakai popok kain tidak mau pakai pospak, harus bisa nenenin langsung, harus begini begitu dan akhirnya kelelahan melanda, mengantuk karena terus begadang.

Sering menangis malam hari karena merasa gagal menjadi ibu yang baik, takut dan panik tidak bisa membesarkan anak dengan benar, malas makan, malas berinteraksi sosial, inginnya marah-marah, dan ingin menutup telinga jika mendengar bayi menangis.

Namun, saya beruntung karena suami sigap membantu kebutuhan istrinya, beliau yang memandikan bayi, membantu membereskan pekerjaan rumah sehingga saya bisa beristirahat, kami pun menurunkan idealisme kami dengan memutuskan memakai pospak agar tidak bolak balik ganti dan mencuci popok.

Dukungan emosional dan kehadiran suami sangat berperan penting dalam kestabilan emosi saya waktu itu.

Saya saat itu belum paham apa itu baby blues, ya mungkin saja saya baby blues karena gejalanya mirip. Lalu kemudian saya banyak membaca dan belajar bahwa baby blues bisa dipacu dari faktor internal dan eksternal. Internal adalah dari diri yaitu mood swing kita yang kacau karena hormonal sedangkan faktor eksternal di antaranya adalah tidak adanya bantuan dan dukungan dari orang orang terdekat. Bisa jadi karena si ibu tidak bercerita atau memang sekelilingnya kurang peka.

Banyak orang di Indonesia yang belum bisa menerima dengan terbuka mengenai adanya gangguan mental baik itu stres sampai depresi, bahkan tidak jarang orang yang men-judge bahwa orang yang depresi adalah orang yang kurang beriman, kurang bersyukur atau lain sebagainya. Stigma masyarakat inlah yang membuat banyak ibu yang depresi lebih memilih diam daripada bercerita karena malu dianggap orang gila, tidak bisa memanajemen waktu dan diri dengan baik, dikatakan manja atau tidak beriman.

Sekitar 80% ibu yang baru melahirkan terkena baby blues, dan jika tidak ditangani dengan tuntas bisa menjurus ke tahap yang lebih jauh yaitu Post Partum Depression atau depresi pasca melahirkan.

Padahal depresi itu nyata, setiap orang rasa-rasanya punya gangguan mental namun tingkatannya berbeda. Jika masih beranggapan bahwa hal ini sepele, mengapa ada rumah sakit jiwa?

Jangan salah, banyak ibu dengan baby blues dan depresi masih tetap bisa mengurus bayinya dengan baik sehingga kita tidak tahu bahwa dalam dirinya sebetulnya menyimpan suatu tekanan batin yang tinggi.

Jika Anda adalah salah satu Mom yang mengalami stres berkepanjangan pasca melahirkan, lalu ada perasaan ingin menyakiti bayi, ingin menyakiti diri sendiri bahkan punya pikiran ingin bunuh diri, segeralah minta pertolongan.

Berceritalah tentang apa yang dirasakan, datang lah ke psikolog jika diperlukan. Sekarang ini banyak support group untuk ibu-ibu yang sedang mengalami baby blues atau postpartum, biasanya sharing dengan yang punya pengalaman sama akan lebih melegakan.

Lalu bagaimana agar kita bisa terhindar atau meminimalisir terkena sindrom ini?

Yang jelas adalah keterbukaan dengan pasangan, jangan sungkan minta bantuan jika kewalahan, berolahraga, banyak berdoa dan beribadah, dan bercerita jika ada beban pikiran.

Bagaimana sikap kita sendiri agar tidak memicu timbulnya baby blues atau PPD pada new Mom? Yang pasti jangan ikut berkomentar negatif dan menyudutkan jika ada yang sedang berusaha bercerita mengenai keadannya, jangan pula membandingkan satu ibu dengan ibu yang lain.

Salam sayang dari ibu dua anak yang sedang banyak belajar.

Semoga bermanfaat.

By: Wahyu Prasetiawati

Copyright by Babyologist

Yuk download aplikasi Babyo di Android & iOS dan bergabung dengan ribuan Moms lainnya untuk saling berbagi cerita dan mendapatkan rewards! You really don't want to miss out!

511 Wahyu Prasetiawati

Comments

Related Stories

LATEST POSTS

Dukung si Kecil Tumbuh Hebat Dimulai dari Orangtua yang Juga Hebat

Mendidik dan membesarkan anak merupakan kerja tim dari Moms & Dads. Memang, tugas ini

Si Kecil Sering Resah dan Rewel? Bisa Jadi Ruam Moms!

Anak-anak butuh tidur cukup untuk memulihkan tenaga dan membantu tumbuh kembang agar optimal

Melatih Kemampuan Bersosialisasi si Kecil Meskipun di Rumah Saja

Sama seperti orang dewasa, anak-anak secara alamiah ingin berkomunikasi, berinteraksi, dan

Kontrak Pra-Nikah, Sudah Tau Moms?

Kontrak pra-nikah atau yang juga biasa disebut sebagai prenup, sebetulnya apa ya? Mari simak bersama berikut ini.

Masa Pandemi Jadi Sering Ribut Dengan Pasangan? Ini Penyebabnya

Kenapa ya selama masa karantina mandiri ini jadi sering ribut dengan suami? Coba simak yang satu ini.

Ratus Pasca Persalinan, Yes or No?

Moms pernah mendengar istilah ratus? Yuk simak cerita berikut ini.

Pandemic Membuatku Jadi Makin Mesra

Simak tips semakin mesra selama pandemi berikut ini yuk Moms and Dads!

Cerita Lebaran Tahun Kedua Fiersa

Meskipun Lebaran tahun ini berbeda, tapi tetap merupakan momen yang perlu dirayakan. Yuk simak cerita berikut ini.

Ini Cara Kami Mewujudkan Pernikahan Sehat Di Masa Pandemi

Yuk simak cara Mom Risny menjaga keharmonisan rumah tangga di saat pandemi ini.

Lakukan 4 Hal Ini Untuk Menjaga Keharmonisan Rumah Tangga Selama Pandemi

Moms and Dads, selama pandemi ini jaga keharmonisan rumah tangga yuk. Simak bersama yang berikut ini.

Inspirasi Nursery Room

Para bumil sedang mencari inspirasi untuk mendekor kamar si Kecil? Bisa lihat yang satu ini ya.

Menjaga Kesehatan Pernikahan Selama Di Rumah Aja

Selama di rumah aja, apa yang Moms and Dads lakukan untuk menjaga kesehatan rumah tangga? Baca cerita berikut ini ya.

Komunikasi Suami Istri Saat WFH

Apabila suami istri sedang tegang, apa yang sebaiknya dilakukan? Simak cerita berikut ini ya.

Daddies Cook on Vals Day with Nutribaby+

Babymoov menyelenggarakan acara Daddies cook on Valentines Day!

Tips Sederhana untuk Mengurangi Sampah Rumah Tangga

Mengurangi sampah bisa dilakukan dari hal-hal kecil yang sederhana ya Moms, apa sajakah itu?

Yang Perlu Dipersiapkan saat Jadi Mama Muda di Perantauan

Apa saja yang harus dipersiapkan saat memutuskan untuk tinggal sendiri alias jauh dari keluarga?

Membereskan Baju dengan Menggunakan Konmari Method

Gerah banget ga sih Moms, tiap buka lemari liat baju anak awut2an. Perlu ngumpulin niat yang banyak buat rapihin semua.

Habis Melahirkan, Tetapkan Aturan Berikut

Jangan sungkan untuk menerapkan aturan aturan ya, untuk menghindari hal hal yang tidak diinginkan

Tips Menghempaskan Mom Shaming!

Yuk ikuti tips berikut ini untuk mengatasi mom shaming

Bahaya Baby Blues

Ternyata 80% Ibu yang baru melahirkan mengalami dan merasakan yang namanya Baby Blues