Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Mengenal 7 Macam Stimulasi Sensorik pada Anak

GROWTH & DEVELOPMENT  |  TODDLER  |  05 Jul '19


Sistem sensorik adalah bagian dari sistem saraf yang bertanggung jawab untuk memproses informasi sensorik. Sistem tubuh ini terdiri dari tiga komponen penting yaitu reseptor sensorik, jalur saraf, dan bagian otak yang terlibat dalam persepsi sensorik. Ada lima macam sistem sensorik, yaitu sistem penglihatan, sistem pendengaran, sensasi somatik (sentuhan), rasa, dan penciuman.

Tujuan merangsang sistem sensorik sejak dini

Pentingnya merangsang sistem sensorik si Kecil sejak dini adalah karena sistem sensorik berperan penting dalam mempertahankan hidupnya. Jika terjadi kelainan atau kerusakan pada sistem sensorik, manusia tidak dapat menjalankan hidup dengan normal. Maka dari itu, si Kecil harus mendapatkan rangsangan pada sistem sensorik sedini mungkin agar sistem tersebut dapat berkembang dan berfungsi secara optimal.

Macam-macam jenis stimulasi sensorik

Sementara itu, ada tujuh macam stimulasi sensorik yang dapat diberikan kepada si Kecil sedini mungkin. Mereka adalah stimulasi taktil (perabaan), stimulasi vestibular (keseimbangan), stimulasi propioseptif (gerak antar sendi), stimulasi olfaktori (penciuman), stimulasi visual (penglihatan), stimulasi auditori (pendengaran), dan stimulasi pengecapan.

Pertama, stimulasi taktil berhubungan dengan indra peraba. Sentuhan dan tekanan adalah dua cara menstimulasi indra peraba.

Selanjutnya, stimulasi vestibular berhubungan dengan keseimbangan tubuh. Moms dapat merangsang si Kecil dengan ayunan-ayunan lembut.

Lalu, ada stimulasi olfaktori yang berhubungan dengan penciuman. Rangsang indra penciuman si Kecil dengan memberikan aroma-aroma harum dan merelaksasi.

Keempat, berikan stimulasi visual kepada si Kecil. Stimulasi ini berhubungan dengan rangsangan pada indra penglihatan seperti memperkenalkan si Kecil pada warna.

Kelima, berikan stimulasi auditori yaitu stimulasi yang berhubungan dengan rangsangan pada indra pendengaran. Misalnya, Moms bisa mengajaknya berbicara dengan suara lembut.

Terakhir, perkenalkan rasa-rasa baru untuk menstimulasi indra pengecapannya. Tahap stimulasi ini mungkin baru dapat Moms lakukan setelah si Kecil memasuki tahap awal MPASI.

Itulah beberapa macam stimulasi sensorik yang dapat Moms berikan kepada si Kecil. Selain rajin memberikan stimulasi sensorik, jagalah si Kecil dari kebiasaan-kebiasaan buruk yang mempengaruhi perkembangan sistem sensoriknya.

Yuk download aplikasi Babyo di Android & iOS dan bergabung dengan ribuan Moms lainnya untuk saling berbagi cerita dan mendapatkan rewards! You really don't want to miss out!

564 Babyologist Indonesia

Comments

Related Stories

LATEST POSTS

Ide Bermain Anak Selama Masa Pandemi

Moms, yuk ajak si Kecil bermain dengan memanfaatkan barang bekas yang ada di rumah.

Review Happy Small World Joy Box - Baby Multifunction Box

Simak review Happy Small World Joy Box berikut ini yuk Moms and Dads.

Baby Gym untuk Bayi 9 bulan sampai 3 tahun

Apa saja manfaat baby gym untuk si Kecil? Yuk simak bersama berikut ini.

Tips Toilet Training Heidy

Si Kecil hampir memasuki masa toilet training? Simak tips berikut ini yuk!

Manfaat Tidur Siang untuk Si Kecil

Apa saja manfaat tidur siang untuk si Kecil? Apa akibatnya jika ia tidak tidur siang? Simak berikut ini.

Ide Stimulasi Motorik si Kecil Usia 2-3 Tahun

Si Kecil usia 2-3 tahun masih perlu distimulasi untuk perkembangan motoriknya? Simak yang berikut ini.

Anakku Senang Menyikat Gigi

Ritual menyikat gigi pada anak harus dilakukan sejak dini ya Moms, agar si Kecil terbiasa dengan kegiatan tersebut

6 Alasan Mengapa Melompat Penting bagi Kemajuan Motorik Kasar si Kecil

Melompat meningkatkan beberapa keterampilan yang sangat signifikan bagi perkembangan fisik si Kecil.

Waktu Terbaik untuk Membeli Sepasang Sepatu Pertama si Kecil

Moms tidak perlu membelikan sepatu pertama untuk si Kecil sampai dia berjalan dengan percaya diri di luar.

4 Aktivitas Menyenangkan untuk Bayi Berumur 16 Bulan

Agar si Kecil selalu aktif, Moms bisa mengajaknya bermain empat aktivitas berikut ini

Kapan Sebaiknya si Kecil Mulai Minum dari Cangkir?

Belajar menggunakan cangkir adalah salah satu keahlian penting yang harus dipelajari si Kecil.

4 Keunggulan Puzzle Sebagai Sarana Pendukung Perkembangan si Kecil

Mainan puzzle mendukung hampir setiap bidang perkembangan balita. Tapi bukan puzzle yang digital ya Moms.

6 Manfaat Jangka Panjang Belajar Mengenal Bentuk dan Warna

Ada kemampuan dasar lain yang bisa berkembang jika si Kecil mengenal bentuk dan warna sedini mungkin.

3 Permainan Menarik untuk Menstimulasi Balita 19 Bulan

Dalam menstimulasi perkembangannya pada usia ini, Moms bisa mengajaknya melakukan ketiga aktivitas berikut!

4 Permainan Seru Ini Mampu Kembangkan Panca Indera Anak Usia 18 Bulan

Meskipun si Kecil sudah berjalan dengan lincah, dia masih tetap memerlukan aktivitas stimulasi.

Kenali Sindrom Asperger, Gejala Autisme

Sindrom Asperger adalah gangguan perkembangan yang termasuk dalam gangguan spektrum autisme.

Memilih Sekolah Anak Dari Pandangan Saya yang Pernah Menjadi Guru

Apakah sang buah hati sudah waktunya masuk sekolah? Bagaimana tips memilih sekolah menurut seorang guru?

Ide Bermain untuk si Kecil: Sticky Spider Web

Apakah Moms sedang kehabisan ide untuk permainan si Kecil? Mungkin permainan ini bisa dicoba, agar si Kecil tidak bosan.

Anak Spesialis vs Generalis

Pernah dengar tentang templet generalis dan specialist? Yuk kita sama-sama belajar tentang templet tersebut