Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Mengatasi Si Kecil yang Gumoh

HEALTH TIPS  |  19 Sep '17


Gumoh atau reflux merupakan hal normal yang sering terjadi pada Si Kecil. Karena sistem pencernaannya yang belum sempurna, isi perut Si Kecil kerap kali kembali naik ke kerongkongan dan mengakibatkan keluarnya cairan dari mulut. Biasanya gumoh juga disertai dengan cegukan dan tubuh yang sedikit bergetar. Gumoh biasanya terjadi setelah Si Kecil makan atau menyusu.

Bagaimana caranya menghindari gumoh?

  • Biasakan Si Kecil menyusu pada posisi kepala yang sedikit terangkat
  • Setelah menyusu, posisikan Si Kecil dengan posisi tegap sekitar 20 hingga 30 menit
  • Memberi makan Si Kecil dengan posisi yang lebih sedikit namun lebih sering
  • Apabila Si Kecil menyusu dari botol, sendawakan setiap 2 atau 3 menit selama menyusu, dan pastikan lubang pada dot tidak terlalu besar untuk mencegah susu terlalu cepat mengalir dari botol ke mulut Si Kecil.
  • Tidurkan Si Kecil pada posisi kepala yang sedikit terangkat baik pada kasur ataupun cot nya. Si Kecil harus selalu tidur pada Back Position, akan tetapi usahakan bagian kepalanya lebih tinggi dari kakinya.

Apa yang bisa saya lakukan di rumah untuk mengatasi gumoh?

  • Mengurangi konsumsi susu sapi

Lebih dari 30% bayi yang mengalami gumoh ternyata memiliki alergi terhadap susu sapi. Bagi Mom yang melakukan breastfeeding, sebaiknya menghindari konsumsi susu dan makanan lain yang mengandung susu seperti keju dan yogurt. Apabila Si Kecil mengonsumsi susu formula, konsultasikan pada dokter untuk perlunya hypoallergenic formula bagi Si Kecil

  • Mencoba infant antacid

Antasid membantu menetralisir asam dalam perut Si Kecil. Infant antacid juga dapat dikombinasikan dengan alginate yang membantu ssusu dan asam tetap berada di perutnya, sehingga makanan yang telah dikonsumsi tidak kembali naik ke kerongkongan.

  • Tambahkan pengental pada makanan Si Kecil

Dulu, banyak dokter-dokter yang menyarankan untuk menambahkan pengental baik pada susu formula maupun pada makanan yang dikonsumsi Mom yang menyusui. Pengental dapat membantu mencegah isi perut Si Kecil kembali naik ke kerongkongan. Namun, cara ini perlu dikonsultasikan terlebih dahulu dengan dokter sebelum Mom mencobanya.

  • Menidurkan Si Kecil dengan posisi sedikit terangkat

Back Position merupakan posisi tidur yang paling direkomendasikan untuk mencegah terjadinya SIDS pada Si Kecil. Tidurkan Si Kecil pada Back Position dengan bagian kepala yang lebih tinggi dari bagian kaki dapat membantu mengurangi resiko isi perut Si Kecil kembali naik ke kerongkongan. Selain itu, posisi ini juga dapat mencegah gumoh kembali tertelan oleh Si Kecil.

Semoga bermanfaat!

By: Gabriela Iridi

 

Yuk download aplikasi Babyo di Android & iOS dan bergabung dengan ribuan Moms lainnya untuk saling berbagi cerita dan mendapatkan rewards! You really don't want to miss out!

1277 Gabriela Iridi

Comments

Related Stories

LATEST POSTS

[REVIEW MOMWID] BRAND'S Saripati Ayam, Essence of chicken

Ada yang pernah mendengar tentang sari pati ayam atau essence of chicken? Ternyata Saripati Ayam ini sangat bermanfaat untuk Ibu Menyusui [...]

Kenali Gejala Dan Penanganan Anemia Pada Si Kecil

Apa gejala anemia pada si Kecil? Apa yang harus dilakukan jika si Kecil terkena anemia?

Hal-Hal Sederhana Untuk Mencegah Penyebaran Virus Corona Ala Mom Risny

Yuk simak cara Mom Risny menjaga keluarganya dari virus Corona.

What is Eczema?

What is Eczema?

Perhatikan Hal Berikut untuk Mencegah Virus Corona

Maraknya virus corona banyak membuat orang tua panik. Simak tips berikut agar si Kecil terhindar dari virus ini yuk Moms and Dads!

Penting untuk Diperhatikan Pasca Persalinan

Momen setelah bersalin tentu membahagiakan ya Moms and Dads. Tapi ada hal-hal penting yang perlu diperhatikan loh! Yuk, simak berikut ini.

Tips Mengenakan Masker untuk Si Kecil Demi Mencegah Coronavirus

Mengenakan masker merupakan salah satu cara pencegahan si Kecil tertular virus Corona. Tapi bagaimana jika si Kecil menolak masker?

Mengatasi Sinusitis Pada Balita

Pernah mendengar balita terkena sinusitis? Apa tandanya? Bagaimana cara mengatasinya? Yuk simak berikut ini!

Pengalamanku Alami Wasir Stadium 3 Pasca Melahirkan

Wasir setelah melahirkan? Pasti ga nyaman ya Moms. Yuk simak cerita berikut ini.

Mengenal Kulit Bayi dan Cara Menjaganya

Atopic dermatitis adalah kelainan kulit kronis yang menyerang 15-20% anak-anak serta 3% orang dewasa.

Cara Membuat Mosquito Spray Repellent dengan Variasi Essential Oil

Salah satu fungsi minyak esensial adalah dapat digunakan sebagai anti nyamuk. Bagaimana cara membuatnya?

Apakah Suntik TT Aman? Bagaimana Jika Tidak Suntik TT Sebelum Menikah?

Vaksin TT akan membantu dalam pencegahan tetanus dan sangat diperlukan bagi calon pengantin.

Sindrom Marfan: Kelainan Genetik pada Jaringan Ikat Manusia

Kelainan genetik pada jaringan ikat ini paling umum memengaruhi mata, pembuluh darah, tulang & jantung.

Mengenal Gejala Sindrom Bipolar, Gangguan Kepribadian Ganda Serius

Sindrom bipolar adalah gangguan mental yang ditandai dengan perubahan suasana hati ekstrem dan fluktuasi tinggi.

Mengenal Sindrom Behcet, Kelainan Langka yang Menyerang Pembuluh Darah

Sindrom Behcet merupakan kelainan langka yang menyebabkan pembuluh darah di seluruh tubuh mengalami peradangan.

Sindrom Asherman, Sindrom Langka yang Pengaruhi Menstruasi

Apa itu sindrom asherman yang mempengaruhi menstruasi pada wanita? Yuk kenali lebih dekat sindrom langka ini

Campak Jerman Pada Busui Apakah Berbahaya?

Campak jerman atau yang dikenal dengan campak 3 hari, sebenarnya berbeda dengan campak pada umumnya loh Moms.

Sindrom Klinefelter dan Dampaknya Terhadap Kesuburan Pria

Sindrom Klinefelter adalah kondisi genetik yang cukup umum ditemukan hanya pada pria. Bagimana dampaknya pada kesuburan?

9 Gejala Diabetes Tipe 2 yang Harus Diwaspadai

Mengenali tanda-tanda dan gejala awal dari kondisi kronis ini sangat perlu agar penderita dapat segera dirawat.

Pengertian, Penyebab dan Gejala Penyakit Kista

Benjolan berbentuk kantung yang dapat muncul di mana saja di tubuh ini dapat dialami oleh semua kalangan usia.