Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Tips Mengatasi Demam Setelah Imunisasi

HEALTH TIPS  |  MY STORY  |  27 Nov '17


Pemberian imunisasi kepada Si kecil memang harus dilakukan. Banyak diantara moms terutama new mom yang baru memiliki anak pertama sangat waswas terhadap dampak demam setelah imunisasi ini. Kata orang biasa saja tapi bagi saya dan sebagian moms muda adalah hal yang luar biasa .  Rasa khawatir dan cemas sangat wajar dirasakan setelah imunisasi. 

Bayi usia 2-4 bulan umumnya akan menjalani imunisasi DPT, seperti yang kita tahu, imunisasi ini akan berdampak demam pada bayi. Imunisasi DPT akan dilakukan sebanyak 3x yang berguna untuk mencegah penyakit diantaranya Difteria disebabkan oleh kuman Corynebacterium diphteriae yang menghasilkan racun yang dapat membentuk selaput penyumbat pernafasan. Pertusis atau batuk rejan disebabkan oleh bakteri Borditella Pertusis dan Tetanus akibat Clostridium tetani yang menghasilkan racun sehingga menyebabkan kontraksi dan spastisitas obat tidak terkontrol, kejang,  dan gangguan syaraf

Sekedar share tips dari saya agar moms tidak terlalu panik ketika anak demam setelah imunisasi  seperti pengalaman saya :

  • Jangan malu bertanya kepada sahabat atau teman atau keluarga yang sudah berpengalaman,  atau di zaman modern yang serba Internet ini, kita bisa sharing kepada ahli atau membaca fanpage tentang dunia ibu dan anak atau kesehatan. 
  • Tekan agak kuat dan lama setelah jarum suntik dicabut, agar bekas suntikan tidak terlalu banyak mengeluarkan darah
  • Kompres dengan air hangat hangat kuku ya,  jangan dengan air dingin. Untuk membantu menurunkan panas si kecil, dimana air hangat dapat mudah beradaptasi terhadap suhu bayi. 
  • Jangan lupa cek suhu bayi dengan termometer, dimana sekarang sudah banyak termometer digital yang dijual di apotek terdekat. Hasilnya juga lebih akurat dari termometer air raksa. 
  • Jangan buru buru diberikan obat penurun panas, apabila si kecil tidak panas tinggi. 
  • Untuk moms yang menyusui,  susui bayi sesering mungkin. ASI bisa berguna mencegah bayi dehidrasi saat banyak mengeluarkan keringat. 
  • Jaga bayi agar tetap kering,  apabila baju yang dikenakan basah oleh keringat,  segera ganti dengan baju yang tipis dan tidak diberikan selimut tebal. 
  • Perhatikan letak bekas suntikan pada kaki bayi supaya tidak tersenggol yang mengakibatkan bayi rewel dan menangis. 

Semoga bermanfaat dan selalu sehat untuk kita semua.

 

By: Arlina Yunita 

Yuk download aplikasi Babyo di Android & iOS dan bergabung dengan ribuan Moms lainnya untuk saling berbagi cerita dan mendapatkan rewards! You really don't want to miss out!

1389 Arlina Yunita

Comments

Related Stories

LATEST POSTS

Bagaimana Cara Agar Anak Jarang Terserang Flu?

Mengapa si Kecil mudah terserang flu? Yuk simak penjelasannya dan cara mengatasinya

Wajarkah Bayi Sering Kentut?

Jika si Kecil sering sekali kentut, coba ikuti beberapa tips berikut untuk mengurangi angin dalam perut bayi.

Benarkah Tidur Siang untuk Ibu Pasca Melahirkan Berbahaya?

Pasca melahirkan pasti Moms merasa sangat lelah ya, ingin istirahat. Tapi bahayakah tidur siang pasca melahirkan?

Baby-O-Talk With Mom Yovie Agustine Seputar Vaksin

Vaksinasi ternyata juga penting bagi ibu yang akan hamil. Yuk Moms, mari kita simak pendapat Mom Yovie mengenai vaksin! Yuk, disimak.

Bagaimana Membuat Bayi Prematur Bisa Mengikuti Perkembangan Bayi Normal

Terkadang Moms khawatir karena bayi prematur memiliki perkembangan yang berbeda dengan yang lahir normal.

Tips Membersihkan Telinga Bayi

Rongga telinga yang higenis akan mencegah akumulasi bakteri di dalam telinga. Moms perlu memperhatikan beberapa cara yang tepat untuk menjaga [...]