Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Mengatasi Puting Lecet, Luka, dan Kulit Puting Mengelupas saat Menyusui

FEEDING  |  MY STORY  |  27 Aug '19


Suka duka menyusui memang beragam. Ada yang harus berjuang agar ASI bisa lancar, ada yang berjuang agar anak mau minum langsung dari payudara ibu bahkan ada juga yang berjuang memompa ASI dengan alasan tertentu dan berjuang agar anak mau minum langsung dari botol setelah ASI berhasil di pompa.

Kerap kali ibu menyusui juga mengalami puting lecet, luka, atau bahkan kulit puting mengelupas. Memang tidak semua mengalaminya. Namun sebagian besar ibu menyusui pasti pernah melewati masa-masa ini. Entah itu dialami ketika anak sudah mulai tumbuh gigi sehingga merasa gatal dan ingin menggigit apapun termasuk puting ibunya ataupun bahkan dialami ketika awal-awal menyusui.

Saya masuk ke dalam kategori ibu menyusui yang mengalami rasa sakit ketika awal-awal menyusui saja. Pada awal menyusui, saya sudah merasakan bagaimana trauma setiap kali harus menyusui. Puting saya lecet, luka, dan kulit puting saya bahkan sempat mengelupas. Padahal saya sudah melakukan pelekatan yang benar. Butuh waktu agak lama setiap saya mau menyusui Wening. Saya harus memantapkan hati, berusaha melakukan pelekatan yang pas agar tidak terlalu sakit, dan juga harus selalu waspada apabila mulai terasa sakit.

Betapa masa-masa itu bisa dikatakan masa yang amat sulit bagi saya ketika menjadi ibu menyusui. Namun saya tidak mau menyerah. Apapun saya lakukan agar saya tetap bisa menyusui. Saya tetap bersikeras walaupun ada yang menyarankan untuk mengganti ASI ke susu formula untuk sementara waktu. Kenapa saya menolak? Karena saya tidak takut itu jadi kebiasaan. Saya takut tiba-tiba anak saya malah lebih terbiasa minum susu formula daripada minum ASI. Saya juga takut kalau saya tiba-tiba malah merasa nyaman dan goyah untuk memberikan susu formula lebih intens lagi.

Semua tips sudah saya lakukan sampai akhirnya saya bisa melewati masa sulit itu dan bisa menyusui dengan bahagia. Apa saja sih yang sudah saya lakukan untuk menghadapi masa sulit itu? “Obat” apa saja yang sudah saya pakai untuk mengatasi  puting yang terluka parah?

ASI, “obat” pertama yang patut dicoba

Kerabat saya kebanyakan menyarankan saya untuk mencoba mengoleskan ASI di puting setiap kali saya selesai menyusui. Bahkan di beberapa artikel yang saya baca juga menyarankan hal yang sama. Memang ASI adalah obat paling alami. Keajaiban ASI memang beraneka ragam. Tidak hanya bermanfaat untuk anak, ASI juga bisa bermanfaat bagi ibu menyusui yang sedang mengalami luka dan lecet pada puting. Bahkan menyusui dikatakan bisa mengurangi resiko ibu terkena kanker payudara. Namun, ASI saja ternyata tidak cukup bagi saya untuk mengobati luka yang saya alami. Bisa jadi karena luka yang saya alami sudah cukup parah sehingga membutuhkan waktu agak lama untuk benar-benar sembuh.

Madu, alternatif kedua yang saya coba

Bisa dikatakan intensitas menyusui Wening cukup sering dan lama. Memang anak memiliki alasan tersendiri ketika ingin menyusui, seperti lapar, haus, atau bahkan hanya ingin merasakan nyaman karena bisa merasakan kedekatan yang lebih rekat dengan ibunya. Memang ibu menjadi orang yang paling membuat para bayi bisa merasa nyaman. Akibat dari intensitas menyusu Wening yang sering dan lama tersebut, akhirnya luka pada puting saya bisa dikatakan tambah parah. Tidak hanya luka sebelah, tapi keduanya juga terluka sehingga menyusui pakai payudara manapun akan terasa sakit.

Saat itu saya sudah mencoba untuk beralih memompa ASI saya. Namun setiap memompa ASI, saya hanya mendapatkan ASI yang sedikit dan Wening jadi semakin rewel. Mau tidak mau saya harus menyusui langsung. Pada saat itu, saya diberikan saran oleh salah satu teman untuk mencoba mengoles puting dengan madu. Lagi-lagi saya mencobanya dan belum juga berhasil. Setiap mengoles dengan madu yang saya rasakan adalah perih dan dingin karena madu tersebut saya simpan di lemari es. Sensasi dingin dari madu tersebut membuat saya sedikit merasa nyaman.

Momilen Nursing Cream, krim untuk ibu menyusui

Momilen Nursing Cream bisa dibeli di apotek terdekat atau marketplace seperti shopee, bukalapak, dan tokopedia dengan harga sekitar 25 ribu rupiah untuk kemasan 15 gram. Momilen Nursing Cream ini sebenarnya membantu melembabkan dan melindungi puting. Jadi bisa dikatakan momilen harusnya dipakai lebih awal ketika puting belum terluka agar lebih lembab dan dapat lebih terlindungi.

Cara memakainya hampir sama dengan yang lain, yaitu dengan mengoles momilen di sekitar puting setelah menyusui. Namun setiap hendak menyusui, ibu harus membersihkan puting yang sudah diolesi momilen terlebih dahulu agar kandungannya tidak tertelan anak. Hal ini membuat saya agak kerepotan. Setiap Wening merengek minta ASI, saya harus buru-buru membersihkan puting saya terlebih dahulu. Cukup merepotkan apalagi ketika harus menyusui di malam hari yang notabenenya sedang mengantuk.

Saya memilih untuk menggunakan momilen dan menutupinya dengan kapas agar krim momilen tidak menempel dimana-mana. Pada saat itu, kulit puting saya mulai mengelupas dan krim momilen yang cukup melekat ke puting membuat kulit yang mengelupas itu tadi menempel ke kapas tersebut. Sehingga luka saya semakin terlihat lebar.

Nipple Care Cream Pigeon aman untuk bayi dan nyaman untuk ibu menyusui

Nipple Care Cream milik Pigeon ini cukup sulit saya temukan di apotek terdekat. Maka dari itu, saya mencoba membeli di salah satu marketplace dengan harga sekitar 170 ribu rupiah. Relatif cukup mahal namun isinya lumayan banyak, yaitu 50 gram.

Krim ini saya beli setelah saya mendapatkan rekomendasi dari salah satu teman SMA saya. Dia sempat disarankan dokter kandungannya untuk membeli krim ini. Berbeda dengan momilen, Moms tidak perlu membersihkan puting terlebih dahulu ketika hendak menyusui karena krim ini aman untuk bayi. Ketika dipakai saya juga merasakan nyaman. Ada sensasi dingin walaupun krim tidak saya masukkan ke dalam kulkas. Saya jadi lebih nyaman ketika memakainya. Saat itu memang luka saya perlahan-lahan pulih.

Obat paling mujarab, hisapan anak pada payudara ibu

Setelah melewati masa-masa luka parah pada puting, saya sempat beberapa kali merasakan puting saya sakit ketika menyusui Wening. Selama dua tahun menyusui, saya mengalami hal itu beberapa kali. Saya akhirnya mendapati bahwa obat yang paling ampuh adalah hisapan dari anak saya. Dulu ketika awal menyusui, begitu saya merasakan sakit saat menyusui saya langsung membatasi intensitas menyusui sehingga luka pada puting pun semakin parah.

Setelah melewati masa-masa itu, ketika saya merasa sakit saat menyusui saya justru menyuruh anak saya lebih sering menyusui supaya rasa sakitnya cepat hilang. Benar saja. Sekitar 2-3 hari, payudara saya tidak sakit lagi. Puting saya tidak sampai luka seperti awal-awal menyusui dulu. Lalu bagaimana saat Wening tumbuh gigi? Apakah dia tidak merasa gatal untuk mengigit payudara ibunya? Pertama kali tumbuh gigi memang Wening sempat tidak sengaja mengigit payudara saya. Tapi saya dengan tegas bilang kalau itu tidak boleh karena bisa membuat saya sakit. Saya menunjukkan ekpresi kesakitan juga sehingga ia pun mengerti dan tidak pernah mengigit payudara saya lagi. Sebenarnya anak akan mengerti apabila ibu bisa menjelaskan kenapa ia tidak boleh melakukan itu. Walaupun tergolong masih kecil, anak juga pasti tidak ingin menyakiti ibunya.

Perasaan trauma menyusui kini sudah hilang. Saya rasa, luka pada puting saat awal-awal menyusui tersebut dikarenakan lubang keluarnya ASI saya masih sedikit. Sedangkan ASI saya sudah menumpuk di payudara. Maka dari itu sejak malam pertama kelahiran Wening, saya sudah mengalami “ngeransemi”, payudara bengkak dan badan panas. Sesering apapun saya menyusui, ASI yang dihasilkan tidak lantas bisa keluar banyak sehingga akhirnya puting yang lecet, luka, dan kulit puting yang mengelupas itulah yang menyebabkan lubang ASI semakin banyak dan ASI bisa keluar semakin deras. Saya menyadarinya ketika saya mencoba memompa ASI, ada ASI yang keluar di titik-titik yang baru. Bisa jadi ada penyumbatan di lubang ASI saya sehingga saya memang harus mengalami proses luka itu terlebih dahulu. Saya mempercayai itu dan kepercayaan saya itulah yang membuat saya lebih kuat sehingga trauma saya semakin lama semakin hilang. Ketika melewati masa-masa sulit saat menyusui. Ingatlah bahwa masa itu akan cepat berlalu. Ketika dua tahun berlalu, bahkan bisa jadi kita akan rindu akan masa-masa itu.

Yuk download aplikasi Babyo di Android & iOS dan bergabung dengan ribuan Moms lainnya untuk saling berbagi cerita dan mendapatkan rewards! You really don't want to miss out!

410 Ibuknya wening

Comments

Related Stories

LATEST POSTS

ASI Booster Alami Sahabat New Moms

Kebutuhan ASI untuk si kecil terutama newborn hingga usia 6 bulan memang sangat krusial ya Moms.

Akibat Malas Pumping ASI menjadi DROP!

Sebagai working mom, tentunya selalu punya keinginan untuk selalu mengasihi anak kita.

Tips Mengosongkan ASI dari Payudara

Moms, aku akan share cara untuk ngosongin ASI dari payudaraku, dan aku rinciin dari day 1 aku menyapih ya Moms.

Breastfeeding Story: Persiapanku untuk Tetap Bekerja dan Menyusui

Sebagai working Mom, menyusui jadi lebih "menantang" waktu cuti sudah habis & harus meninggalkan Syeron untuk bekerja.

Benarkah Menstruasi Memengaruhi ASI? Bagaimana jika ASI Drop?

Saat selesai masa nifas selama 2 bulan, tidak lama kemudian saya kembali mengalami menstruasi bulanan.

Masalah Menyusui yang Kualami

Ada kalanya rasa nyaman saat menyusui berubah menjadi momen yang menyakitkan dan tidak nyaman.

Lulus ASI Eksklusif 6 Bulan

Lulus ASI eksklusif 6 bulan ternyata gak semudah yang saya bayangkan apalagi saya working mom

Bunda Pejuang ASIP

Moms yang baru saja melahirkan pasti banyak yang merasakan dilema menyusui anaknya

Why Breastfeeding?

Menyusui merupakan momen indah dan menyenangkan bagi Moms yang baru saja melahirkan si Kecil.

Bayi Baru Lahir Belum Tentu Langsung Pintar Menyusu Loh Moms!

Dari pengalaman saya, banyak hal yang sebaiknya bumil ketahui lebih dalam seperti tentang menyusui

Botol Kaca, Solusi ASI Tersumbat

Penyumbatan ASI atau clogged duct pada ibu menyusui wajar terjadi. Bagaimana mengatasinya?

ASI Seret, Perlukah ASI Booster?

Kegalauan ibu yang masih dalam masa mengASIhi itu ketika ASI tidak lagi deras

Nursery Room: Edisi Jogjakarta

Kali ini nursery room yang akan direview berada di Jogjakarta. Yuk simak ulasannya berikut ini!

Perjalananku MengASIhi si Kecil

Ini hanya tulisan biasa untuk sharing pengalaman karena saya tidak ingin Moms lain mengalami apa yang saya alami.

Seperti Apa Nursing Room di AEON Mall Serpong?

Bagi Moms yang kerap ke mall atau public space dengan bayi dan balita, tentu sudah tidak asing lagi dengan nursing room.

Pengalaman Menyusui: Permasalahan dan Solusi

Moms yang sedang menyusui pasti memiliki pengalaman masing-masing selama proses menyusui.

Bikin ASI Booster Sendiri Yuk!

Kali ini aku ingin berbagi beberapa resep ASI booster ala rumahan yang saya dapat dari seorang dokter

Event with Babyologist and Lactaboost

Aku berkesempatan hadir di acara Babyo & Lactaboost untuk membahas "BREASTFEEDING LANCAR TANPA HAMBATAN"

Pompa ASI Elektrik, Pilihan Tepat Bagi Working Moms

Sejak hamil, aku sudah antusias akan datangnya anak kami. Persiapan melahirkan dirancang sedemikian rupa.

Informasi Penting Seputar Pemberian ASI

Rekomendasi dari WHO untuk bayi 0-6 bulan itu hanya diberikan ASI SAJA secara eksklusif.