Categories

Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Mengatasi Pilek pada Baby

HEALTH TIPS  |  MY STORY  |  02 Jan '19

Sungguh sangat sedih saat melihat anak badannya mulai terserang penyakit misalkan pilek, pasti Moms berpikir, “pindahkan saja sakitnya kepada saya, jangan si Kecil”. Perasaan cemas, khawatir dan berbagai perasaan lainnya berkecamuk dalam hati seorang ibu. 

Sama halnya dengan saya saat anak saya yang masih ASI eksklusif terserang pilek, hidungnya seperti tersumbat napasnya. Mungkin sebagian Moms jika mengalami kejadian ini akan langsung dibawa ke dokter untuk diberi obat. Saya pun demikian, beberapa saat berpikir juga akan langsung dibawa ke dokter. Namun pasti lebih kasihan lagi jika anak harus diberi obat-obat racikan atau kimia lainnya pada saat bayi.

Dari kejadian tersebut, saya berpikir akan memberikan obat alami dulu untuk bayi saya, seperti terus diberikan ASI yang banyak, karena bayi saya masih ASI eksklusif di bawah 6 bulan. Selain itu juga dengan menjaga kebersihan saya dan ruangan sekitar juga sangat penting dilakukan, menjaga suhu ruangan tetap lembap agar si bayi tetap merasa nyaman dan saya juga lebih protektif terhadap siapa saja yang ingin menyentuh bayi saya dengan segala sesuatunya, harus bersih, pakai masker dan cuci tangan dulu sebelum masuk kamar bayi serta bagi yang sedang terserang sakit apa pun itu tidak saya izinkan menyentuh bayi saya.

Selain itu, berbagai hal lain juga saya lakukan untuk kesembuhan bayi, seperti saran orang tua untuk menyedot langsung hidung bayi. Namun setelah saya cari tahu dari berbagai media, ternyata menyedot hidung anak secara langsung itu tidak baik. Justru itu penyebab menularnya berbagai virus dari si ibu terhadap si bayi. Dari situ akhirnya saya memakai alat sedot lendir hidung untuk bayi yang dipencet, selain itu juga berbagai cara saya lakukan mulai dari memakaikan daun sirih yang sudah disetrika ke dada dan punggung si bayi, sampai saya lakukan uap alami.

Mengenai uap alami, cara yang biasanya saya lakukan yaitu memakai wadah kecil yang diisi air, lalu ditetes minyak kayu putih atau baby oil atau tetesan inhalant lainnya (saya menggunakan pure baby inhalant) lalu si anak ditengkurapkan di pangkuan kita, sementara wajahnya di hadapkan ke atas uap air yang sudah di tetesi minyak atau inhalant tadi, untuk sementara waktu si bayi akan berontak bahkan sampai menangis kejer. Tapi katanya kalau bayi menangis, itu lebih baik karena uapnya masuk ke tubuh si bayi. Walaupun kasihan karena ia menangis, tapi lebih kasihan lagi jika dibiarkan tetap pilek. Tak lama setelah menangis, si bayi akan merasakan hidungnya sedikit lega. Proses uap dilakukan karena si bayi belum bisa mengeluarkan dahak sendiri, lain halnya dengan orang dewasa.

Selain uap alami, saya juga melakukan proses penjemuran pada bayi, proses ini dianggap lebih praktis dan bermanfaat. Sambil dijemur, punggung si bayi sembari di tepuk-tepuk lembut. 

Tetap terus jaga kesehatan dan kebersihan lingkungan supaya bayi kita tetap sehat ya Moms!

 

Semoga bermanfaat.

By: Nisa Indah Pratiwi

Copyright by Babyologist

328 Nisa Indah Pratiwi

Comments

Related Stories