Categories

Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Mengatasi Payudara Sakit Saat Hamil

PREGNANCY  |  07 Jan '18

Pada saat kehamilan terjadi beberapa perubahan dalam tubuh anda secara fisik seperti berat badan meningkat, mual, muntah, dan juga pembengkakan pada kaki dan payudara. Sakit pada payudara biasanya dialami wanita saat pra menstruasi, namun hal ini juga dapat terjadi ketika sedang mengandung karena hormon yang meningkat ketika payudara sedang memproduksi ASI.

Peningkatan hormon estrogen dan progesteron menjadi pemicu payudara sakit saat hamil, tetapi anda tidak perlu khawatir karena hal ini normal. Pada awal kehamilan setelah dua minggu pembuahan, biasanya payudara akan terasa lembut saat itulah kedua hormon tadi meningkat ke payudara untuk memproduksi air susu. 

Pada usia kehamilan trimester kedua selain ukuran payudara meningkat rasa sakit pada payudara juga meningkat dan biasanya menurun secara alami. Di trimester ini kedua puting payudara juga akan melembut hingga trimester terakhir. Menginjak trimester terakhir pun payudara akan melembut lagi karena hormon prolaktin yang berguna merangsang kelenjar susu. Bukan sakit lagi yang dirasakan melainkan payudara terasa lebih berat dan penuh.

Payudara sakit saat hamil harus diperlakukan dengan lembut dan hati-hati. Berikut adalah beberapa tips mengatasi payudara yang sakit:

  • Gunakan bra yang nyaman
  • Mandi dengan air hangat karena air dingin akan membuat puting terasa ngilu
  • Mengurangi konsumsi garam (belum terbukti secara scientific tetapi banyak ibu hamil yang berkata cara ini ampuh)

Kondisi payudara sakit saat hamil umumnya hanya di trimester pertama dengan rentang waktu 2 hingga 6 minggu. Selain itu ketika berhubungan intim, payudara juga akan terasa ngilu dan berdenyut karena aliran darah melewati payudara. Tidak perlu khawatir jika anda mengalami nyeri payudara ketika hamil karena itu hal yang normal, kecuali nyeri yang dirasakan hingga trimester terakhir dan menimbulkan ruam-ruam merah. Hal tersebut harus segera dikonsultasikan dengan dokter kandungan anda.

By: Babyologist Editor 

1539 Babyologist Indonesia

Comments

Related Stories