Categories

Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Mengatasi Dermatitis Kontak pada Ibu Hamil

HEALTH TIPS  |  MY STORY  |  PREGNANCY  |  22 Mar '19

Saat masih ada di trimester pertama kehamilan kedua saya, tepatnya di usia kehamilan 9 weeks, saya merasakan gatal di sela-sela jari tangan saya. Tidak muncul bentol merah seperti bekas gigitan nyamuk, melainkan bentol kecil berisi air dan sedikit nanah. Saya cukup khawatir karena sedang mengandung dan takut gatal ini berpengaruh pada janin di dalam rahim. 

Setelah berdiskusi dengan suami, akhirnya kami memutuskan untuk menemui dokter kandungan, dan disarankan untuk periksa langsung ke dokter spesialis kulit dan kelamin dengan catatan bahwa kondisi saya sedang hamil. Setibanya di dokter spesialis kulit dan kelamin, setelah dilakukan pemeriksaan, ternyata saya mengalami dermatitis kontak. 

Dermatitis kontak adalah peradangan kulit karena berkontak langsung dengan zat pemicu alergi atau iritasi. Misalnya sabun, detergen, cairan pencuci piring, atau bahan kimia tertentu. Kebetulan saya memang tidak menggunakan asisten rumah tangga, jadi segala pekerjaan rumah saya lakukan bersama dengan suami. Karena fluktuasi hormon saat kehamilan, kulit yang tadinya sehat bisa berubah menjadi lebih sensitif, dan jika terpapar zat kimia tertentu bisa menimbulkan iritasi (dalam kasus saya terjadi dermatitis kontak). Hal ini tidak berbahaya asal segera ditangani ya Moms.

Mengatasi Dermatitis Kontak

Oleh dokter spesialis kulit, saya diminta untuk menyembuhkan dermatitis kontak dengan hal-hal sebagai berikut:

  1. Membersihkan bagian yang gatal dengan kasa steril yang sudah dibasahi cairan infus (NaCl).

  2. Mengoleskan salep racikan (dengan bahan yang aman karena saya sedang hamil) di bagian jari yang teriritasi setiap setelah mandi dan sebelum tidur.

  3. Mengganti sabun mandi dengan Cetaphil Gentle Skin Cleanser (digunakan pada wajah dan seluruh tubuh).

  4. Mandi 2x sehari dengan air dingin atau air dengan suhu ruang.

  5. Tidak menggaruk sela jari atau bagian tubuh lain yang terasa gatal (hanya boleh diusap halus saja untuk meredakan gatal).

  6. Tidak mencuci piring dan pakaian untuk sementara waktu hingga dermatitis kontak saya sembuh total.

  7. Saat sudah sembuh, mengganti sabun cuci piring dan pakaian dengan varian sabun yang lebih mild untuk kulit.

Kurang lebih 5 hari kemudian, akhirnya bekas gatalnya mengering, tidak lagi berair dan dermatitis kontak yang saya alami sembuh. Sejak saat itu, saya segera mengganti sabun cuci piring dan pakaian dengan yang lebih aman kandungannya, sehingga bisa kembali mengerjakan aktivitas di rumah dengan leluasa hingga saat ini.

Setelah melahirkan, saya kembali menggunakan sabun pencuci piring dan pakaian yang biasa, namun tidak terjadi kondisi yang sama seperti saat saya hamil. Jadi memang wajar ya Moms, jika saat hamil ada beberapa bagian tubuh yang lebih sensitif. Semua akan kembali normal saat sudah melahirkan. Untuk Moms yang sedang hamil dan mengalami perubahan sensitivitas kulit, tidak perlu khawatir. Segera hubungi dokter untuk penanganan yang tepat.

 

Semoga bermanfaat.

By: Dita Anindia

Copyright by Babyologist

355 Dita Anindia

Comments

Related Stories

LATEST POSTS

Kulit Gatal Kemerahan Setelah Melahirkan

Saya mengalami kulit gatal di area kaki, gatal kemerahan terjadi setelah saya melahirkan. Begini cara saya mengatasinya

Pendarahan Di Awal Kehamilan Karena Polip Vagina

Awal berita kehamilan merupakan kabar yang membuat keluarga bahagia

Wajarkah Keputihan Saat Kehamilan?

Keputihan saat kehamilan merupakan hal yang wajar terjadi dan akan bertambah banyak seiring bertambah usia kehamilan

Ibu Hamil Dilarang Konsumsi Nenas! Mitos atau Fakta?

Masa kehamilan merupakan sebuah masa peralihan bagi seorang calon ibu. Banyak sekali larangan pada ibu hamil.

Ceritaku Sakit Maag Saat Hamil

Sakit maag sering melanda saat hamil, karena memiliki riwayat sakit maag sebelum hamil? Bagaimana tips mengatasinya?

Hamil dengan Infeksi Saluran Kencing (ISK)

Mengalami infeksi saluran kencing sampai dua kali? Kok bisa? Apa penyebabnya? Yuk, simak pengalaman mom Nita.

Terjatuh dan Cidera Ligamen Lutut saat Hamil Trisemeter Kedua

Hello Moms, apakah Moms mengalami kecelakaan seperti terpeleset hingga terjatuh? Yuk, simak penanganannya.

Hemoglobin Rendah saat Hamil Tua. Bagaimana?

Ketika memasuki usia hamil 7 bulan, hemoglobin saya dinyatakan sangat rendah.

Vitamin C Saat Hamil untuk Cegah Bapil

Bapil saat masa kehamilan bisa dicegah dengan banyak mengonsumsi banyak vitamin C lho Moms

Memperlambat Kenaikan Berat Badan Janin

Bagaimana cara menjaga berat badan ibu hamil dan janin tetap stabil agar kehamilannya sehat?

Normalkah Jika Ibu Hamil Mengalami Sakit dan Nyeri?

Saat hamil, apakah Moms sering sakit kepala, wasir, mulas, nyeri punggung & kram kaki? Bagaimana mengatasinya?

Mengurangi Risiko Asma Saat Hamil

Asma saat kehamilan bisa sangat membahayakan Moms dan janin. Lalu bagaimana mencegah munculnya asma?

Gigi Sakit Saat Masa Kehamilan?

Salah satu hal yang sering terjadi saat kehamilan adalah sakit gigi, kok bisa ya?

Benarkah Sering USG Berbahaya?

Pernahkah Moms mendengar hal ini? Apakah mitos atau fakta ya? Mari kita cari tahu jawabannya!

Tips Hilangkan OHSS Ringan Selama Hamil

Pernah mendengar OHSS Moms? Berbahayakah? Lalu bagaimana mengatasinya?

Tips Menjaga Berat Badan Saat Hamil Kembar

Mom Gavrila hanya naik 19 kg dalam kehamilan kembarnya lho Moms. Bagaimana caranya?

Kok Bisa Hamil Setelah 2 Kali Operasi Kista?

Seperti apa perjuangan Mom Niela melawan kista dan akhirnya bisa hamil? Yuk simak ceritanya berikut

Gatal Tak Tertahankan Saat Hamil

Gatal parah di seluruh tubuh yang dialami saat kehamilan tak ada obatnya. Lalu bagaimana cara mengatasinya?

Tips Bagi Ibu Hamil dengan Anemia

Tak hanya faktor keturunan, pola makan juga bisa menjadi alasan seorang ibu hamil terserang anemia.

Saya Bunda PAS (Peduli Asupan ASI)

Memperhatikan asupan makanan saat hamil sangatlah penting. Bagaimana cara mencukupi nutrisi untuk ASI?