Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Mengatasi Baby Blues Pasca Lahiran, Ini Dia Tipsnya!

MY STORY  |  OTHERS  |  19 Jun '19


Sharing kali ini bertujuan untuk saling menguatkan bagi ibu-ibu dimanapun berada, yang sedang mengalami baby blues, baik pada anak pertama maupun yang kesekian, kamu tidak sendirian.

Pasca lahiran, seorang wanita tidak hanya merubah label menjadi ibu, tetapi juga merubah dunianya. Memasuki fase mengurus bayi dengan hormon yang belum stabil, ditambah dengan kesehatan yang belum pulih, juga harus menyesuaikan dengan kondisi dan keadaan yang harus stand by untuk menjaga bayi mungil yang baru saja lahir. Berkutat dengan masalah ASI, pola tidur, hingga banyak lagi.

Salah satu hal yang biasanya dialami oleh sebagian besar wanita pasca melahirkan, adalah baby blues. Keadaan dan kondisi dimana emosi tidak stabil, perasaan campur aduk, merasa ingin menyerah saja. Aku juga mengalami hal ini setelah melahirkan anakku Xaliwa. Sepulang dari rumah sakit, bayi menangis, asi seret tapi berniat asi eksklusif, jahitan yang masih denyut-denyut, semua bercampur aduk. Tapi, kita harus terus bangkit dan tidak boleh berlarut-larut dalam keadaan ini. Awalnya aku berfikir, ah masa sih aku kena Baby Blues? Kayaknya gak mungkin deh, toh kehadiran si kecil sudah diidam-idamkan. Ternyata tidak demikian, Mom. Baby blues tetap hadir dan menjadi sepenggal cerita dalam perjalananku menjadi seorang ibu. Baby blues yang kualami berlangsung sekitar 2-3 minggu. Setelah itu, aku sudah kembali sehat lagi dan bisa fokus mengurus bayiku tanpa drama ala-ala dan airmata, hehehe.

Berikut tips yang aku rangkum untuk mengatasi baby blues, berdasarkan dari pengalamanku pribadi dalam hal berteman dengan baby blues.

1. Komunikasikan apa yang kita rasakan

Ini sangat penting, mengingat kembali bagaimana kacaunya perasaanku setelah melahirkan anak pertamaku. Aku tiba-tiba nangis ke suami tengah malam, karena anakku kuning dan asiku belum lancar. Banyak hal-hal tak berfaedah yang masuk kedalam fikiranku, tapi berusaha kutepis. Aku mengeluarkan segala unek-unek dan perasaan ke suami, menceritakan semuanya. Aku capek karena harus menyusui 3 jam sekali, kurang istirahat, sedangkan suami tidur aja. Ada yang suaminya begini? Hehehe, lagi-lagi kamu gak sendirian, Moms. Kusampaikan keinginanku untuk ditemani saat menyusui, suami pun bangun setiap aku menyusui dan aku merasa lebih baik. Akhirnya aktivitas menyusui yang menakutkan dan melelahkan berubah menjadi sesuatu yang lebih menyenangkan.

2. Libatkan keluarga

Pasca lahiran, aku dan suami sepakat untuk tinggal dirumah orang tuaku, karena aku anak pertama dan baru melahirkan anak pertama juga. Maka aku merasakan sekali pentingnya peran keluarga, terutama suami dan orang tua dalam masa pemulihan setelah melahirkan. Mamaku memasak dan membantu menggendong si kecil ketika aku mandi, dan mendukung pemberian asi eksklusif kepada bayiku. Hal ini penting menurutku, karena ada masa-masa bayi rewel tengah malam, emosi belum stabil, ada mama yang bisa bantu gendong dan menenangkan bayi bergantian. Kalau sudah memiliki kakak/abang, orang tua/saudara bisa membantu untuk mengurus dan menjaga si kakak selagi ibu fokus mengurus si baby baru. Kalau tidak sempat masak? Beli sajalah. Daripada urusan bayi terbengkalai dan mengakibatkan perasaan semakin tidak karuan.

3. Berdoa dan Ikhlas

Karena berubahnya siklus dan pola kehidupan setelah memiliki bayi, kadang terbersit fikiran kalau bayi ini sedang merenggut kebebasanku. Tidak ada me time, tidak ada kencan, penampilan awut-awutan. Kuncinya satu, berdoa dan ikhlas. Aku menuliskan hal-hal positif yang kudapat setelah melahirkan, tentang betapa beruntungnya aku diamanahi menjadi seorang ibu, tentang betapa pentingnya kehadiranku untuk anakku, tentang betapa keluarga tidak bisa digantikan dengan apapun. Akhirnya ikhlas itu datang. Self-healing sendiri. Akhirnya, penerimaan itu datang. Kita akan terbiasa untuk menerima keadaan dan menyesuaikan tanpa perlawanan. Teruslah berdoa, meminta petunjuk dan semoga diberikan kekuatan, kesabaran dalam mengemban tugas yang baru, yang mulia sebagai seorang ibu.

4. Luangkan waktu me-time dan quality-time

Hal paling hilang setelah punya anak adalah waktu untuk bersantai, leyeh-leyeh, atau waktu berdua dengan suami. Aku merasakan bagaimana bosannya dirumah, mengurusi bayi, dan merasa terkekang. Aku komunikasikan hal ini pada suami, dan bersepakat untuk punya me-time dan quality time berdua sama suami, karena si kecil belum bisa dibawa keluar jauh-jauh. Bahkan hal remeh seperti pergi ke swalayan, makan mie ayam atau muter-muter naik motor sudah bisa membuat hati ini lebih enakan dan nyaman. Betapa pentingnya ibu menyusui memiliki perasaan yang bahagia agar asi mengalir deras, bukan?

Baby blues, mungkin menjadi momok yang menakutkan bagi beberapa orang. Bahkan mungkin dapat menjadi pemicu Post-Partum Depression (PPD). Tentunya tidak ada Ibu yang ingin mengalami hal ini. Semua Ibu pasti ingin memberikan yang terbaik untuk anak-anaknya kan? Bagi yang tidak mengalami baby blues, bersyukurlah karena tidak harus melewati fase ini. Bagi yang mengalami, ayo kita bersyukur juga, karena dengan hal ini kita belajar menjadi ibu yang lebih dewasa dan lebih baik. Baby blues bukan musuh yang menakutkan. Bertemanlah dengannya, dan taklukkan dalam waktu yang sesingkat-singkatnya. Ada tips lain dalam menghadapi baby blues Moms? Sharing di kolom komentar ya.

Yuk download aplikasi Babyo di Android & iOS dan bergabung dengan ribuan Moms lainnya untuk saling berbagi cerita dan mendapatkan rewards! You really don't want to miss out!

563 Nadira Nadira

Comments

Related Stories

LATEST POSTS

Kontrak Pra-Nikah, Sudah Tau Moms?

Kontrak pra-nikah atau yang juga biasa disebut sebagai prenup, sebetulnya apa ya? Mari simak bersama berikut ini.

Masa Pandemi Jadi Sering Ribut Dengan Pasangan? Ini Penyebabnya

Kenapa ya selama masa karantina mandiri ini jadi sering ribut dengan suami? Coba simak yang satu ini.

Ratus Pasca Persalinan, Yes or No?

Moms pernah mendengar istilah ratus? Yuk simak cerita berikut ini.

Pandemic Membuatku Jadi Makin Mesra

Simak tips semakin mesra selama pandemi berikut ini yuk Moms and Dads!

Cerita Lebaran Tahun Kedua Fiersa

Meskipun Lebaran tahun ini berbeda, tapi tetap merupakan momen yang perlu dirayakan. Yuk simak cerita berikut ini.

Ini Cara Kami Mewujudkan Pernikahan Sehat Di Masa Pandemi

Yuk simak cara Mom Risny menjaga keharmonisan rumah tangga di saat pandemi ini.

Lakukan 4 Hal Ini Untuk Menjaga Keharmonisan Rumah Tangga Selama Pandemi

Moms and Dads, selama pandemi ini jaga keharmonisan rumah tangga yuk. Simak bersama yang berikut ini.

Inspirasi Nursery Room

Para bumil sedang mencari inspirasi untuk mendekor kamar si Kecil? Bisa lihat yang satu ini ya.

Menjaga Kesehatan Pernikahan Selama Di Rumah Aja

Selama di rumah aja, apa yang Moms and Dads lakukan untuk menjaga kesehatan rumah tangga? Baca cerita berikut ini ya.

Komunikasi Suami Istri Saat WFH

Apabila suami istri sedang tegang, apa yang sebaiknya dilakukan? Simak cerita berikut ini ya.

Daddies Cook on Vals Day with Nutribaby+

Babymoov menyelenggarakan acara Daddies cook on Valentines Day!

Tips Sederhana untuk Mengurangi Sampah Rumah Tangga

Mengurangi sampah bisa dilakukan dari hal-hal kecil yang sederhana ya Moms, apa sajakah itu?

Yang Perlu Dipersiapkan saat Jadi Mama Muda di Perantauan

Apa saja yang harus dipersiapkan saat memutuskan untuk tinggal sendiri alias jauh dari keluarga?

Membereskan Baju dengan Menggunakan Konmari Method

Gerah banget ga sih Moms, tiap buka lemari liat baju anak awut2an. Perlu ngumpulin niat yang banyak buat rapihin semua.

Habis Melahirkan, Tetapkan Aturan Berikut

Jangan sungkan untuk menerapkan aturan aturan ya, untuk menghindari hal hal yang tidak diinginkan

Tips Menghempaskan Mom Shaming!

Yuk ikuti tips berikut ini untuk mengatasi mom shaming

Bahaya Baby Blues

Ternyata 80% Ibu yang baru melahirkan mengalami dan merasakan yang namanya Baby Blues

Tips Menghadapi Mom Shaming dan Baby Shaming

Moms pasti pernah mengalami Mom shaming ataupun Baby shaming, "Kok anaknya nangis mulu, ASI kamu pasti dikit tuh!"

Pentingnya Bahasa Cinta dalam Pernikahan

Pernikahan merupakan sebuah ikatan antara dua orang yang memerlukan kerja sama antara keduanya.

Hindari Kalimat Ini jika Bertemu Ibu Baru

Menjadi seorang ibu tentu tidaklah mudah. Terlebih bagi seorang ibu baru.