Categories

Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Mengapa Si Kecil Berbohong?

GROWTH & DEVELOPMENT  |  PARENTING  |  15 Oct '18

Sampai dia berusia 3 atau 4 tahun, si Kecil belum benar-benar dapat membedakan antara realitas dan fantasi. Ini artinya, anak usia 1 atau 2 tahun tidak mungkin memahami konsep berbohong dan berkata jujur.

Bualan si Kecil mungkin berasal dari

  1. Imajinasi aktifnya
    Kreativitas si Kecil sedang berkembang begitu pesat sehingga kadang-kadang dia berpikir apa yang dia percayai adalah kenyataan.

  2. Kelalaian
    Bagaimana caranya seorang anak berusia 2 tahun ingat siapa pemilik boneka Teletubbies yang dipegang temannya? Dia hanya tahu dia menginginkannya kembali sekarang.
    Ketika Moms marah karena menemukan coretan krayon si Kecil di dinding rumah dan si Kecil tidak mau mengaku bahwa dia yang melakukannya, dia tidak sedang berbohong, dia hanya lupa dia yang mencorat-coret dinding rumah. Atau, bisa jadi si Kecil berharap dia bukan orang yang mencorat-coret dinding. Dia sedang meyakinkan dirinya sendiri bahwa bukan dia yang melakukannya.

  3. Sindrom Malaikat
    Seorang anak yang merasa bahwa orangtuanya berpikir dia tidak dapat berbuat salah mulai memercayai dirinya sendiri bahwa dia selalu benar. “Ibu dan Ayah mencintaiku karena aku berperilaku sangat baik. Anak baik tidak akan menumpahkan susu seperti itu. Susu apa? Aku tidak melihat ada susu yang tumpah!” Begitu mungkin kira-kira isi otak balita yang belum begitu paham konsep berbohong dan berkata jujur.
    Moms sebenarnya tidak perlu khawatir si Kecil tumbuh menjadi pembohong karena semua anak kurang lebih juga melalui fase ini. Saat ini, cukup rilekskan diri Moms dan nikmati semua cerita bohongnya. Fantasi “berwarna-warni” anak usia 2 tahun umumnya tidak berbahaya dan merupakan bagian dari perkembangan normal anak usia tersebut. Lagipula, balita sering dibacakan kisah dongeng. Adalah normal bahwa dia ingin membuat dongeng tentang dirinya sendiri.

Strategi Agar si Kecil Tumbuh Menjadi Orang Jujur

  • Dorong si Kecil untuk jujur
    Alih-alih marah pada kelakukan buruk si Kecil, beri kesempatan dirinya untuk berbicara jujur dan hargai kejujurannya.

  • Jangan menuduh
    Buatlah si Kecil mengakui kesalahannya, bukan membuat mereka semakin menyangkal.

  • Jangan membebani si Kecil
    Jangan menaruh ekspektasi terlalu tinggi atau memberikan banyak aturan kepada si Kecil. Dia tidak akan mengerti atau tidak bisa mengikuti aturan-aturan tersebut. Dia mungkin merasa harus berbohong untuk menghindari kekecewaan Moms.

  • Bangun kepercayaan si Kecil
    Biarkan si Kecil tahu bahwa Moms memercayainya dan bahwa Moms dapat dipercaya. Orangtua harus menjadi teladan bagi anak mereka sebagai orang yang dapat dipercaya. Selalui tepati janji dan ketika Moms harus melanggar janji, minta maaflah. Dan yang paling penting, pujilah si Kecil kapanpun dia berkata jujur.

Semoga bermanfaat.

By: Babyologist Editor

616 Babyologist Indonesia

Comments

Related Stories

LATEST POSTS

Tertarik Menyekolahkan Anak di Sekolah Alam? Ini Plus Minusnya!

Sekolah alam tentunya berbeda dengan sekolah formal, mulai dari kurikulum, suasana hingga metode pembelajarannya.

Plus Minus Menggunakan White Noise

Tingkah laku si Kecil memang unik-unik ya, Moms? Kadang mengundang gelak tawa, tapi terkadang juga membuat jengkel.

Apa sih Pengaruh Seorang Ayah terhadap Anak?

Bagi semua orang, merawat anak selalu menjadi tanggung jawab bagi para ibu, karena mereka semua berpikir bahwa laki-laki bekerja mencari nafkah [...]

Tips Mengenalkan Alphabet pada Anak

Banyak cara yang dapat digunakan untuk mengenalkan anak pada alphabet dengan cara. Apa saja itu?

Mengajarkan Kedisiplinan Tidur pada Anak

Adakah cara bagaimana agar anak bisa tidur tenang semalaman dan mungkin bisa tidur dan bangun teratur di jam yang sama?

Bermain dengan Stiker Banyak Manfaatnya Lho

Stiker itu bisa jadi alat bermain dan belajar yang menyenangkan dengan anak-anak lho. Apa saja manfaatnya?

Amankah Batita Bermain Pasir?

Apa hal positif dan risiko membiarkan anak bermain pasir?

Kemandirian Anak Muncul Melalui Metode Montessori

Telah banyak yang mengetahui bahwa metode belajar montessori memiliki beragam banyak manfaat bagi anak.

Main di Rumah VS Main di Luar Rumah

Moms kelompok mana? Suka si Kecil main di dalam rumah atau di luar rumah? Yuk simak cerita Mom Fiko berikut ini

Tips agar Anak Bisa Anteng Saat Bermain atau Dibacakan Buku

Moms si Kecil susah sekali duduk anteng saat main dan membaca? Yuk simak tips ala Mom Wahyu untuk mengatasinya

Komunikasi dengan si Bayi Yuk!

Walau belum bisa bicara & mengerti apa yang kita bicarakan, tapi bayi sudah bisa diajak berkomunikasi lho.

Pentingnya Sosialisasi pada Tumbuh Kembang Anak

Penting bagi anak untuk belajar bersosialisasi agar ia mulai belajar memikirkan orang lain selain diri sendiri.

Simak dan Pelajari Cara agar Bayi Tidak Rewel Waktu Mau Tidur

Mengapa si Kecil menjadi rewel setiap kali waktunya tidur dan bagaimana cara mengatasinya?

Ciri Anak Sehat Tidak Dilihat dari Fisiknya Saja

Selain kesehatan fisik, kesehatan mental juga sangat penting bagi pertumbuhan si Kecil loh Moms!

Montessori Play: DIY Membuat Playdough di Rumah

Metode Montessori bisa Moms terapkan di rumah lho, dengan membuat DIY Playdough untuk si Kecil.

Perlukah Memakai Pagar Bayi?

Baby fence lagi happening banget ya Moms. Tapi, sebenarnya seberapa perlu sih penggunaan pagar bayi ini?

Mengenalkan Berenang Sejak Dini

Berenang sejak dini banyak sekali manfaatnya lho Moms, bukan hanya untuk anak tapi untuk orangtua juga

Tips agar si Kecil Tidak Bosan dengan Mainannya

Beberapa anak memiliki kecenderungan cepat bosan dengan mainannya. Bagaimana mencegahnya agar tidak bosan?

Stimulasi Bayi 1 Bulan dengan 5 Jenis Mainan Ini

Permainan apa saja yang bagus untuk stimulasi si Kecil yang berusia 1 bulan?

Bermain Corat Coret Seru dengan si Kecil

Kegiatan apa yang bisa dilakukan di rumah dengan si Kecil tapi juga bisa membantu tumbuh kembangnya?