Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Mengalami Baby Blues secara Bersamaan, Aku dan Suamiku Menjadi Semakin Mesra

MY STORY  |  OTHERS  |  23 Sep '19


Setelah menikah, saya memilih meninggalkan comfort zone saya di rumah orangtua, untuk ikut dengan suami membangun keluarga dan rumah tangga kami yang mandiri. Awalnya terasa sulit ketika kami hanya berdua, terlebih saya adalah seorang wanita karir sekaligus ibu rumah tangga bagi keluarga kecil kami. Tak lama berselang, saya pun dianugerahkan Tuhan karunia yang begitu indah dengan kehadiran janin di rahim saya. Saya menjalani kehamilan jauh dari orangtua dan keluarga, sembari bekerja dari pagi sampai malam, kemudian sampai rumah lanjut mengurus rumah dan suami. Masa-masa mual dan sulit kehamilan saya jalani hanya berdua dengan suami, mulai dari mengikuti yoga untuk ibu hamil, senam hamil, sampai dengan hypnobirthing. Hampir tidak ada waktu untuk istirahat, karena disaat weekend pun saya memilih untuk membekali diri dan memberdayakan diri saya mempersiapkan kelahiran buah hati kami. Untungnya suami saya adalah laki-laki yang mau turut serta mengurus rumah. Ketika saya sedang mual atau lelah, suami menggantikan tugas saya memasak dan bebenah rumah. How lucky I'am..

Sampai akhirnya, hari yang dinanti pun tiba, kelahiran putri kecil kami yang begitu cantik melalui persalinan normal. Selama cuti melahirkan, saya memilih untuk tetap tinggal berdua dengan suami dan mengurus sendiri putri saya. Disinilah tantangan dimulai.. Saya sempat mengalami baby blues selama 2 (dua) minggu lebih sebelum akhirnya bisa menerima segala rintangan dengan hati yang lapang. Selama dua minggu pertama perasaan saya campur aduk, tentunya saya bahagia dengan kehadiran putri kecil kami, tapi disatu sisi saya merasakan perubahan besar dalam hidup saya, kelelahan yang teramat sangat, paranoid akan berbagai hal yang berhubungan dengan tumbuh kembang anak saya, serta kelelahan yang teramat sangat..

Sibuk bergumul dengan segenap emosi dan perasaanku yang bercampur aduk, terlebih mengurus segala keperluan bayi mungilku, aku hampir saja tidak mempedulikan kondisi psikis suamiku. Setelah kelahiran bayi mungilku memang aku dan suamiku selalu bergantian mengurus buah hati kamu. Sebulan pertama dimasa cuti melahirkanku, setiap malam suamiku gantian bergadang untuk mengurus bayi kami yang terus menangis, padahal esok harinya ia harus pergi bekerja pagi-pagi sekali. Belakangan aku menyadari perubahan pada suamiku yang menjadi lebih pendiam, tapi suatu waktu dapat meledak-ledak serta menutup diri terhadap orang lain.

Akhirnya aku memutuskan untuk melakukan kencan singkat dengan suamiku di suatu malam, menitipkan anak kami pada orangtua. Disitulah aku berusaha menggali perasaan suamiku. Dan tak kusangka, suamiku sudah menunggu momen kencan singkat ini sedari lama untuk bisa mencurahkan segala isi hatinya kepadaku. Ternyata benar saja, suamiku pun mengalami perubahan emosional serta kecemasan yang luar biasa semenjak kelahiran putri kecil kami. Selain karena ia tak siap dengan jam tidur yang kacau balau, ditambah lagi ia merasa waktu untuk bisa bermesraan denganku sebagai istrinya pun habis terkuras, ia juga cemas jika nantinya tak mampu memberikan yang terbaik untuk keluarga kecil kami.

Setelah suamiku mencurahkan segala isi hatinya, aku berusaha meyakinkannya dan diriku sendiri bahwa kita pasti bisa melalui masa-masa ini. Fase bayi newborn ini akan berlalu, tidak akan berlangsung selamanya. Anak kita tidak selamanya akan menjadi bayi. Kita harus tumbuh dan berkembang bersamanya. Kami sama-sama mencari solusi untuk kegelisahan kami masing-masing. Mulai dari memutuskan meng-hire pengasuh, menetapkan jadwal untuk quality time bersama, sampai berkonsultasi kepada ahlinya untuk tetap dapat menjaga keintiman kami sebagai suami istri.

Hari-hari setelah baby blues itu berlalu, aku dan suami menjadi semakin mesra, kami sudah mulai bisa menemukan kembali ritme hubungan kami sebagai suami istri tanpa harus mengabaikan kewajiban kami mengurus si kecil. Si kecil yang sudah tidak lagi sering menangis di tengah malam membuat kami mulai dapat beristirahat dengan cukup di malam hari, kehadiran pengasuh yang meringankan tugasku mengurus si kecil membuatku dapat membagi waktuku untuk mengurus dan memperhatikan segala keperluan suamiku sembari tetap kembali menjadi wanita karir. Kami pun rutin melakukan kencan romantis berdua setiap bulannya untuk mengingat masa-masa pacaran kami. Alhamdulillah.. kehadiran si kecil sungguh memberikan kami pelajaran yang luar biasa yang tak pernah kami bayangkan sebelumnya.

Yuk download aplikasi Babyo di Android & iOS dan bergabung dengan ribuan Moms lainnya untuk saling berbagi cerita dan mendapatkan rewards! You really don't want to miss out!

3304 Ferina Hapsari

Comments

Related Stories

LATEST POSTS

Manfaat Air Purifier untuk Pencegahan Virus

Partikel udara kotor ternyata dapat mempercepat penyebaran virus. Air purifier efektif untuk membantu menghilangkan partikel udara kotor.

Waspadai Banjir Bersama si Kecil Saat Musim Hujan

Salah satu masalah besar yang tidak bisa dihindari saat musim hujan adalah bencana banjir.

Tidak Hanya Melembabkan Udara, Berikut Manfaat Humidifier Lainnya

Humidifier tidak hanya berguna untuk melembapkan udara lho Moms, masih banyak manfaat yang bisa didapat dari humidifier

Pentingnya Mengatur Kelembapan Ruangan

Udara yang panas dan penggunaan AC yang sering menyebabkan kulit kering. Maka dari itu Moms perlu alat yang satu ini

Perlukah Air Humidifier untuk si Kecil?

Apa saja sih manfaat yang dapat dirasakan setelah menggunakan air humidifier bagi kesehatan si Kecil dan keluarga?

Ruangan Ber-AC Membuat Kulit Kering? Yuk Moms Pakai Humidifier!

Penggunaan AC setiap hari bisa membuat kulit kering, tapi tenang Moms ada solusinya untuk mengatasi kulit kering

Tidak Hanya Ibu, Ternyata Ayah Juga Rentan Mengalami Baby Blues

Baby blues yang biasa kita tau dapat menyerang seorang Ibu baru, tapi ternyata suami saya juga mengalaminya

Suami Jadi Tak Humoris? Jangan-Jangan Baby Blues

Baby blues selalu menjadi perbincangan hangat di dunia parenting dan ternyata suami juga berpotensi mengalaminya lho

Syndrome Baby Blues yang Dialami oleh Suamiku

Baby blues pada ayah berbeda dengan baby blues yang terjadi pada ibu akibat perubahan hormon pada wanita.

Baby Blues yang Terjadi pada Suamiku

Saat si Kecil lahir, tentu saya banyak sekali melihat perubahan yang terjadi dalam diri suami saya.

Ketika Suami Baby Blues, Ini Cara Saya Menanganinya

Aku ingin berbagi pengalaman tentang bagaimana awal suamiku terkena baby blues dan bagaimana aku menyikapinya.

Cerita Syndrom Baby Blues yang Menimpa Suamiku

Lain anak, lain cerita. Saat anak kedua kami lahir, justru suami sayalah yang mengalami sindrom baby blues.

Baby Blues yang Dialami Ayah saat Kelahiran Anak Keduaku

Halo moms, sedikit cerita, saya ibu dari dua orang anak dimana umur saya dan suami berbeda 4 tahun.

Waspada Pre-Baby Blues pada Suami!

Sepuluh tahun saya berpacaran dan akhirnya sampai di jenjang pernikahan.

Tipsku agar Daddy Blues Tidak Berujung Depresi

Memiliki anak adalah life changing moment bagi para pasangan. Mereka memiliki title baru, sebagai "orang tua".

Aku Tidak Baik-baik Saja

Ada perasaan takut ketika aku hanya sendirian di rumah bersama bayiku. Bayiku berusia dua minggu saat itu.

Mari Kita Pahami Kondisi Psikis Ibu yang Baru saja Melahirkan

Menjadi seorang Ibu merupakan suatu hal yang menurut saya ajaib

Pengalaman Baby Blues Dan Beberapa Faktor Penyebabnya

Baby blues pernah dirasakan sebagian besar ibu. Ada banyak faktor yang dapat menyebabkan baby blues

Cemburu Sama Anak Akibat Baby Blues

Sempurna: lahiran normal, pembukaan cepat, ASI lancar, keluarga besar siap membantu, tapi tetap alami baby blues?

Takut Mencari Informasi Karena Baby Blues

Saya pun tersadar mencari informasi itu penting, membantu saya menemukan solusi dan tidak panik dalam mengurus newborn