Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Mengajarkan Anak Makan Sendiri

PARENTING  |  20 Feb '20


Mengajari anak untuk makan sendiri bukanlah suatu hal yang mudah. Butuh proses yang tidaklah instan. 

”Sepenting itukah ngajarin anak makan sendiri?”

Menurutku penting, karena keterampilan anak untuk bisa makan sendiri merupakan tahapan perkembangan yang sangat amat penting untuk dikembangkan.

Coba deh kita tela’ah, ada banyak tahapan yang harus dilalui anak untuk bisa mengantarkan makanan sampai ke dalam mulutnya. Pertama, anak harus melihat makanannya, mengambil makanannya, kemudian membawanya sampai ke mulut, menyesuaikan dengan letak mulutnya, membuka mulutnya, mengunyah sampai menelan makanan.

Selain mengembangkan banyak kemampuan anak, makan sendiri juga melibatkan banyak perasaan dan kemampuan inderanya. Serta, mengembangkan kemampuan anak untuk bisa mandiri, yang diperlukan untuk kehidupan anak selanjutnya.

“Loh? Kenapa harus buru2 ngajarin anak makan sendiri? Nanti kan juga bisa sendiri. Sekarang nikmatin aja dulu nyuapinnya.”

Ya gak buru-buru juga kok. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya bahwa proses mengajarkan anak makan sendiri ini tidaklah instan. Jadi kita perlahan-lahan mengajarkannya. Lagian, menyuapi anak terus-terusan sampai ia besar juga gak baik. Ini hanya akan menghambat perkembangannya yang harusnya sudah bisa ia capai.

Dari pengalaman pribadi, Alfa mulai bisa menyendok makanan dan mengarahkan sendok ke mulut sejak usia 11 bulan. Namun waktu itu saya belum rutin memberi mangkuk yang ada isinya untuk dimakan mandiri oleh Alfa. Lagi pula waktu itu, Alfa sempat GTM sehingga belajar makan sendirinya sempat terhambat krn dia sendiri sedang malas makan. Setelah fase GTMnya lewat, Alfa mulai senang lagi menggunakan sendok dan saat usia 15 bulan, Alfa sudah lancar makan sendiri dengan sendok di meja makan.

Berikut cara mengajarkan anak makan sendiri ala Mom Alfa:

1. Pastikan anak sudah siap makan sendiri
Siap/belum siapnya seorang anak dapat dinilai sama orangtuanya sendiri ya, jadi gak bisa berpatokan sama “kesiapan anak lain”.

2. Biasakan memegang sendok sendiri
Membiasakan anak memegang sendok sendiri disini BUKAN berarti si anak sudah harus bisa menggunakannya saat itu juga ya Moms. Maksudnya disini, ketika kita hendak makan bersama anak (menyuapi anak), anak akan melihat serta kemungkinan akan timbul rasa penasaran pada sendok yang kita pegang, maka dari itu, kenapa kita tdk mencoba memberikan sendok untuk dipegang juga oleh si anak? Kalo Alfarez, dari usia 9 bulanan, sudah saya berikan sendok silikon untuk dipegangnya. Nah lama kelamaan si anak akan mengerti fungsi sendok tsb, lalu si anak akan mencoba meniru menggunakannya juga.

3. Biasakan makan di meja makan
Meja makan disini BUKAN berarti kita wajib punya baby chair atau kursi makan khusus untuk bayi. Meja makan disini maksudnya ya biasakan anak duduk saat makan, syukur-syukur kalau bisa duduk berhadapan dengan meja seukuran dengannya. Hal ini untuk mengajarkan anak agar bisa makan dgn disiplin, gak berkeliaran atau bahkan bermain saat waktunya makan. Makan di meja makan juga dapat menimbulkan inisiatif mandiri pada si anak.

4. Pilih peralatan makan yang cocok dan sesuai
Menurutku pribadi, peralatan makan yg cocok sangat berpengaruh pada proses belajar makannya anak. Sejak usia 9 bulan, Alfa sudah saya berikan sendok silikon untuk dipegang, namun saat itu Alfa hanya menggenggamnya saja, nah lalu saat usia 11 bulan, saya coba mengganti sendok untuk dipegang Alfa dengan sendok dari salah satu brand yang bentuknya kecil dan gagang sendoknya bertekstur, nah sejak saat itulah (11 bulan) Alfa mulai bisa meraup makanan dgn sendok dan memasukannya ke mulut. Bisa disimpulkan berarti bentuk sendok sangat berpengaruh dgn kemudahan anak mengambil makanan di mangkuknya. Terbukti, saat saya mencoba mengganti sendok makan Alfa dgn sendok lain, Alfa agak kesusahan menggunakannya.

5. Beri fingerfood
Mengajarkan anak makan sendiri tidak berarti si anak “harus bisa menggunakan sendok”, melainkan ia juga bisa belajar makan sendiri dengan tangan. Dulu Alfa sebelum bisa pakai sendok (dan bahkan sampai sekarang), saya rajin memberinya fingerfood yang diletakkan dalam mangkuk yang kemudian Alfa ambil dan makan dengan tangan. Nah misalkan fingerfood terasa kurang, saya kreasikan menu lengkap (menu 4bintang) menjadi makanan berbentuk stick/snack yg mudah diambil menggunakan tangan.

6. Beri contoh menggunakan peralatan makan
Untuk poin ini, sering-seringlah makan bersama di meja makan dengan anak agar dia bisa melihat dan mencontoh cara makan yang benar. Children see, children do. Kalo saya pribadi, saat jam makan anak, saya juga akan makan bersamanya. Bahkan jika suami sedang di rumah, kami akan makan bertiga di meja makan secara bersama-sama. Nah ketika makan bersama anak, jangan lupa beri ekspresi wajah sedang “menikmati makanan” ya, supaya anak tertarik dengan makanannya juga.

7. Khusus untuk belajar makan dengan sendok: Jika sudah bisa meraup makanan dengan sendok, coba beri makanan yang bisa lengket pada sendok
Hal ini berguna untuk memotivasinya dan membuatnya berpikir “Hore! Aku bisa!”. Kenapa makanan lengket? Jadi ini menurut pengalamanku pribadi ya, jadi mungkin beda dengan orang lain. Dulu saat Alfa belajar makan dengan sendok, setiap diberi makan yang mudah terburai, Alfa kesulitan meraupnya dengan sendok. Sementara saat diberikan makanan lengket (contohnya dulu saya pakai Promina Homemade) setiap Alfa mencoba meraup makanan, maka makanannya akan mudah teraup karena tektsurnya yang lengket ke sendok. Nah saat makananya teraup (karena lengket ke sendok) ekspresi Alfa sangat senang. Mungkin dia merasa berhasil ya?

8. Potong makanan sesuai ukuran sendok
Melanjutkan proses dari poin ke-7, jika sudah bisa meraup makanan lengket dengan sendok, maka bisa dilanjutkan makanan padat (nasi dan lauk pauk) yang dipotong-potong sesuai ukuran sendok. Sekali lagi, hal ini untuk mempermudah anak meraup makanan dengan sendoknya.

9. Jangan takut kotor
Momen makan apalagi membiarkan anak makan sendiri baik dengan sendok atau dengan tangan pasti kerap membuat kotor dan berantakan. It’s okay, gak apa-apa. Baju kotor bisa diganti, makanan berceceran bisa di sapu dan lap. Biarkan anak belajar.

10. Selalu awasi anak
Jangan lupa untuk tetap dan selalu mengawasi anak ketika makan, meski sekalipun sang anak sudah terlihat bisa makan sendiri.

11. Sabar dan telaten
Jangan jenuh mengajarkan anak ya Moms. You are your child's first teacher. Semangat!

Semoga bermanfaat.

Yuk download aplikasi Babyo di Android & iOS dan bergabung dengan ribuan Moms lainnya untuk saling berbagi cerita dan mendapatkan rewards! You really don't want to miss out!

209 Intan Sukma Utami

Comments

Related Stories

LATEST POSTS

Every Mom is the Best Mom for Their Children

Moms, jangan jadi seperti orang lain, percayalah pada diri sendiri dan berikan yang terbaik untuk si Kecil.