Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Menciptakan Bonding Ibu dan Anak dengan Cara yang Menyenangkan

PARENTING  |  05 Jul '18


Ikatan batin atau yang lebih kita kenal dengan istilah "Bonding" pada dasarnya sudah mulai terbentuk sejak si Kecil berada dalam kandungan Moms. Bonding atau ikatan yang kuat antara ibu dan anak dapat memberikan rasa aman, kasih sayang, perasaan bahagia dan saling mencintai, serta menimbulkan kehangatan dalam keluarga. Ikatan ini akan semakin kuat seiring dengan kontak fisik dan psikis yang Moms berikan kepada si Kecil melalui berbagai proses dan tahapan yang cukup panjang. Para ilmuwan meyakini bahwa bonding yang kuat antara anak dengan orangtuanya, menjadi contoh pertama bagi sang anak dalam menciptakan hubungan yang sehat di masa depan. Bonding juga mampu melahirkan perasaan aman dan membentuk kepercayaan diri bagi si Kecil. Bahkan beberapa riset menunjukkan bagaimana reaksi orangtua terhadap bentuk aksi yang dilakukan si anak akan sangat memengaruhi perkembangan kognitif dan sosialnya.

Ketika si Kecil lahir ke dunia, pertanda bahwa ia sudah siap berinteraksi dengan orangtuanya, khususnya ibunya. Namun sebaliknya, Moms membutuhkan waktu untuk beradaptasi dengan kehadiran si Kecil hingga pola hidup yang baru terbentuk. Proses ini dapat berjalan cepat atau lambat, tergantung dari kesiapan fisik dan mental Anda. Bagi beberapa Moms yang mengalami sindrom "baby blues" atau bahkan "post-partum depression," tentu saja membutuhkan waktu yang lebih lama untuk menyesuaikan diri hingga bonding dapat terbentuk. Hal ini wajar, karena pada dasarnya manusia tidak serta merta bisa menerima perubahan, terutama hal yang berkaitan dengan dirinya dan lingkungan di sekitarnya. Namun, yang perlu diperhatikan adalah menghindari sikap acuh atau mengabaikan, terutama pada waktu si Kecil menangis, khususnya bagi batita. Pahamilah bahwa ini merupakan satu-satunya cara bagi bayi untuk berkomunikasi dengan orang-orang di sekitarnya.

Bagaimana cara menginisiasi bonding dengan si Kecil dan sejak kapan harus dilakukan? Beberapa poin berikut dapat menjadi acuan bagi Moms dalam membangun bonding yang kuat antara Moms dan si Kecil dengan cara yang menyenangkan:

1. Mulailah sejak si Kecil masih berada di dalam kandungan 

Saat hamil, segala sesuatu yang Moms lakukan dan terjadi pada diri Anda (pola makan, tingkat stres, dan kesehatan) akan sangat memengaruhi si calon bayi. Oleh sebab itu, masa kehamilan merupakan masa yang paling tepat bagi Moms untuk mulai membangun hubungan yang kuat dengan si Kecil. Perhatikan dan cobalah belajar memaknai arti tendangan dan gerakan si calon bayi dan berikan respon dengan memberikan sentuhan balik sambil mengajak ia bercanda/tertawa, serta ajaklah ia bicara/bercerita. Moms juga bisa menstimulasinya dengan membacakan buku atau memperdengarkan alunan musik lembut kepada calon bayi.

2. Menyusui 

Menyusui merupakan kegiatan yang paling ideal untuk menciptakan bonding awal pada bayi pasca melahirkan. Selain bersentuhan kulit secara langsung, Moms juga dapat merasakan sensasi bahagia dan melatih diri untuk memahami si Kecil melalui kontak mata dengannya. Perhatikankanlah ekspresi wajah dan bahasa tubuhnya secara seksama, tataplah matanya dan mulailah ajak ia bicara. Dengan begitu, Moms akan memahami pada posisi menyusui seperti apa ia merasa nyaman. Bagi Moms yang tidak bisa menyusui secara langsung, berikanlah lebih banyak kontak fisik pada si Kecil serta ajaklah ia berkomunikasi pada saat Moms memberikan susu melalui media botol susu. Moms juga bisa bersenandung lembut untuk membuat situasi menyusui si Kecil terasa lebih menyenangkan.

3. Menyentuh kulit si Kecil (skin-to-skin

Letakkan si Kecil di atas dada Moms sehingga terjadi kontak skin-to-skin. Cara ini selain ampuh untuk menciptakan bonding, juga membantu merangsang perkembangan panca indera si Kecil. Bagi Moms yang menyusui secara langsung (direct breast-feeding), hal ini dapat dilakukan bersamaan pada waktu menyusui. Sembari melakukan kegiatan ini, Moms bisa membelai lembut bagian kepala dan wajah si Kecil, serta memeluk dan saling mencium aroma tubuh masing-masing. Aroma tubuh Moms diyakini dapat memberikan efek menenangkan bagi bayi. Menyentuh kulit si Kecil juga dapat dilakukan pada saat Moms memandikannya atau bermain dengannya. Moms juga bisa mempelajari teknik memijat bayi untuk memberikan sentuhan terbaik bagi si Kecil. Selain memberikan efek rileks, pijat juga akan membantu merangsang organ tubuhnya agar berkembang lebih aktif. Melalui sentuhan hangat dan lembut tangan Moms, ikatan yang terbentuk antara Moms dan si Kecil akan semakin kuat.

4. Berikan perhatian penuh pada setiap respon si Kecil

Dengan memerhatikan setiap ekspresi wajah dan reaksinya, Moms akan menjadi ahli dalam mengetahui apa yang ia sukai dan tidak, apakah nada bicara Moms membuatnya nyaman, atau pada kondisi apa si Kecil merasa tidak nyaman (misalnya berada di tempat dengan cahaya yang terlalu terang/redup, udara yang terlalu dingin/panas, makanan yang terlalu manis/asin, dan sebagainya). Moms bisa mulai mengeksplor lebih dalam mengenai hal-hal yang disukai dan yang tidak ia sukai. Beritahukan juga pada si Kecil mengenai apa yang Moms sukai dan tidak.

5. Mulailah mencatat rutinitas kegiatannya sehari-hari dan perhatikan bahasa tubuhnya 

Secara alamiah, bayi memiliki insting yang kuat terhadap apa yang sedang ia rasakan (apakah ia sedang lapar, mengantuk, lelah, ingin diajak bermain, dan lain-lain). Hanya saja ia belum bisa mengungkapkan apa yang ia rasakan secara verbal. Ada baiknya jika Moms membuat catatan khusus mengenai rutinitas kegiatan harian si Kecil (setiap berapa jam sekali ia lapar, frekuensi ia tidur dalam sehari dan berapa lama waktunya, serta berapa jam batas maksimal ia bermain). Perhatikan juga bahasa tubuhnya ya Moms, apakah si Kecil kelelahan, sedang ingin bermain, mengantuk, lapar, atau bahkan ada yang sedang tidak beres dengan kondisi badannya. Misalnya saja ketika ia lelah/mengantuk, ia akan mulai rewel dan mengucek matanya, ketika merasa lapar ia akan memasukkan sesuatu ke dalam mulutnya, dan lain sebagainya. Dengan cara ini Moms akan mengetahui seperti apa pola hidup si Kecil yang terbentuk dan belajar bagaimana cara menyesuaikannya dengan pola hidup Moms yang biasanya.

6. Jadilah sahabatnya

Luangkan waktu Moms sebanyak mungkin dengan si Kecil. Namun yang perlu diingat adalah bukan hanya kuantitasnya saja yang harus Moms perhatikan ya, ciptakan juga waktu yang berkualitas bagi si kecil. Moms bisa mengajaknya bermain, membacakannya buku, menyanyikan lagu, mengajaknya bercerita/berbicara, bahkan berdansa. Lakukan hal-hal positif yang juga dapat menstimulasi tumbuh kembang si Kecil, jangan hanya berada di sampingnya tetapi Moms malah sibuk sendiri dengan gadget/pekerjaan. Jadilah sahabat terbaik baginya dengan selalu bersikap responsif pada setiap tangisannya, bahkan meskipun Moms tidak mengerti apa yang diinginkannya. Dengan begitu, si Kecil akan menjadikan Moms orang yang paling ia percayai.

7. Berada di dekatnya sesaat sebelum ia tidur dan ketika ia bangun

Bacakan dongeng sebelum tidur atau susui si Kecil sambil membelai lembut kepalanya dan menyalakan lagu pengantar tidur favoritnya merupakan salah satu cara yang efektif untuk membangung bonding dengan si Kecil. Tidurlah satu ruangan dengannya, meski dalam ranjang yang terpisah. Hal ini akan membuat ia tetap merasa dekat dan aman. Usahakan Moms juga berada di dekatnya, serta berikan ia pelukan dan ciuman hangat ketika ia terbangun dari tidurnya. 

8. Sering menggendong si Kecil

Bayi yang lebih sering digendong akan memiliki bonding yang lebih erat dengan ibunya dibandingkan dengan bayi yang lebih sering dibaringkan di stroller/bouncer. Menggendong bayi memberikan banyak sekali manfaat, baik bagi si Kecil maupun bagi Moms. Tidak perlu khawatir soal mitos "bau tangan" ya Moms, karena menggendong si kecil dengan sigap (terutama sebagai bentuk respon ketika ia menangis), justru akan memberikan rasa nyaman dan meningkatkan "basic trust" si Kecil pada Moms. Anda bisa mengatur posisi si Kecil menghadap wajah Moms dan dekat dengan jantung sehingga ia bisa mendengar detak jantung Anda. Hal ini akan meningkatkan hormon 'cinta,' sehingga ikatan antara Moms dan si Kecil akan semakin erat. Namun yang perlu diingat, pastikan Moms tidak menggendong dalam kondisi panik ya, sebab bayi memiliki kemampuan untuk mengenali perasaan orang di sekitarnya.

9Pamit terlebih dahulu sebelum meninggalkan si Kecil

Biasakan untuk pamit pada si Kecil lebih dulu sebelum menjawab telepon, menitipkannya sementara kepada pengasuh, atau untuk sekedar ke kamar mandi. Beritahu si Kecil apa yang akan Moms lakukan, dan segeralah kembali sesaat setelah aktifitas yang Moms lakukan selesai. Dengan demikian, ia akan merasa tenang dan percaya bahwa Moms tidak akan meninggalkannya begitu saja.

Semoga bermanfaat.

By: Iswatun Hasanah.

Yuk download aplikasi Babyo di Android & iOS dan bergabung dengan ribuan Moms lainnya untuk saling berbagi cerita dan mendapatkan rewards! You really don't want to miss out!

3103 Iswatun Hasanah

Comments

Related Stories

LATEST POSTS

Review prodak "Wash Wash Away Dish & Cleanser" ukuran 500ml.

Asslmualaikum.. Bissmillah.. Apa kabar semua😁. Mudah2n kalian sehat2 aja ya😍🤗.. Seneng banget hari ini dapat paket Free Sample dari Babyol [...]

Awalnya, saya tipikal ibu yang berpikir bahwa menc...

Awalnya, saya tipikal ibu yang berpikir bahwa mencuci alat makan bayi pake sabun apa aja bisa , tapi itu semua tidak lagi saya lakukan. Khusus [...]

Resep Strawberry Cheese Cake tanpa di oven

Gimana nih puasanya hari ini? Semoga semua lancar & sehat ya moms. Nah..biar makin semangat, yuk bikin Strawberry Cheese Cake yuk buat buka [...]

3 Tantangan Orangtua Saat Ajari Puasa si Kecil

Apa saja tantangan orangtua saat mengajari si Kecil untuk berpuasa? Lalu bagaimana cara mengatasinya?

Atasi Kulit Sensitif Sikecil Dengan Aveeno

Worry juga ya bund kalau si kecil punya masalah kulit, apalagi punya masalah kulit yang sensitif seperti yang dialamin sama Ceisya. Jadi [...]

Apa sih ciri-ciri anak temperamental? Pernah gak ...

Apa sih ciri-ciri anak temperamental? Pernah gak moms bertanya "Kenapa anakku gampang banget marah/tantrum ya? Padahal dalam kondisi atau [...]

Apa bahasa kasih anakku? Disadari atau tidak, set...

Apa bahasa kasih anakku? Disadari atau tidak, setiap orang itu punya bahasa kasih. Apaan tuh? Sederhananya, bahasa kasih itu sesuatu yg membuat [...]

Bagaimana kita tahu bahwa anak kita bahagia?

Bagaimana kita tahu bahwa anak kita bahagia? Jawabannya ternyata cukup sederhana tapi membutuhkan effort yang perlu disengaja oleh orang tua [...]

Mendidik Anak adalah Pekerjaan Seumur Hidup!

Menurut saya, mendidik anak adalah pekerjaan seumur hidup dan sejujurnya saya juga belum terlalu paham konsep “mendidik anak”. Atas dasar inilah [...]

REVIEW : MOMAMI Wash Wash Away Dish & Bottle Cleanser - 500ml

Mulai dari anak pertama sampai sekarang sudah punya 2 anak, aku tuh selalu pakai sabun khusus untuk cuci botol susu, perlengkapan makan atau pun [...]

Review Pisuka Minyak Kayu Putih Plus Qusthul Hindi

Halo Moms, tidak terasa, sudah berjalan hampir 3 tahun pandemi di negeri tercinta ini. Tapi, Alhamdulillah sudah mulai ada vaksinasinya. Apakah [...]

Review Botol Susu Pigeon PPSU Sebagai seorang mam...

Review Botol Susu Pigeon PPSU Sebagai seorang mama eping, botol susu menjadi kebutuhan yang esensial untuk aku dan si kecil, mulai dari si [...]

Berdamai dengan Bosan dan Lelah

Halo moms semua, gimana kabar hari ini? Kalau saya, rasanya sedang bosan dan lelah. Dulu, kalau sedang bosan dan lelah, biasanya saya akan [...]

Telat Vaksin BCG? Oh no!

Telat Vaksin BCG? Oh no! Mommies, sudah familiar kan dengan vaksin BCG (Bacillus Calmette–Guérin)? Vaksin ini digunakan untuk mencegah pe [...]

Cara mengajarkan sikap empati pada anak Kenapa s...

Cara mengajarkan sikap empati pada anak Kenapa sih empati harus diajarkan ke anak? Moms pasti sudah tahu donk ya arti empati itu apa? Yup, [...]

Manajemen ASI Perah : Apakah Ada Metodenya?

ASI Perah atau sering disebut sebagai ASIP sangat dibutuhkan oleh Ibu agar tetap dapat memberikan ASI eksklusif. Tidak hanya untuk working Mom, [...]

Mengapa Aktvitas Skin to Skin Sangat Bermakna?

Istilah Skin to Skin sudah sangat familiar saat ini. Pada awalnya, aktivitas ini dilakukan setelah proses melahirkan. Bayi yang telah dilahirkan [...]

REVIEW : MOMAMI NEW BABY CARE PRODUK yang AMAN UNTUK KULIT DERMATITIS

Memiliki anak dengan sensitifitas kulit yang tinggi sempat membuat aku stres dan bingung, terlebih karena banyak sekali jenis produk yang dijual [...]

4 Jenis MOMAMI NEW BABY CARE Aku senang banget ...

4 Jenis MOMAMI NEW BABY CARE Aku senang banget akhirnya bisa mencoba 4 jenis dari produk terbaru MOMAMI sekarang, karna sudah penasaran [...]

Cuaca yang Tidak Menentu, Waspada Eczema pada si Kecil

Istilah eczema dikenal sebagai dermatitis atopik. Eczema merupakan penyakit kulit yang mengalami peradangan, seperti kulit iritasi, kemerahan, [...]