Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Mencegah Cacingan Pada Anak

HEALTH TIPS  |  29 Sep '17


Moms, jangan menganggap remeh masalah cacingan pada anak-anak. Jika dibiarkan berlarut-larut, cacingan dapat menyebabkan penyakit-penyakit lain masuk ke dalam tubuh bahkan bisa mengakibatkan kematian. 

Anak-anak rentan terkena cacingan apabila tidak menjaga kebersihan pada diri sendiri maupun lingkungan. Biasanya cacing atau larva cacing bisa masuk melalui kulit, udara, tanah, dll. 

Berikut adalah beberapa jenis penyakit cacingan:

1. Cacing Kremi
Biasanya anak yang sering terkena cacing kremi adalah anak yang tidak mencuci tangannya setelah bermain tanah lalu mengambil makanan dan memakannya. Larva cacing pun ikut tertelan, dan akan menetap di bagian usus besar. Setelah larva cacing berkembang menjadi cacing kremi dewasa maka dia akan menuju ke area dubur untuk menetaskan telur-telurnya.

Ciri-ciri anak terkena cacing kremi:

  • Gatal-gatal diseputaran dubur, sehingga menyebabkan anak jadi rewel bahkan susah tidur
  • Nyeri pada perut dan mual

2. Cacing Gelang
Cacing gelang biasa menyebar pada makanan atau minuman yang sudah terkontaminasi cacing gelang sebelumnya. Cacing gelang juga bisa masuk pada paru-paru dan menyebabkan anak batuk-batuk. Jika tidak kunjung sembuh, maka lama kelamaan perut anak akan terlihat buncit dan membuatnya lesu. Biasanya cacing gelang dapat diketahui dari tinja. Cacing dan tinja akan keluar bersamaan.

Ciri-ciri anak terkena cacing gelang:

  • Diare
  • Nyeri pada perut
  • Mual dan muntah
  • Batuk kering
  • Berat badan menurun drastis
  • Tinja berdarah

3. Cacing Tambang
Cacing ini masuk melalui kulit kaki dan akan menginfeksi ke bagian dalam tubuh melewati aliran darah. Cacing ini biasanya melekat pada usus dan akan menghisap darah. Jika terkena cacing ini akan mengakibatkan anak menjadi susah makan sehingga menjadi gizi buruk karena semua nutrisi akan diserap oleh si cacing. 

Ciri-ciri anak terkena cacing gelang:

  • Diare
  • Nyeri perut bagian atas
  • Mual
  • Anemia
  • Demam dan batuk

Jika anak memang cacingan, segeralah diberi obat cacing (hanya diperbolehkan bagi anak yang berusia 2 tahun ke atas). Untuk dosis sebaiknya ditanyakan langsung ke dokter atau apoteker.

Lantas, bagaimana mencegah anak cacingan? 

Hal yang paling sederhana ialah senantiasa menjaga kebersihan anak dan rumah.

  • Memakai sandal jika bermain di luar rumah atau halaman. 
  • Cuci tangan setelah bermain, dan saat mau makan.
  • Tidak jajan sembarangan, karena makanan-makanan yang terbuka biasanya sering dihinggapi lalat (lalat juga dapat menyebabkan anak cacingan)
  • Biasakan anak untuk memiliki kuku yang pendek. Kuku yg panjang itu sarang kuman-kuman. 

Semoga bermanfaat.

By: Cindy Kie

Yuk download aplikasi Babyo di Android & iOS dan bergabung dengan ribuan Moms lainnya untuk saling berbagi cerita dan mendapatkan rewards! You really don't want to miss out!

1527 Cindy kie

Comments

Related Stories

LATEST POSTS

[REVIEW MOMWID] BRAND'S Saripati Ayam, Essence of chicken

Ada yang pernah mendengar tentang sari pati ayam atau essence of chicken? Ternyata Saripati Ayam ini sangat bermanfaat untuk Ibu Menyusui [...]

Kenali Gejala Dan Penanganan Anemia Pada Si Kecil

Apa gejala anemia pada si Kecil? Apa yang harus dilakukan jika si Kecil terkena anemia?

Hal-Hal Sederhana Untuk Mencegah Penyebaran Virus Corona Ala Mom Risny

Yuk simak cara Mom Risny menjaga keluarganya dari virus Corona.

What is Eczema?

What is Eczema?

Perhatikan Hal Berikut untuk Mencegah Virus Corona

Maraknya virus corona banyak membuat orang tua panik. Simak tips berikut agar si Kecil terhindar dari virus ini yuk Moms and Dads!

Penting untuk Diperhatikan Pasca Persalinan

Momen setelah bersalin tentu membahagiakan ya Moms and Dads. Tapi ada hal-hal penting yang perlu diperhatikan loh! Yuk, simak berikut ini.

Tips Mengenakan Masker untuk Si Kecil Demi Mencegah Coronavirus

Mengenakan masker merupakan salah satu cara pencegahan si Kecil tertular virus Corona. Tapi bagaimana jika si Kecil menolak masker?

Mengatasi Sinusitis Pada Balita

Pernah mendengar balita terkena sinusitis? Apa tandanya? Bagaimana cara mengatasinya? Yuk simak berikut ini!

Pengalamanku Alami Wasir Stadium 3 Pasca Melahirkan

Wasir setelah melahirkan? Pasti ga nyaman ya Moms. Yuk simak cerita berikut ini.

Mengenal Kulit Bayi dan Cara Menjaganya

Atopic dermatitis adalah kelainan kulit kronis yang menyerang 15-20% anak-anak serta 3% orang dewasa.

Cara Membuat Mosquito Spray Repellent dengan Variasi Essential Oil

Salah satu fungsi minyak esensial adalah dapat digunakan sebagai anti nyamuk. Bagaimana cara membuatnya?

Apakah Suntik TT Aman? Bagaimana Jika Tidak Suntik TT Sebelum Menikah?

Vaksin TT akan membantu dalam pencegahan tetanus dan sangat diperlukan bagi calon pengantin.

Sindrom Marfan: Kelainan Genetik pada Jaringan Ikat Manusia

Kelainan genetik pada jaringan ikat ini paling umum memengaruhi mata, pembuluh darah, tulang & jantung.

Mengenal Gejala Sindrom Bipolar, Gangguan Kepribadian Ganda Serius

Sindrom bipolar adalah gangguan mental yang ditandai dengan perubahan suasana hati ekstrem dan fluktuasi tinggi.

Mengenal Sindrom Behcet, Kelainan Langka yang Menyerang Pembuluh Darah

Sindrom Behcet merupakan kelainan langka yang menyebabkan pembuluh darah di seluruh tubuh mengalami peradangan.

Sindrom Asherman, Sindrom Langka yang Pengaruhi Menstruasi

Apa itu sindrom asherman yang mempengaruhi menstruasi pada wanita? Yuk kenali lebih dekat sindrom langka ini

Campak Jerman Pada Busui Apakah Berbahaya?

Campak jerman atau yang dikenal dengan campak 3 hari, sebenarnya berbeda dengan campak pada umumnya loh Moms.

Sindrom Klinefelter dan Dampaknya Terhadap Kesuburan Pria

Sindrom Klinefelter adalah kondisi genetik yang cukup umum ditemukan hanya pada pria. Bagimana dampaknya pada kesuburan?

9 Gejala Diabetes Tipe 2 yang Harus Diwaspadai

Mengenali tanda-tanda dan gejala awal dari kondisi kronis ini sangat perlu agar penderita dapat segera dirawat.

Pengertian, Penyebab dan Gejala Penyakit Kista

Benjolan berbentuk kantung yang dapat muncul di mana saja di tubuh ini dapat dialami oleh semua kalangan usia.