Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Mempelajari Vaksinasi MMR

REVIEWS  |  27 Sep '17


MMR, adalah salah satu kata yang sering kita dengar belakangan ini. Apakah MMR itu? Perlukah Vaksin MMR? Umur berapa sebaiknya anak mendapatkan vaksin MMR? Dan segudang penuh pertanyaan lain yang seringkali muncul dalam benak kita. Untuk lebih jelasnya mari kita kenal lebih dekat apa itu MMR.

MMR adalah vaksin yang diberikan untuk meningkatkan daya tahan tubuh anak kita untuk menghadapi Virus Measles (Campak), Mumps (Gondongan) dan Rubella (Campak Jerman). Selain itu juga ada vaksin MMRV yang disempurnakan dengan penambahan vaksin Varicella yang mencegah penyakit Cacar air.

Pemberian Vaksin MMR ini terdiri dari 2 tahap yang dimana tahap pertama dan keduanya dilakukan selang waktu minimal 3 bulan. Pada umumnya dokter akan memberikan vaksin MMR pada tahap pertama dan MMRV pada tahap kedua, karena untuk vaksin cacar air hanya perlu 1x penyuntikan.

Kenapa vaksin MMRV yang diberikan pada pertama kali? Karena menurut The U.S. Center for Disease Control (CDC) salah satu lembaga kesehatan di Amerika, merekomendasikan MMRV pada vaksinasi tahap dua karena pemberian vaksin Varicella ini ada kemungkinan menyebabkan demam yang disertai kejang pada anak.

Berikut mari kita bahas satu persatu penyakit yang dicegah dengan vaksinasi ini:

Measles (Campak)

Untuk beberapa dari kita pasti sudah tidak asing lagi dengan penyakit campak ini, Campak itu sendiri disebabkan oleh infeksi virus yang menyebabkan Ruam merah muncul di seluruh tubuh dan harus diingat ruam ini sifatnya sangat menular, Ruam akan muncul dalam masa waktu 24 hari setelah gejala campak muncul dan disertai dengan gatal di beberapa bagian tubuh.

Gejala yang akan muncul apabila tubuh kita terkena campak adalah:

  • Mata merah, kadang disertai dengan rasa perih pada mata ketika melihat cahaya, karena area mata menjadi sensitive terhadap cahaya.
  • Terdapat Bercak putih keabu-abuan pada mulut dan tenggorokan.
  • Selain itu tanda-tanda umum seperti pilek , radang tenggorokan, batuk bisa menjadi salah satu gejala dari penyakit ini.
  • Demam
  • Hilangnya nafsu makan

Apabila tidak ditangani dengan baik maka bisa membuat komplikasi yang lebih serius (kemungkinan komplikasi yang mungkin terjadi adalah Infeksi pada telinga, Diare, Paru –paru basah, Radang otak) yang apabila tidak ditangani dengan baik dapat pula menyebabkan kematian.

Mumps (Gondongan)

Gondongan adalah salah satu penyakit yang disebabkan oleh virus paramyxovirus, penyakit ini umumnya di derita oleh anak – anak. Penyakit ini termasuk penyakit yang menular melalui udara, apabila kita menghirup udara yang terkontaminasi virus ini atau ketika kita dekat dengan penderita gondongan yang bersin atau batuk. Selain melalui udara penyebaran virus ini juga bisa melalui media perantara, misal ketika kita memakai gelas yang sama atau handuk yang dipakai oleh penderita.

Virus ini masuk ke saluran pernapasan dan selanjutnya menuju kelenjar parotid untuk berkembang biak dan berinkubasi selama 14 - 25 hari.

Apabila terserang penyakit ini gejala yang muncul adalah:

  • demam tinggi
  • sakit kepala
  • mulut terasa kering  
  • pembengkakan kelenjar dibawah telinga atau tenggorokan
  • kesulitan menelan makanan 

Untuk meringkan rasa sakit dan mempercepat penyembuhan adalah dengan menjaga tubuh tetap terhidrasi dengan baik dengan memberikan asupan cairan yang cukup bagi tubuh. Tetapi penting untuk diingat, pemberian jus buah TIDAK DISARANKAN karena akan merangsang kelenjar untuk memproduksi air liur yang membuat rasa sakit semakin parah

Gondongan dapat menyebabkan Meningitis, Encephalitis (Peradangan dari otak) dan Tuli (sangat jarang terjadi), selain itu juga dapat menyebabkan pembengkakan pada testis atau ovarium.

Rubella, or German measles

Rubella atau seringkali disebut dengan campak Jerman memiliki gejala:

  • Ruam merah pada wajah
  • Deman ringan
  • Bengkak pada kelenjar getah bening.

Berbeda dengan campak pada umumnya, gejala yang terjadi pada Campak German ini lebih ringan.

Walaupun tergolong dalam penyakit ringan akan tetapi harus diwaspadai apabila penyakit ini menyerang wanita yang sedang hamil, terutama usia kehamilan dibawah lima bulan. Rubella berpotensi tinggi untuk menyebabkan sindrom rubella kongenital yang dapat menyebabkan cacat pada bayi (seperti tuli, katarak, penyakit jantung bawaan, kerusakan otak, organ hati, serta paru-paru. Diabetes tipe 1, hipertiroidisme, hipotiroidisme, serta pembengkakan otak juga dapat berkembang pada anak yang terlahir dengan sindrom ini) atau bahkan dapat menyebabkan kematian bayi dalam kandungan.

Kapan usia yang tepat untuk vaksinasi MMR?

Rekomendasi usia untuk vaksinasi ini adalah usia 12 -15 bulan untuk bayi, atau usia 4-6 tahun pada anak. Pada usia ini dosis kedua dapat diberikan setiap waktu asalkan sudah melebihi 28 hari dari pemberian dosis pertama.

Siapa saja yang TIDAK BOLEH mendapat vaksin ini?

Anak yang memiliki histori alergi terhadap Gelatin (Zat yang dapat kita temukan pada permen Jelly), Antibiotik Neomycin. Oleh karena itu ada baiknya sebelum melakukan vaksinasi anda berkonsultasi dengan dokter anak anda untuk mencegah efek samping yang terjadi karena pemberian vaksinasi ini.

Anak yang memiliki riwayat penyakit yang berhubungan system imun, kanker atau kelainan dalam darah juga TIDAK disarankan melakukan vaksinasi ini

Selain itu juga bagi bayi/anak yang memiliki riwayat demam kejang direkomendasikan untuk melakukan vaksin MMR dan Varicella secara terpisah karena resiko demam akan semakin besar apabila kedua vaksin tersebut digabung. 

Efek samping apakah yang mungkin terjadi ?

Menurut beberapa penelitian yang pernah dilakukan, reaksi yang mungkin terjadi setelah vaksinasi adalah kemungkinan 1 dari 6 anak akan terkena deman ringan, dan 1 dari 20 anak akan muncul ruam ringan pada kulitnya dan dalam kasus yang sangat jarang sekali terjadi adalah pembengkakan kelenjar pada leher atau pipi. Biasanya hal ini terjadi dalam jangka waktu 14 hari setelah vaksinasi, dan biasanya hanya terjadi pada saat vaksinasi yang pertama

Reaksi yang cukup berat dan amat sangat jarang terjadi, terdapat kemungkinan 1 dari 3000 anak yang melakukan vaksinasi MMR akan mengalami demam kejang. Dan pada vaksinasi MMRV, probabilitasnya adalah 1 dari 1250 yang akan mengalami demam kejang.

Walaupun deman kejang masih menjadi kekhawatiran beberapa orang tua akan tetap hal ini sebenarnya tidak berbahaya bagi anak, karena probabilitas anak tersebut mengalami pendarahan yang disebabkan demam kejang ini adalah 1 banding 30.000.

Beberapa orang juga bahkan menghubungkan vaksin ini dengan kemungkinan autisme pada anak, akan tetapi menurut penelitian sampai hari ini, hal tersebut TIDAK berhubungan sama sekali antara vaksin MMRV dengan autism.

By: Babyologist Team 

Yuk download aplikasi Babyo di Android & iOS dan bergabung dengan ribuan Moms lainnya untuk saling berbagi cerita dan mendapatkan rewards! You really don't want to miss out!

1510 Babyologist Team

Comments

Related Stories

LATEST POSTS

Review Naif Baby Helping Hand Wash: Sabun Cuci Tangan Penyelamat Si Kecil Di Kala Pandemi

Yuk simak review Naif Babyo Helping Hand Wash dari Mom Risny berikut ini.

Review Bite Fighters : Lotion Anti Nyamuk Untuk Cegah DBD Pada si Kecil

Simak review Bite Fighers berikut ini yuk Moms and Dads.

Babyo Review Babybee Nursing Pillow

Bagi ibu, menyusui adalah salah satu masa yang paling indah bersama si Kecil. Selain dapat mencukupi

Review Zwitsal Baby Bottles & Utensils Cleaner

Simak review Zwitsal Baby Bottles & Utensils Cleaner berikut ini ya Moms!

Baby Wipes Penyelamat Iritasi yang Berguna di Saat Covid-19

Moms, yuk simak testimoni untuk baby wipes Dr. Brown's berikut ini.

Review: Lumba Playmat New Generation Bumper Bed

Moms and Dads, yuk simak review Lumba Playmat dari MamaUna berikut ini!

Review: Doona Liki Trike S3

Untuk BabyU yang belum bisa bersepeda, penting banget memilih sepeda yang punya fitur push bar.

Review Sudocrem Skincare Cream

Moms sudah pernah mendengar mengenai Sudocrem Skincare Cream? Yuk simak reviewnya berikut ini.

Babyo Review PRENAGEN esensis

PRENAGEN esensis adalah produk yang cocok untuk mempersiapkan kehamilan dan memenuhi nutrisi selama hamil.

Review Minyak Telon My Baby Plus Eucalyptus

Penasaran ingin mencoba minyak telon My Baby Plus Eucalyptus? Yuk simak testimoni berikut ini.

Review SGM Eksplor 1Plus Complinutri

Moms sedang mencari susu lanjutan untuk si Kecil? Yuk simak review SGM Eksplor berikut ini.

Safari Lodge, Penginapan Tengah Hutan yang Ramah Anak

Moms and Dads ingin merencanakan berlibur? Yuk simak review Safari Lodge, tempat penginapan di Taman Safari berikut ini.

Review Momami Tooth & Gum Wipes

Yuk simak review Momami Tooth & Gum Wipes berikut ini!

Review Dr. Brown's Cheers 360 Spoutless Transition Cup

Mau tahu kelebihan Dr. Brown's Cheers 360 Training Cup? Yuk simak yang berikut ini.

Review Promina Silky Pudding

Bosan dengan snack yang itu-itu saja? Moms bisa jadikan puding sebagai alternatif. Yuk simak review Promina Silky Pudding berikut ini.

Review Unsalted Butter: Anchor atau Elle & Vire?

Moms pasti tidak asing dengan kedua unsalted butter ini. Tapi apa sebetulnya perbedaan di antara keduanya?

Review Breast pad Favorit, Dacco Mama Pad

Salah satu produk yang selalu masuk di daftar belanja bulanan, Dacco Mama Pad.

Dr. Brown's Natural Flow Bottle & Natural Baby Wipes

From the start of breastfeed, I decided to mix between direct breastfeeding (DBF) and bottle.

Review Dr. Brown's Natural Flow Bottle, Baby Wipes, dan Pacifier By Mom Tati

Awalnya aku bertekad gak akan kasih baby Andra botol susu karena takut dia bingung puting dan kolik,

Review Dr. Brown's Baby Wipes by Rifqah

Hai, Gais! Masih inget sharing-an mama aku tentang botol susu Dr. Brown’s yg aku suka banget?