THE DAILY

Categories

Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Memilih Full Time Mom atau Karir?

PARENTING  |  27 Sep '17

"Nyesel ga yah kalo resign?" 

Ini pertanyaan yang menghantui saya sebelum resign dan mungkin juga menghantui beberapa moms yang lagi mempertimbangkan untuk resign.

Dan setelah 3 bulan lebih saya menjalani profesi baru as a full time mom, i gotta say, saya ga menyesal sama sekali telah memutuskan resign.

I loved my job! Saya berada di bidang pekerjaan yang menurut saya asik dan penuh tantangan baru yang membuat saya excited tiap hari ke kantor, and leaving all of it behind was hard! Setelah 2 bulan saya berkutat dengan pertanyaan di atas akhirnya saya memutuskan mengambil jalan yang selama ini tidak pernah saya pikirkan - being a full time mom.

Sebagai seorang full time mom:

1. You'll be more tired, yes! But experience more precious moments

Kalau ditanya capean mana kerja sama dirumah? Jelas di rumah! Walaupun pulang kerja tetep harus urus baby, tetep dirumah seharian lebih capek. Tapi setiap kali mengingat momen dimana bisa bikin baby ketawa or tiba-tiba dia iseng and ketawa sendiri bener-bener bikin bersyukur bahwa saya ada disini saat itu terjadi. Dan yang pasti ga ada drama di kantor liatin foto n video baby sambil nangis saking kangennya.

2. You'll get the chance to teach your baby 

Alasan utama saya resign adalah ini. Karena saya rasa saya punya pola asuh sendiri untuk Eegan. Saya punya mimpi dan gambaran akan seperti apa Eegan nantinya. Nilai apa yang saya mau tanamkan, kebiasaan apa yang saya mau terapkan. Dan saya bersyukur hari ini Eegan bisa makan di high chair, bisa mulai di ajak shake hand dan mengerti instruksi sesuai yang saya terapkan. Saya cuma berfikir kalau dari kecil tidak saya terapkan pola yang saya rasa baik untuk dia, nanti saat dia telah terbentuk dengan pola asuh orang lain, saya tidak boleh protes, kan saya yang memutuskan untuk tidak di rumah.

3. Last but not least, is that you'll get to see every little milestone dan punya kesempatan untuk memulai aktivitas baru, melakukan hal-hal baru yang bukan di area comfort zone kita. Saya mulai coba usaha sampingan baru, menemukan hobby dan passion baru.

Jadi, resign atau tidak tentunya tergantung kondisi moms dan keluarga masing-masing ya. Tulisan ini hanya untuk meng-encourage mereka yang memang mempertimbangkan resign tapi takut menyesal di kemudian hari.

By: Marlisa Tenggara

12033 Marlisa tenggara Send Message to Writer

Related Stories