Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Memilih Pompa ASI untuk Moms yang Hobby Travelling

FEEDING  |  11 Feb '19


Sejak hamil, tentunya Moms akan sibuk mencari tahu ini itu seputar kehamilan, persalinan, breastfeeding dan tentang parenting. Termasuk saya yang ketika itu bingung memilih breast pump yang tepat dan sesuai dengan kebutuhan. Akhirnya karena pilih yang lebih praktis, saya membeli pompa ASI portable. Walau saya seorang stay at home Mom, saya sangat hobi travelling. Ditambah aktivitas sehari-hari di rumah saya lakukan sendirian, jadi menurut saya lebih efektif jika saya memilih pompa portable karena bisa membuat saya lebih nyaman untuk pumping di mana saja dan kapan saja.

Setelah melahirkan, itu pertama kalinya saya mencoba untuk pumping. Ketika itu saya masih berada di rumah sakit, saya menggunakan pompa ASI hospital grade yang sudah tersedia di sana. Pumping saya lakukan setiap 3 jam sekali untuk merangsang kelenjar ASI memproduksi ASI lebih banyak. Karena pada prinsipnya ASI melimpah itu karena seringnya payudara dikosongkan, entah itu setelah atau sebelum direct breastfeeding. Itu konsisten saya lakukan juga di rumah menggunakan pompa ASI portable yang saya beli. Nah dari situ saya tahu plus minus penggunaan pompa ASI hospital grade dan portable.

Kelebihan pompa ASI hospital grade dan portable:

  1. Double pump ready, paket pembelian juga sudah disertakan dengan 2 corong dan 2 botol.
  2. Two Phase, memiliki 2 ritme / fase dalam memompa yaitu ritme stimulasi / massage dan ritme expression / memerah jadi hasilnya bisa lebih maksimal.
  3. Closed system, lebih higienis dan lebih awet. Pompa ASI closed system artinya ASI perah tidak akan masuk ke dalam.

Pompa ASI hospital grade

(+) Daya isapnya lebih lembut
(+) Suaranya noiseless
(+) "Built-in lamp" yang memudahkan jika pumping malam hari
(+) ada cup holder untuk menyimpan botol di belakang breastpump
(-) Harus colok listrik
(-) Tidak praktis dibawa ke mana-mana

Pompa ASI Portable

(+) Praktis dibawa ke mana saja
(+) Convertible (bisa diubah dari electric breast pump menjadi manual breast pump)
(+) Terdapat tutup corong sehingga tetap bersih ketika dibawa ke mana saja
(+) Terdapat cup holder yang terpisah
(-) Daya isap tidak selembut hospital grade
(-) Suaranya lebih keras dari hospital grade (walau tidak terlalu berisik)

Jadi bagaimana Moms, pilih hospital grade atau portable? Happy breastfeeding!

 

Semoga bermanfaat.

By: Noviana Maharani Syaraswati

Copyright by Babyologist

Yuk download aplikasi Babyo di Android & iOS dan bergabung dengan ribuan Moms lainnya untuk saling berbagi cerita dan mendapatkan rewards! You really don't want to miss out!

663 Noviana Maharani Syaraswati

Comments

Related Stories

LATEST POSTS

Kendala dan Tips Sukses Memompa ASI Dengan Single Breast Pump untuk Working Moms

Apa kendala memompa yang biasa ditemui para working Moms? Lalu apa tipsnya agar sukses memompa bagi para working Moms? Yuk, bagikan ceritamu!

Pompa ASI Dual Motor Nyaman dan Hemat Waktu

Power pumping adalah cara memompa ASI yang dapat meningkatkan suplai ASI. Cara memompa ASI dengan teknik power pumping tentunya membutuhkan [...]

Konsumsi ASI Booster, Perlu Tidak ya?

ASI eksklusif adalah proses pemberian ASI pada bayi baru lahir sampai usianya 6 bulan tanpa diberi tambahan lainnya.

Lulus ASI Eksklusif dengan Bantuan ASI Booster

Setiap Ibu selalu menginginkan yang terbaik bagi buah hatinya. Termasuk dalam pemenuhan nutrisinya.

Haruskah Menggunakan Botol Susu Anti Kolik?

Apakah Moms tahu apa itu kolik dan bagaimana botol susu anti kolik dapat mencegah terjadinya kolik pada baby?

Perbedaan Botol Anti Kolik dengan Botol Biasa

Banyak sekali jenis botol yang dijual di pasaran, namun tidak semuanya memiliki fitur anti kolik. Lalu, apa yang membedakan

Kenapa Botol Susu Anti Kolik Berbeda dengan Botol Susu Biasa?

Kolik adalah suatu kondisi yang umum dialami oleh bayi di bawah 6 bulan dikarenakan masih belum sempurnanya sistem pencernaan bayi.

Puasa bagi Ibu Menyusui!

Meski Islam memberikan kelonggaran untuk tidak berpuasa bagi ibu hamil dan menyusui, namun ada baiknya kita tetap coba puasa.

Tips Tetap Berpuasa selama Menyusui

Moms sedang menyusui namun tetap ingin melaksanakan ibadah puasa? Mari kita simak tips dari Mom Okky ini!

Agar Kualitas ASI Tetap Terjaga Saat Berpuasa

Sangat wajar bila kuantitas ASI jadi berkurang saat berpuasa. Maka, fokuslah menjaga kualitas ASI ya Moms.

Berpuasa Saat Menyusui, Why Not?

Bagi Moms yang akan puasa di saat menyusui, harus bersiap menghadapinya ya. Yuk intip beberapa tips ini.

My Breastfed Baby Having Colic, What to Do?

Bayi yang kolik akibat menggunakan botol sudah biasa ya Moms, tapi bagaimana dengan yang menyusu langsung?

Empeng atau Pacifier Bisa Membantu Bayi Kolik?

Sebagian Moms mungkin kontra terhadap empeng, tapi alat yang satu ini ternyata bisa mencegah kolik loh Moms.

Bagaimana Cara Mengatasi Kolik pada Bayi?

Pelekatan payudara yang benar dan penggunaan botol susu anti kolik dapat mneghindarkan si Kecil dari kolik loh Moms.

Ciri-Ciri Bayi Kolik dan Cara Mengatasinya

Berikut adalah 4 langkah mudah oleh Mom Angelin untuk mengatasi kolik pada bayi.

Pentingnya Sendawa pada Bayi

Salah satu alasan mengapa bayi perlu disendawakan setelah minum susu ialah untuk mencegah kolik.

Cara Mencegah dan Mengatasi Kolik dengan Tepat

Berikut adalah tips dari Mom Azizah untuk mengatasi serta mencegah datangnya kolik pada bayi.

Tips dan Trik Menangani Kolik

Apakah si Kecil pernah mengalami kolik? Berikut adalah tips mengatasi kolik oleh Mom Windarti.

Kolik Bikin Cemas? Coba Atasi dengan Ini!

Mari kita simak beberapa tips mengatasi kolik oleh Mom Vincensia di artikel berikut ini!

Atasi Kolik pada Bayi

Berikut adalah beberapa langkah yang dapat Moms lakukan untuk mengatasi kolik pada si Kecil.