Categories

Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Membiasakan Anak Makan di Kursi Makannya, Mengapa Tidak?

MY STORY  |  PARENTING  |  22 Dec '18

Dari zaman saya kecil hingga sekarang sudah menjadi ibu, sering sekali saya melihat ibu-ibu yang menyuapi anaknya sambil jalan-jalan keliling kompleks. Hampir setiap pagi dan sore mereka melakukan hal itu, baik dengan menggendong anaknya ataupun menaruh anak di sepeda dorongnya. Hal itu tentu merepotkan karena ibu sudah capek masak dan mengerjakan pekerjaan rumah tangga, tapi masih harus menggendong keliling kompleks sambil menyuapi anak.

Setelah menjadi ibu, saya belajar bagaimana cara agar anak tetap makan bersama dengan anggota keluarga yang lain. Akhirnya, saya memilih memberikan anak kursi makan untuk aktivitas makannya. Tak sedikit Ibu-ibu zaman dulu yang berkomentar, "Anak zaman sekarang apa-apanya ribet, nyuapin anak mah tinggal bawa jalan-jalan keliling kompleks saja sudah kenyang, pakai buang duit segala beli peralatan yang mahal-mahal, bla-bla-bla…"

Padahal Moms, saya merasakan banyak manfaat dari mendisiplinkan anak untuk makan di kursi makannya.

Pentingnya Mengajari Anak Makan di Kursi Makan Bayi

  1. Melatih kedisiplinan anak
    Melatih kedisiplinan anak bahwa saat makan harus duduk dan makanan berada di meja, bukan digendong maupun berlarian. Seperti yang saya paparkan di atas bahwa selain repot, ternyata mengajak anak makan sambil digendong atau jalan-jalan juga tidak baik, karena anak terbiasa tidak disiplin.
  1. Menghindari risiko anak tersedak
    Karena posisi duduk yang baik, maka dapat mengurangi kemungkinan anak tersedak makanan.
  1. Melatih anak untuk fokus
    Melatih anak makan dengan duduk di kursi makannya membuatnya fokus untuk menikmati dan menghabiskan makanan. Coba kalau fokus anak teralihkan ke hal lain, maka konsentrasi akan berkurang. Padahal kemampuan fokus anak itu penting sampai ia dewasa nanti.
  1. Bisa sekaligus mengajarkan anak untuk mandiri, yaitu makan sendiri
    Mengajari anak untuk bisa tepat memasukkan makanannya ke dalam mulut tentu harus tetap dalam pengawasan ya Moms.
  1. Anak yang bermain dengan makanannya sendiri cenderung lebih pintar
    Karena mereka mempelajari makanan melalui semua indra seperti perasa, peraba, dan pengecap. Sensorinya juga akan terlatih dengan ia mengidentifikasi bentuk, ukuran dan tekstur makanan.

Semoga bermanfaat.

By: Ziana Walida

Copyright by Babyologist

1126 Ziana Walida

Comments

Related Stories

LATEST POSTS

Puasa HP & TV untuk Mengurangi Kecanduan

Apakah si Kecil memiliki kecanduan terhadap gadget atau TV? Mungkin Moms bisa terapkan puasa gadget/TV.

Si Kecil Selalu Menempel dengan Mamanya, Bagaimana Perkembangan Sosialnya?

Pada usia berapa sebenarnya Moms sudah bisa mulai memantau perkembangan sosial si Kecil?

Menjadi Orang Tua Anti Panik saat Anak Sakit

Memang tergolong wajar jika orang tua panik saat anaknya sakit, namun respon panik ternyata bisa membahayakan!

Mengenal Karakter si Otak Kanan

Apakah anak yang tidak tenang termasuk anak yang bermasalah? Simak dulu sharing berikut Moms

Menangani si Kecil yang Suka Memukul

Apakah si Kecil sering memukul orang sekitarnya? Moms dapat mencoba cara berikut untuk mengatasinya.

Kapan Life Skills Perlu Diajarkan ke Anak?

Mengajarkan anak beragam life skills akan membantunya untuk menjadi mandiri di kemudian hari.

Si Kecil Tantrum di Mobil, Harus Bagaimana?

Tantrum anak bisa terjadi di mana saja, bahkan di dalam mobil ketika sedang bepergian.

Apakah Lingkungan Mempengaruhi Perilaku si Kecil?

Pergaulan si Kecil harus banget kita pantau lho Moms, bagaimana caranya?

Mitos Seputar Bayi Jatuh

Bayi yang jatuh sekali, akan jatuh lagi sampai sebanyak tujuh kali. Benarkah demikian?

Tips Membangun Komunikasi yang Baik pada Anak

Mom Devina membagikan beberpa tips membangun komunikasi yang baik pada anak. Yuk simak tipsnya Moms!

Membesarkan Anak Multilingual

Mom Sephyani membagikan cara untuk mengenalkan dua bahasa kepada anak. Yuk ikuti tipsnya Moms!

Bagaimana Cara Mengajarkan Suka Berbagi Kepada Anak?

Anak-anak identik dengan berebut sesuatu. Bagaimana kita menanamkan rasa mudah untuk berbagi?

Manajemen Emosi untuk Ibu Bekerja yang Mempunyai Balita

Memanajemen emosi disaat kita bekerja dan memiiki anak merupakan hal yang sulit. Berikut Mom Wahyu memiliki tips untuk memanajemen emosi, yuk disimak

Kapan Harus Berkata Jangan pada Anak?

Moms, sebenarnya bolehkah berkata jangan pada anak? Yuk simak cara Mom Wahyu dalam mendidik anaknya.

Pelit terhadap Anak, Wajar atau Lebay?

Apakah baik jika kita selalu membolehkan anak untuk membeli barang apa pun yang dia sukai setiap kali pergi ke mal?

Bagaimana Membuat Bayi Cepat Terlelap?

Apakah si Kecil susah sekali dibuat terlelap? Coba ikuti tips dari Mom Vivian berikut ini agar bayi bisa tidur nyenyak.

Saying NO to children?

Moms, benarkah orang tua tidak diperbolehkan menggunakan kata “JANGAN” atau “NO” kepada si Kecil?

Haruskah si Kecil Dipaksa Meminta Maaf?

Mengajari anak untuk meminta maaf harus dimulai di rumah dan di teladani oleh orang tua. Yuk, simak pengalaman Mom Sarah berikut ini.

Anak Suka Memegang Alat Kelaminnya Sendiri?

Pendidikan seks untuk si Kecil penting untuk dimulai sejak usia dini, Moms. Apalagi jika ia mulai gemar memegang alat vitalnya.

Cara Mengatasi Anak Yang Tantrum

Si Kecil sering mengalami tantrum dan tak jarang membuat Moms kewalahan. Tips dari Mom Ade ini bisa membantu mengatasinya.