Categories

Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Membesarkan Anak Kembar Di Lingkungan Apartemen, Kenapa Tidak?

MY STORY  |  PARENTING  |  04 May '18

Zaman sekarang tidak sedikit pasangan suami istri muda memilih untuk tinggal di lingkungan apartemen, dengan pemikiran supaya praktis dan bisa hidup mandiri. Tapi ketika buah hati sudah hadir di tengah-tengah kehidupan kita, ada kalanya kita dihadapi dengan kebingungan ingin tetap tinggal di lingkungan apartemen atau pindah ke landed-house. Begitu juga dengan saya, yang sering kali mengalami masa kebingungan ini. Sampai akhirnya saya dan suami memilih untuk sementara waktu tinggal di lingkungan apartemen.

Keputusan kami ini dikarenakan jam kerja suami lebih sering keluar kota, jadi kami berpikir lebih aman untuk saya dan anak-anak untuk tinggal di apartemen karena keamanan di lingkungan apartemen 24 jam dan akses untuk masuk wilayah apartemen bisa dikatakan ketat. Ditambah fasilitas-fasilitas yang ada di apartemen juga sekitarnya memudahkan kami dalam sehari - hari.
Seiring berjalannya waktu, usia Charlotte dan Charlene, semakin bertambah. Dan sampailah di masa kami harus memutar otak untuk membesarkan mereka di apartemen dengan memori-memori yang menyenangkan dan membahagiakan. Seperti yang diketahui, besar atau luasnya apartemen di Jakarta tidak semuanya seperti layaknya kondominium yang besar. Hal ini ternyata mempengaruhi Charlotte dan Charlene, mereka mulai bisa merasa jenuh. Ya, bayi pun sudah bisa merasa jenuh jika ruang gerak mereka tidak terlalu leluasa.
Akhirnya saya dan suami memutuskan untuk membeli beberapa mainan yang sekiranya bisa mengalihkan kejenuhan mereka. Akan tetapi hal ini tidak selalu berlangsung lama, mereka masih termasuk dalam fase mudah bosan dengan mainan-mainan yang mereka miliki. Setelah kami menganalisa, kami akhirnya mengetahui, membesarkan anak di lingkungan tempat tinggal apartemen harus seimbang antara waktu di dalam unit aparteman dan di luar unit apartemen. Tidak mungkin kami terus-menerus membeli mainan untuk mereka atau menyewa terus-menerus karena ruang gerak kami juga terbatas. Akhirnya saya memberanikan diri untuk mengajak Charlotte dan Charlene bermain di area luar unit apartemen. Kami mencoba rutin mengajak Charlotte dan Charlene ke taman bermain, area kolam renang, area lobby apartemen, area mini kios di apartemen, area kebun sayuran. Ternyata hal-hal ini bisa membuat hati mereka lebih bahagia, lebih bebas, tidak mudah jenuh dan kesal. Kami juga lebih berani memperkenalkan alam kepada Charlotte dan Charlene melalui fasilitas-fasilitas yang ada di lingkungan apartemen kami. Dengan mereka sering berada di luar, sirkulasi udara yang mereka hirup pun lebih lega dibandingkan dengan berada di dalam unit apartemen.
Selain itu, saya dan suami sepakat untuk mencoba hal baru untuk Charlotte dan Charlene, yaitu mengikutsertakan mereka dalam kegiatan sekolah untuk usia infant-toddler. Hal ini sangat membantu kami juga dalam membesarkan anak-anak di dalam unit apartemen. Kemampuan memori anak-anak dalam mengingat aktifitas di sekolah bisa dipraktekkan kembali oleh mereka saat kembali ke rumah. Dan ini membuat saya dan suami menjadi dapat berkomunikasi dengan anak-anak kami dengan baik di dalam apartemen. Kami bisa mengulang kembali aktifitas di sekolah untuk dilakukan di rumah, sembari kami tambahkan beberapa aktifitas lain di dalamnya. Hal ini ternyata berdampak dalam mengurangi intensitas menonton gadget.
Membesarkan anak dalam lingkungan tempat tinggal apartemen bukanlah suatu hal yang akan memperburuk pertumbuhan perkembangan anak. Sebagai orang tua , ada kalanya kita harus kreatif dalam menciptakan suasana yang menyenangkan untuk anak-anak sambil menurunkan ego kita. Saya pribadi agak takut membawa Charlotte dan Charlene ke luar unit apartemen kami, dengan pertimbangan untuk menjaga kesehatan mereka dan tidak memanjakan mereka harus keluar rumah terus-menerus. Namun ternyata, ada hal-hal yang harus kita pikirkan kembali dan negosiasikan kembali dalam pertumbuhan perkembangan anak-anak kita dalam tempat tinggal.

Semoga bermanfaat.

By: Gavrila Joanita 

1663 Gavrila joanita

Comments

Related Stories

LATEST POSTS

Puasa HP & TV untuk Mengurangi Kecanduan

Apakah si Kecil memiliki kecanduan terhadap gadget atau TV? Mungkin Moms bisa terapkan puasa gadget/TV.

Membiasakan Anak Makan di Kursi Makannya, Mengapa Tidak?

Moms, sangat penting untuk mengajari anak bahwa saat makan harus duduk, bukan sambil digendong atau berlarian.

Si Kecil Selalu Menempel dengan Mamanya, Bagaimana Perkembangan Sosialnya?

Pada usia berapa sebenarnya Moms sudah bisa mulai memantau perkembangan sosial si Kecil?

Menjadi Orang Tua Anti Panik saat Anak Sakit

Memang tergolong wajar jika orang tua panik saat anaknya sakit, namun respon panik ternyata bisa membahayakan!

Mengenal Karakter si Otak Kanan

Apakah anak yang tidak tenang termasuk anak yang bermasalah? Simak dulu sharing berikut Moms

Menangani si Kecil yang Suka Memukul

Apakah si Kecil sering memukul orang sekitarnya? Moms dapat mencoba cara berikut untuk mengatasinya.

Kapan Life Skills Perlu Diajarkan ke Anak?

Mengajarkan anak beragam life skills akan membantunya untuk menjadi mandiri di kemudian hari.

Si Kecil Tantrum di Mobil, Harus Bagaimana?

Tantrum anak bisa terjadi di mana saja, bahkan di dalam mobil ketika sedang bepergian.

Apakah Lingkungan Mempengaruhi Perilaku si Kecil?

Pergaulan si Kecil harus banget kita pantau lho Moms, bagaimana caranya?

Mitos Seputar Bayi Jatuh

Bayi yang jatuh sekali, akan jatuh lagi sampai sebanyak tujuh kali. Benarkah demikian?

Tips Membangun Komunikasi yang Baik pada Anak

Mom Devina membagikan beberpa tips membangun komunikasi yang baik pada anak. Yuk simak tipsnya Moms!

Membesarkan Anak Multilingual

Mom Sephyani membagikan cara untuk mengenalkan dua bahasa kepada anak. Yuk ikuti tipsnya Moms!

Bagaimana Cara Mengajarkan Suka Berbagi Kepada Anak?

Anak-anak identik dengan berebut sesuatu. Bagaimana kita menanamkan rasa mudah untuk berbagi?

Manajemen Emosi untuk Ibu Bekerja yang Mempunyai Balita

Memanajemen emosi disaat kita bekerja dan memiiki anak merupakan hal yang sulit. Berikut Mom Wahyu memiliki tips untuk memanajemen emosi, yuk disimak

Kapan Harus Berkata Jangan pada Anak?

Moms, sebenarnya bolehkah berkata jangan pada anak? Yuk simak cara Mom Wahyu dalam mendidik anaknya.

Pelit terhadap Anak, Wajar atau Lebay?

Apakah baik jika kita selalu membolehkan anak untuk membeli barang apa pun yang dia sukai setiap kali pergi ke mal?

Bagaimana Membuat Bayi Cepat Terlelap?

Apakah si Kecil susah sekali dibuat terlelap? Coba ikuti tips dari Mom Vivian berikut ini agar bayi bisa tidur nyenyak.

Saying NO to children?

Moms, benarkah orang tua tidak diperbolehkan menggunakan kata “JANGAN” atau “NO” kepada si Kecil?

Haruskah si Kecil Dipaksa Meminta Maaf?

Mengajari anak untuk meminta maaf harus dimulai di rumah dan di teladani oleh orang tua. Yuk, simak pengalaman Mom Sarah berikut ini.

Anak Suka Memegang Alat Kelaminnya Sendiri?

Pendidikan seks untuk si Kecil penting untuk dimulai sejak usia dini, Moms. Apalagi jika ia mulai gemar memegang alat vitalnya.