Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Melepaskan Anak dari Ketergantungan Empeng

GROWTH & DEVELOPMENT  |  MY STORY  |  21 Mar '19


Anak saya, Nobi, mulai memakai empeng (pacifier) di umur 3 bulan karena anjuran dari mama saya yang melihat Nobi tidak bisa tidur tenang karena bibir yang terus komat-kamit walaupun sudah selesai menyusui. Awalnya saya kira masih lapar, tetapi saat dikasi ASI (direct feeding/botol) dia malah tertidur dan tidak mau menyedot sama sekali. Setelah mencoba empeng, tidur Nobi jadi lebih pulas dan panjang. Awalnya saya sangat tidak mau memberikan empeng karena takut ketergantungan. Tapi apa boleh buat, anaknya niat kuat dan saya kelelahan juga. 

Sewaktu masih bayi, tentu gampang kita menarik empeng dari mulutnya sewaktu dia sudah tertidur pulas. Namun setelah dia menginjak 1 tahun, niatnya makin kuat. Dia mulai mencari empeng sebelum tidur, jika sedang menangis, atau lagi bosan. Salahnya memang saya tidak mau repot dan akhirnya memberikannya. Alhasil, makin ketergantungan akan empeng.

Setelah berkonsultasi dengan dokter dan setelah mempunyai 10 empeng, saya akhirnya bertekad untuk membuang empengnya di ulang tahun Nobi yang ke 2. Ini dikarenakan gigi yang sudah mulai bertumbuh dan rahang yang berkembang. Di umur 2, Nobi lebih bisa diajak untuk mengerti apa yang baik untuk dia dan apa yang tidak. Kami membutuhkan waktu 4-5 hari untuk akhirnya Nobi bisa setuju untuk membuang empengnya. Semua dimulai dari saya dan suami saya yang setuju untuk tidak lagi membelikan empeng lagi.

Kami memutuskan bila empengnya putus atau robek karena digigit, kita biarkan. Kami bicarakan dan membuat Nobi mengerti akan hal ini. Dia juga akhirnya setuju jika empengnya rusak, dia harus tidur tanpa empeng dan tidak boleh nangis. Setiap hari selama 1 minggu kami bicarakan hal ini dengan Nobi. Akhirnya terjadi juga, empengnya robek karena digigit Nobi saat gemas. Kita ingatkan Nobi akan janji yang dia buat untuk tidak menangis dan harus tidur tanpa empeng. Kami juga meminta dia sendiri yang membawa empeng rusak tersebut ke tong sampah untuk dibuang. Malam itu dia menangis sewaktu tidur dan butuh dielus-elus atau “pok-pok” untuk menghiburnya. Saya juga tidak lupa untuk berdoa bersama agar Nobi bisa tidur pulas tanpa empeng. Kami juga tidak lagi menyebut-nyebut empeng atau memperlihatkan gambarnya kepada Nobi supaya bisa Nobi lupakan. Akhirnya, di akhir 1 minggu, Nobi benar-benar lupa dengan empengnya dan dia bisa bebas dari ketergantungan empeng!

Jika ditanya, kapan saat yang tepat untuk melepas empeng?

Menurut saya sesiapnya anak dan sesiapnya orangtua + semua yang di sekitar anak tersebut. Setiap anak berbeda. Memang akan lebih gampang jika anak sudah bisa diajak untuk mengerti. Yang paling penting adalah ketekadan dari orang tua dan kesatuan dari orang-oeang di rumah untuk menjadikan lepas empeng itu sebuah misi penting untuk perkembangan anak.

Semoga bermanfaat.

By: Adelene tjoandi

Copyright by Babyologist

Yuk download aplikasi Babyo di Android & iOS dan bergabung dengan ribuan Moms lainnya untuk saling berbagi cerita dan mendapatkan rewards! You really don't want to miss out!

1035 Adelene tjoandi

Comments

Related Stories

LATEST POSTS

Kapan Bayi Boleh Diajak Berenang di Kolam Renang Umum?

Setelah pandemi bisa diatasi, apakah Moms and Dads berencana mengajak si Kecil berenang? Simak yang satu ini ya.

Biarkan Anak Belajar Jalan dengan Bertelanjang Kaki

Benarkah membiarkan si Kecil bertelajang kaki ada manfaatnya? Kita simak berikut ini yuk!

Bolehkah Anak Laki Main Masak-Masakan?

Anak laki-laki suka main masak-masakan? Ga usah khawatir Moms, yuk simak cerita berikut ini.

Beri Kesempatan Anak Bermain Sendiri

Tahukah membiarkan anak bermain sendiri memiliki banyak manfaat untuk si kecil?

Tips Agar Anak Mencintai Buku ala Mom Dastan

Bagaimana cara menumbuhkan minat baca pada anak sejak dini?

Membiasakan si Kecil Punya Jam Tidur Malam

Bagaimana cara menerapkan jadwal tidur pada anak agar ia bisa tidur dengan cukup?

6 Bulan si Kecil, Apa ya Milestonesnya?

Wah ga kerasa ya Moms, si kecil sekarang sudah memasuki 6 bulan.

Mitos Atau Fakta? Dua Bayi Berdekatan, Salah Satunya Akan Lambat Tumbuh Gigi

Berdekatan dengan sesama anak yang belum tumbuh gigi bisa menyebabkan anak sulit tumbuh gigi

Mengenal Montessori dan Kurikulumnya

Mama milenial pasti ga asing ya denger metode montessori ini. Apa sih montessori itu?

Stimulasi Berjalan (Part 2)

Batas maksimal usia anak harus bisa berjalan itu 18 bulan, tapi kita ga bisa tunggu sampai 18 bulan tanpa bertindak

Permainan Sederhana untuk si Kecil - Animal Rescue

Yuk bikin mainan untuk si Kecil Moms, selain untuk bersenang-senang mainan yang satu ini bermanfaat untuk motorik anak

Yuk Main Di Playground Banyak Manfaatnya Loh!

Mengajak si Kecil bermain di playground selain membuatnya senang ternyata juga banyak manfaatnya loh Moms

Dampak Gawai/Gadget untuk Perkembangan Anak

Mungkin tidak jarang kita melihat balita duduk di kursi makan bayi restoran dengan memegang ponsel/gawai.

Growth Spurt? Enjoy aja…

Tiba-tiba, gak mau lepas dari pangkuan, maunya mimik terus, seolah lapar tiada henti.

Rekomendasi Mainan Edukasi

Buat yang ada rencana beli mainan untuk si Kecil, yuk simak rekomendasi permainan edukasi berikut ini

Ternyata Ada 9 Jenis Kecerdasan Anak, Apa saja ya?

Semua anak terlahir cerdas, tergantung cara moms menstimulasinya menjadi lebih terasah atau tidak.

Ide Bermain Anak - Find the Alphabet!

Bikin mainan untuk si kecil yuk. Bisa bermain sambil belajar ya moms lewat mainan berikut berikut ini

Ide Bermain untuk si Kecil: Magnet Maze

Yuk manfaatkan baran bekas untuk membuat berbagai mainan si Kecil. Moms bisa buat permainan seperti berikut!

Mengapa si Kecil Suka Duduk W? Dan Apakah Bahayanya?

Kita seringkali melihat beberapa anak sangat nyaman dengan posisi duduk W. Mengapa? Apakah bahayanya?

Sensory Play For Baby: Touch Board

Banyak sekali permainan sensory yang dapat menstimulasi indera-indera si Kecil. Mari coba ide permainan berikut!