Categories

Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Melatih Kemandirian Anak melalui Practical Life

PARENTING  |  05 Jun '18

Orang tua mana yang tidak bahagia melihat anaknya tumbuh berkembang menjadi pribadi yang mandiri Kemandirian merupakan aspek penting yang perlu dimiliki setiap individu. Hal ini akan memengaruhi perilakunya supaya dapat mencapai tujuan hidupnya seperti kesuksesan serta prestasi yang dapat memperoleh penghargaan. 

Menurut Elizabeth B. Hurlock, seorang tokoh psikologi perkembangan, kemandirian adalah kemampuan untuk melakukan kegiatan atau tugas sehari-hari sendiri atau dengan sedikit bimbingan sesuai dengan tahapan perkembangan anak dan kapasitasnya (Hurlock, 1991).

Kemandirian akan berkembang dengan baik apabila diasah dan dilatih sejak dini dalam melakukan tugas-tugas perkembangannya, diharapkan nilai-nilai keterampilan kemandirian akan lebih mudah dikuasai. 

Seorang anak usia dini dapat diberikan kepercayaan untuk berkesempatan belajar yang bersifat fisik dan psikis. Kegiatan ini merupakan kebutuhan sehari-hari yang bersifat pribadi sehingga anak mampu melakukannya sendiri. 

Orangtua berperan dalam mengawasi, memberi arahan, mendukung dan memberikan teladan yang baik dalam upaya pengembangan kemandirian anak. Melatih perkembangan kemandirian anak usia dini dapat dilakukan dengan cara kegiatan yang menyenangkan seperti beragam aktifitas belajar sambil bermain.

Kemandirian akan berkembang dengan baik apabila diasah dan dilatih sejak dini dalam melakukan tugas-tugas perkembangannya

Adapun salah satunya yaitu kegiatan bermain dan belajar dengan aktivitas practical life. Practical life merupakan suatu kegiatan kehidupan harian secara langsung dalam proses belajar pembekalan keterampilan hidup (life skill). 

Dilansir dalam buku Rumah Main Anak karya Julia Sarah Rangkuti mengenai tujuan practical life untuk anak (Depdiknas, 2007 : 3) , yaitu:

  1. Menyadari atau mengenal perilaku yang dikehendaki dalam kehidupan sehari-hari. 
  2. Menolerir adanya ragam perilaku yang mencerminkan adanya keragaman nilai. 
  3. Menerima perilaku yang dikehendaki dan menolak perilaku yang tidak dikehendaki.
  4. Memilih perilaku yang mencerminkan nilai-nilai yang dikehendaki misalnya disiplin, ramah, sopan, hormat dan menghargai  orang lain. 
  5. Menginternalisasi nilai-nilai yang baik sebagai dari kepribadian yang menuntun perilaku sehari-hari. 

Adapun contoh practical life untuk diri sendiri seperti makan sendiri, minum dan menuang air ke dalam gelas sendiri, mandi dan memakai baju, menggosok gigi, mencuci tangan sendiri, memakai sepatu serta kegiatan harian lainnya. 

 

Semoga bermanfaat.

By: Chriesty Anggraeni.

 

3446 Chriesty Anggraeni

Comments

Related Stories

LATEST POSTS

Respon Tepat Menghadapi Gigitan si Baby

Apakah si Kecil sudah mulai memasuki masa pertumbuhan gigi? Yuk, simak tips untuk menghindari gigitan si Kecil.

Bolehkah si Kecil Mencorat-coret Tembok?

Usia 2 tahun merupakan masa si Kecil mengekspresikan imajinasinya di lingkungan, coba alihkan ke media lain ya Moms.

Manfaat Tidur Siang untuk Anak

Anak pada umumnya membutuhkan jam tidur yang lebih banyak dibanding dengan orang dewasa. Apa saja fungsinya?

Memulai Disiplin Dini Untuk Anak

Pada usia berapa anak mulai bisa di ajarkan disiplin? Sedini mungkin. Moms bisa memulainya dari hal-hal kecil loh.

Mengajak si Kecil Bermain Ke Taman Bermain Umum

Apakah si Kecil sudah mulai bosan untuk bermain didlm rumah Moms? Sesekali mari ajak si kecil bermain di luar!

Tips Menciptakan Bonding yang Erat antara Ayah dan Anak

Sebagian anak cenderung lebih dekat dengan sang Ibu. Yuk, mulai biasakan si Kecil untuk mendekatkan diri dengan ayah!

Pentingnya Mengajarkan Sharing Pada Anak

Mengajarkan anak berbagi penting dilakukan sejak dini. Jangan biasakan selalu menuruti tuntutan dan keinginannya Moms!

Prinsip Menjadi Seorang Working Mom buat Mom Sherlly

Bagaimana sih cara Mom Sherlly mengatur waktu untuk kerluarga dan pekerjaan? Yuk, simak informasi berikut.

Sikap Sederhana yang Membuat Anak Merasa Sangat Dicintai

Kadang sebagai orangtua pasti Moms terlalu sibuk mempersiapkan segalanya untuk anak sampai lupa hal-hal sesederhana ini yang nyatanya penting [...]

Trik Efektif Mengatasi Anak Pemalu di Sekolah

Memasuki usia sekolah, si Kecil akan mengalami perubahan besar dalam tahap kehidupannya.

Suka Berteriak pada si Kecil? Stop dari Sekarang!

Ibu adalah sekolah pertama bagi putra putrinya. Walau tidak mudah, seorang ibu haruslah banyak belajar, belajar mengasuh,

Tips Lalui Akhir Pekan dengan Water Beads

Water beads merupakan super absobent polymer berbentuk butiran-butiran yang dapat menyerap air.

Menghadapi Anak Pertama yang Menjadi Sangat Manja saat Moms Hamil Anak Kedua

Hai Moms, kali ini saya ingin sharing tentang perilaku anak pertama saya yang saat ini berusia balita (27 bulan).

Hati-hati dalam Mengucapkan Sesuatu Kepada Anak

Hati-hati, kata-kata bisa menjadi sumber inspirasi dan bahkan bisa menjadi boomerang bagi kita sendiri loh Moms!

Mengajarkan Membuang Sampah Pada Tempatnya Sejak Dini

Yuk, ajarkan kebiasaan yang baik mulai dari hal-hal yang kecil seperti membuang sampah pada tempatnya.

Belajar Mendidik Anak dari Negara Terbahagia di Bumi

Tulisan ini terinspirasi dari buku “The Danish Way of Parenting” yang ditulis oleh Ayah Edy.

3 Tantangan Orangtua Saat Ajari Puasa si Kecil

Apa saja tantangan orangtua saat mengajari si Kecil untuk berpuasa? Lalu bagaimana cara mengatasinya?

Orang Tua Jaman Now yang Smart

Terima kasih kepada teknologi, kita – orang tua, jadi cepat mendapat banyak ilmu dan informasi melalui media sosial.

Mitos dan Fakta Merawat Bayi

Menurut mitos yang berkembang, hidung bayi bisa mancung dengan cara ditarik? Benarkah demikian?

Si Kecil Mudah Marah? Simak 5 Cara Mengatasi Amarah Anak

Memasuki usia balita, si Kecil sudah semakin pandai meluapkan emosinya.