Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Melahirkanmu dengan proses Induksi Masyaa Allah, Tabarakallah❤️

PREGNANCY  |  06 Oct '20


Nostalgia beberapa bulan lalu💕

Alhamdulillah... Masyaa Allah, Tabarakallah❤️

📝 Tanggal 7 Januari 2020
Perut terasa kram pada malam hari dan akhirnya sesampainya di rumah sakit baru dapat pembukaan 1. Akhirnya aku, suami dan mama pulang ke rumah. Baru sampai di rumah, tiba-tiba flek. Karena panik, datang kembali ke RS dan memutuskan untuk rawat inap. Saat pagi hari ketemu dengan dokter yang menanganiku dan dicek VT kembali, ternyata pembukaan masih sama. Beliau pun memutuskan untuk kembali pulang/tetap di RS dengan proses induksi. Perasaan mulai bimbang, karena dengar kata induksi itu horror bagiku. Dan... aku memutuskan untuk pulang saja, tapi suami tidak

📝 Pada tanggal 8 Januari 2020, aku mulai kontraksi tapi tidak sesering ibu yang ingin melahirkan. Ternyata pas dicek VT dapat pembukaan 2. Disitu mulai ada semangat untuk lahir normal tanpa induksi, karena rumornya dari beberapa cerita ada proses induksi tapi berujung caesar. Suami mulai menguatkan, "Apapun prosesnya kamu bisa! Coba induksi ya..." aku pun memutuskan malam itu dan bidan yang membantu langsung menghubungi dokter.

Lalu menjadwalkan untuk datang besok jam 6 di ruang bersalin. Pagi hari itu tiba, bidan dan suster mulai memasukkan induksi pertama. Rasanya gimana? Mules! Seperti nyeri haid tapi tak terhitung rasanya.. masyaa Allah! Bertahan dengan induksi dari jam 8 sampai jam 12, bisa dibayangkan rasanya yang cuma dijeda agar tenang cuma 30 detik.

Lantunan istighfar keluar dengan support dari suami juga. Serta orangtuaku yang selalu menghubungi dan mendoakanku agar persalinannya lancar. Jam 12 berlalu dan hasilnya? Alhamdulillah dapat 2 pembukaan, totalnya 4. Ada rasa senang, akhirnya tubuhku ini menerima. Aku terus jalan-jalan ke luar, naik turun tangga dari lantai 1-3, squad dan main gym ball. Entah sudah berapa kali cek VT dilakukan, tapi pembukaan masih tetap 4.

📝 Keesokan harinya tanggal 8 Januari 2020 pukul 08:30, aku diminta datang kembali ke ruang bersalin untuk induksi kedua. Selama 3 hari di RS, tetap ada monitoring untukku dan Almeera dengan CTG, tensi, cek jantung janin dan cek VT. Induksi kali ini dengan infus, btw rasanya udah parno ya dengar kata infus. Jujur ada trauma pada tahun 2016 waktu operasi hemoroid.

Induksi dimulai dan rasanya sama seperti induksi balon. Ya namanya juga diinduksi, rasanya nggak bisa diungkapin. Banyak ibu-ibu di grup maternity bilang, "Kenapa nggak caesar, mom?" Aku cuma jawab, "Caesar adalah pilihan saya yang terakhir. Selama ada induksi, saya tetap memilih itu dan saya percayakan kepada Allah melalui dokter. Saya yakin beliau tidak sembarangan juga memutuskan sesuatu.."
Saya merasa terharu, karena dokter, para bidan dan para suster yang sangat kooperatif. Mereka menyemangatiku terus sampai nggak yakin aku sekuat itu dengan induksi dan percaya diri sekali kalau persalinanku akan normal.

Pukul 12:00 WIB di tanggal yang sama, aku minta menyerah karena rasanya tidak ada jeda untukku istirahat dan induksi infus berhenti sementara sambil dokter memasukkan pil ke dalam dubur. Rasa sakitnya kian bertambah dan setelah dicek VT kembali baru dapat pembukaan 5 tapi ingin ke 6, rasanya sedih banget. Kenapa pembukaannya lambat? Sampai suster pun bilang, "Ibu, ini usaha kami yang terakhir ya. Kalau tetap begini langsung tindakan operasi..."
Aku hanya mengiyakan, ada rasa putus asa tapi demi Almeera dan suamiku yang terlihat lelah. Semuanya sirna begitu saja.

Pukul 1 tepatnya, dokter datang beserta bidan untuk melakukan 'Pemecahan Ketuban', aku yang syok langsung tanya, "Sakit ngga bu bid?" Beliau bilang, "Nggak kok say, tenang aja ya." Dan... air yang terasa hangat mengalir begitu saja, tapi kata dokter cuma sedikit. Beberapa suster mulai berdatangan untuk menyiapkan cairan induksi baru, sembari dokter bilang, "Ibu mau melahirkan hari ini atau besok?" Aku pun langsung menegaskan, "Saya pilih hari ini dok, biar sekalian sakit." Suami tetap di samping tanpa bicara apa-apa, sampai tidur dan terbangun lagi karena meringis kesakitan. Semua keputusan ada di tanganku.

Waktu terus berlalu, suster berdatangan sambil masang induksi infus yang baru. Ntahlah saat itu rasanya antara hidup dan mati, air mata sampai nggak keluar lagi. Kali ini terakhir, efek induksinya tidak ada jeda yang terus memicu agar kontraksi. Karena tidak tahan sampai BAB pun di tempat tidur dan air ketuban mengalir deras. Rasanya lelah, sampai bilang ke suami udah nggak tahan, minta lepasin induksinya, dll. Saat itu cuma bisa berserah diri, aku rela demi putri pertamaku Almeera. Dokter dan suster pun datang langsung menginstruksikan untuk mengejan. Alhamdulillah 4 kali mengejan, Almeera pun lahir dengan selamat. Semuanya terbayar, rasa sakit hilang sudah sampai nggak terpikirkan rasanya digunting dan dijahit asalkan anakku sehat dan sempurna...

Setelah bersalin, aku langsung diantar ke lantai 3 menggunakan bangsal. Terharu sekali karena dokter, para bidan suster berdatangan untuk memberi selamat dengan senyuman. 3 hari sudah berjuang, terima kasih suamiku, mama, ayah, kedua adikku dan sahabat-sahabatku yang mendoakan serta memberi support.

Intinya induksi tidak seburuk yang orang bayangin. Selagi mau mencoba untuk lahir normal, kenapa tidak menaruh pilihan caesar paling akhir? Melahirkan normal/caesar adalah cara bayi untuk memilih dilahirkan ke dunia. Perjuangan seorang ibu tidak dinilai dari proses melahirkannya, melainkan bagaimana seorang ibu sudah berjuang, ikhlas dan rela demi kelahiran buah hatinya. Semoga kita yang sudah menjadi ibu dan calon ibu bisa terus semangat untuk merawat mereka dengan cinta dan kasih sayang.
.
Teruntuk gadis bunda, terima kasih, Nak. Karenamu, bunda tahu bagaimana perjuangan menjadi ibu. Nikmatnya saat mengandung selama 38 minggu, proses induksi, mengejan, dijahit dan pemulihan yang nggak bisa diungkapkan rasanya hilang begitu saja karena kehadiranmu. Terima kasih sudah berjuang bersama, Papa dan Bunda sangat bersyukur karena kamu sudah melengkapi hidup kami. Bahagia dan sehat selalu, Almeera Nadzifah❤️

Yuk download aplikasi Babyo di Android & iOS dan bergabung dengan ribuan Moms lainnya untuk saling berbagi cerita dan mendapatkan rewards! You really don't want to miss out!

175 Azizah A Pertiwi

Comments

LATEST POSTS

Ikhtiar Melahirkan Normal

Karena segalanya perlu diupayakan, begitu juga dengan proses persalinan. Betul tidak moms? Waktu hamil dulu, saya ingin sekali melahirkan secara [...]

Manfaat Berbicara dengan Janin Dalam Kandungan

Waktu hamil dulu sering mengajak ngobrol dedek bayi tidak moms? Nggemesin ya ngobrol sendiri sama bayi, apalagi kalau pas elus-elus perut terus [...]

Kelahiranmu, Keajaiban Bagiku

Tentang cerita persalinanku, bagi banyak orang mungkin biasa saja, tidak ada yang istimewa. Bukan persalinan ekspres, bukan pula persalinan [...]

HIPERSALIVASI Saat Kehamilan Pertama

Waktu trimester pertama aku hamil rasa mual itu sudah pasti aku alami. Lama kelamaan rasa mual itu terasa makin menjadi-jadi, muntah ketika [...]

Pregnancy Badge

Halo moms! Nama saya Banni Bestina, dan kali ini saya akan bercerita tentang pengalaman saya menggunakan pregnancy badge di Jepang (pre-pandemi).

Memulai Kenyamanan Hidup Dengan Memilih Pakaian Dalam Sorella

Kenyamanan hidup bisa kita mulai dari diri sendiri, dan mood merupakan salah satu yang menentukan kenyamanan yang akan kita rasakan. Jika kita [...]

Tips Menjaga Penampilan Meskipun Sudah Melahirkan...

Tips Menjaga Penampilan Meskipun Sudah Melahirkan 9 dari 10 moms yang sudah melahirkan, pasti merasa bentuk tubuhnya sudah berubah dan tidak [...]

Pengalaman Melahirkan Normal dengan Minus Mata Tin...

Pengalaman Melahirkan Normal dengan Minus Mata Tinggi Hai Moms, apa kabarnya nih Moms? Semoga selalu diberi kesehatan ya Moms. Nah, dalam [...]

MY STORY WITH BRANDS SARIPATI AYAM

Halo moms semua.. Let me sharing ya tentang storyku bersama BRANDS Saripati Ayam. Sebelumnya produk apa sih ini? Jadi ini adalah uplemen [...]

Untuk Bunda-bunda yang sedang bersedih karena kegu...

Untuk Bunda-bunda yang sedang bersedih karena keguguran... I felt you. Terutama ditambah dengan situasi pandemi seperti ini, tapi kita tidak [...]

#SiapJagaImun Bersama BRAND's Saripati Ayam

Jadi ibu itu kadang perlu egois. Kalo gak egois, kita gak bisa jadi diri sendiri. Kalo gak egois, kita akan selalu mengiyakan kata orang lain [...]

Tips Menghadapi Stres Pada Bumil

Bismillah setelah kita mengetahui faktor dan dampak stres pada ibu hamil. Berikut ada beberapa tips yang bisa moms ikuti. 1. Menghirup aroma [...]

Dampak Stres Pada Bumil

Bismillah Melanjutkan sharing sebelumnya ummi sarah mau sharing mengenai dampak dan tips stress pada bumil, yuks kita simak moms. Stress pada [...]

Faktor Stress Pada Bumil

Bismillah Ketika tiba masa kehamilan merupakan moment yang tidak pernah bisa dilupakan oleh setiap moms, moms akan hidup bersama bayi yang ada [...]

Secepat ini dirimu hadir, Nak...

Secepat ini dirimu hadir, Nak... Setiap bulan selalu pantengin kalendar, ini udah resiko sebagai seorang Ibu tanpa KB. Cuma mengandalkan [...]

Payudara Membengkak Saat Hamil Muda, Apakah Wajar?...

Payudara Membengkak Saat Hamil Muda, Apakah Wajar? Hai moms semua, sudah lama nih aku tidak sharing di babyo. Kangen sekali rasa nya. Sudah [...]

Rekomemdasi Pompa Asi BERDEE S2 Design ergonomis yang mewah dan compact

Hallo teman-teman, saya mau merekomendasikan Pompa ASI Berdee S2 kpd teman2 tercinta ku, ini foto diambil sudah lama 😆 dan semuanya skrg sudah m [...]

Proses Persalinan yang Tidak Terduga

Aku inget betul waktu itu hari rabu, 18 oct 2017 pagi, usia kandungan sudah 37 minggu. entah kenapa hari itu tiba-tiba malas bangun padahal [...]

My First Pregnancy Apa gejala kehamilanku? Dan bagaimana cara mengatasinya?

Mau sharing sedikit tentang kehamilan pertamaku.. Apa aja sih yang aku alami dari mulai tau aku hamil sampai sekarang menginjak hampir 8 bulan? [...]

Natural Skincare: Good or Bad?

Semua tipe skincare sebenarnya baik jika cocok digunakan oleh penggunanya. Banyak sekali kulit yang menjadi lebih sensitif terhadap produk [...]