Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Melahirkan Secara Caesar Setelah Pembukaan Lengkap

MY STORY  |  PREGNANCY  |  20 May '19


Hai Moms, saya ingin bercerita mengenai pengalaman saya saat melahirkan anak pertama saya, Baby Mafaz, yang harus berakhir di meja operasi.

Melahirkan secara lancar dan normal tentu dambaan bagi setiap ibu hamil. Terlebih ketika hingga usia kehamilan 39 minggu, dokter sudah mengisyaratkan bahwa kehamilan ini aman dan tanpa komplikasi. Meski ada satu lilitan tali pusar, menurut dokter tidak masalah. Berat badan janin saat itu juga sedikit berlebih, yaitu sekitar 3,2 hingga 3,4 kg, namun menurut dokter tetap dapat diusahakan melahirkan secara normal. Posisi bayi yang optimal, kepala bayi yang sudah masuk panggul dan upaya saya untuk belajar dan terus induksi alami seperti makan buah kurma, buah nanas, rutin mengikuti senam hamil di rumah sakit, rutin melakukan prenatal gentle yoga di rumah, main birthing ball dan power walk, tentu membuat harapan untuk melahirkan secara normal dan lancar semakin besar.

Namun, proses melahirkan tidak bisa dipungkiri adalah proses yang sangat menarik dan menegangkan karena apapun bisa saja terjadi, Moms, dan seringkali diluar perkiraan dan harapan kita. Pada saat itu, saya sudah mengalami kontraksi selama 50 jam, dengan interval kontraksi yang konsisten mulai dari 30 menit sekali hingga 2-3 menit sekali. Sekedar informasi, saya memilih melahirkan di klinik bersalin dengan bidan karena menginginkan proses melahirkan yang lebih alami, keinginan tersebut berjalan lancar hingga pembukaan 9, saya masih bisa berjalan-jalan di ruang rawat inap dan ruang bersalin, pose berdiri-jongkok dibantu suami, bermain birthing ball selama kontraksi, serta menerapkan hypnobirthing yang saya pelajari. Ketika pukul 8 pagi, akhirnya ketuban saya dipecah oleh bidan di pembukaan 9 dan berhasil mencapai bukaan lengkap setengah jam kemudian. Namun disayangkan, bidan mengisyaratkan bahwa kepala bayi masih tinggi dan saya diminta menunggu hingga pukul 10 pagi. Saya juga sempat diberi induksi berupa suntikan untuk melunakkan serviks dan agar kepala bayi dapat turun. Namun setelah ditunggu selama satu jam lebih, kepala janin tidak juga turun, sensasi mengejan datang namun tidak ada hasil. Bayi sudah terlalu lama di jalan lahir (rentan stress), air ketuban sudah habis dan saya pun sudah sangat mengantuk dan kelelahan akibat proses pembukaan yang lebih dari dua hari tanpa tidur sama sekali. Akhirnya bidan tidak ingin mengambil resiko, rujukan ke rumah sakit untuk cito caesar atau operasi caesar dadakan pun diambil.

Momen menuju rumah sakit dengan mobil ambulance, persiapan operasi dan proses menunggu kedatangan dokter tentu menjadi momen yang paling menegangkan untuk saya, karena harus menahan sensasi mengejan padahal kontraksi hebat sudah sangat intens. Di sisi lain, saya juga berusaha menata mindset untuk tidak kecewa atas keputusan yang diambil demi kebaikan dan keselamatan janin serta diri saya sendiri. Kecewa sudah pasti ya Moms, rasanya seperti apa yang dilakukan selama ini sia-sia saja, namun berdamai dengan diri sendiri adalah kunci agar saya tetap dapat menjalani peran menjadi ibu tanpa trauma dan rasa bersalah pada diri sendiri. Tepat pukul 12.35 WIB, si adek bayi lahir, tanpa IMD karena harus segera diobservasi. Melihat buah hati lahir dengan sehat dan selamat tentu membuat saya lupa sesaat akan proses persalinan yang dramatis ini, dan membuat saya bangga serta berterima kasih karena ia mampu bertahan dan ikut berjuang bersama-sama. Tidak lupa pula puji syukur kepada Tuhan atas kekuatan yang diberikan-Nya kepada saya selama proses persalinan.

Mempersiapkan diri menjelang melahirkan memang menjadi keharusan bagi semua ibu hamil agar dapat menghadapi proses persalinan dengan tenang dan nyaman, meski pada akhirnya mungkin saja terjadi hal-hal yang tidak sesuai dengan keinginan kita. Namun, dengan mempersiapkan diri dan belajar, dapat membuat si ibu lebih cepat pulih dan mampu bangkit dari rasa trauma. Karena lewat apapun proses lahirnya, itu adalah jalan terbaik yang si bayi pilih dan patut kita syukuri.

Yuk download aplikasi Babyo di Android & iOS dan bergabung dengan ribuan Moms lainnya untuk saling berbagi cerita dan mendapatkan rewards! You really don't want to miss out!

4126 Ulya Rahmanita

Comments

Related Stories

LATEST POSTS

Begini Efeknya Kalau Menunda KB

Moms ada yang berencana KB tapi terus tertunda? Wajib simak cerita yang satu ini!

Jangan Sepelekan Pemeriksaan USG Saat Kehamilan, Ini Alasannya!

USG di masa kehamilan itu penting loh Moms! Yuk, simak ulasan berikut ini.

Ceritaku Hamil Kembar dan Mengalami Preeklampsia

Dibalik kelucuan memiliki bayi kembar, ternyata ada hal-hal yang perlu diwaspadai, salah satunya preeklampsia.

Cerita Kehamilan dan Melahirkan Mom Devita

Moms, yuk simak cerita kehamilan dan melahirkan Mom Devita berikut ini.

Cerita Promilku di Usia 35 Tahun

Moms sedang merencanakan program hamil? Simak yang satu ini yuk!

Aku Ngidam Belut, Amankah Di Konsumsi Saat Hamil?

Amankah ibu hamil mengonsumsi belut? Baca yang berikut ini.

Pengalaman Kuretase di Usia Kehamilan 11 Minggu

Salah satu resiko yang dapat terjadi pada Ibu hamil adalah keguguran. Setelah itu biasanya Mom akan dianjurkan untuk kuretase.

Pengalaman Program Hamil dengan Memiliki Myoma di Rahim

Di awal pernikahan aku dan suami sudah berencana ingin segera memiliki momongan. Karena kami sudah berpacaran 4 tahun, jadi rasanya sudah cukup [...]

7 Langkah Persiapan Persalinan Penuh Cinta

Ternyata perkara melahirkan bukan terjadi begitu saja. Tanpa persiapan, maka tak jarang kenangan buruk yang akan tersimpan dalam waktu yang [...]

Ceritaku Hampir Khilaf Saat Hamil

Siapa Moms yang pernah merasa galau ketika tahu hamil? You're not alone. Baca cerita ini yuk.

Proses Persalinan Anak Kedua Lebih Cepat, Benarkah?

Kata orang melahirkan anak kedua akan jauh lebih mudah dan lebih cepat dari anak pertama. Benarkah demikian?

Tips Jarak Kehamilan Antara Kakak dan Adik

Berapa jarak kehamilan yang ideal? Setiap orang pasti punya alasannya masing-masing ya. Berikut ini cerita dari Mom Ngel Zhuang.

7 Hal Penting yang Harus Dipersiapkan Sebelum Persalinan

Memasuki trimester ketiga, ibu hamil biasanya akan merasakan dag dig dug antara bahagia karena akan segera bertemu dengan sang buah hati dan [...]

Hindari Perkataan Negatif Terhadap Ibu Hamil

Yuk hindari mom-shaming dan bersama-sama memberikan dukungan terhadap para orang tua lainnya. Simak cerita berikut ini ya.

Tips Mengatasi Perut Gatal Saat Hamil

Ibu hamil sering mengalami gatal-gatal di kulit karena berbagai hal. Apa pun penyebabnya, berikut ini beberapat tips mengatasi perut gatal saat hamil.

Perbedaan USG 2D, 3D dan 4D

Bagi Moms yang tengah hamil tentunya USG sudah tidak asing lagi, ya. Seiring perkembangan zaman USG untuk memeriksa kondisi janin pun semakin [...]

5 Tanda Awal Kehamilan yang Dapat Dideteksi Tanpa Testpack

Apakah Moms mengalami telat haid? Atau merasa eneg mual ingin muntah setiap pagi dan bertanya-tanya jangan-jangan Moms sedang hamil? Jika memang [...]

Couvade Syndrome: Suami Ngidam saat Istri Hamil Ternyata Bukan Mitos

Salah satu hal yang sering dianggap tidak masuk akal adalah suami yang ikut ngidam saat Moms hamil. Di dunia medis, hal ini disebut sebagai [...]

3 Manfaat Jeruk Lemon bagi Kehamilan

Ibu hamil disarankan untuk memenuhi kebutuhan nutrisinya termasuk vitamin C. Oleh karena itu, jeruk lemon juga baik untuk kesehatan ibu hamil.

Berhubungan Intim Terbukti Berhasil Memancing Kontraksi

Kata orang berhubungan intim di kala hamil tua dapat memicu kontraksi. Betulkah demikian?