Categories

Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Melahirkan Normal dengan BB Bayi 3,9 kg

MY STORY  |  PREGNANCY  |  08 Feb '19

Kali ini aku menceritakan pengalaman melahirkan Erza 4 bulan lalu yang perjuangannya luar biasa. Sampai sekarang masih tidak menyangka bisa melahirkan normal dengan BB bayi 3,9 kg sedangkan aku ini kurus.

Waktu itu Erza lahir tanggal 8 September 2018. USG dokter memperkirakan HPL tanggal 12 September 2018. Tapi ternyata maju 4 hari dari HPL. Alhamdulillah tidak melebihi HPL. Kalau lebih bisa berapa kilo tuh BBnya.

Beberapa minggu sebelumnya aku sudah mulai merasakan kontraksi-kontraksi palsu, pas 36 weeks sempat mules banget yang tidak biasa. Aku kira bakal lahiran saat itu. Langsung bilang ke suami dan suami agak panik terus mau segera pulang (aku memutuskan buat lahiran di Jawa dan suami tetap kerja di KalTim, jadi kita LDM). Tapi aku bilang jangan dulu, belum ada tanda-tanda lain. Kontraksinya juga masih jarang-jarang.

Hari-hari berlalu, sampai UK 38 weeks ternyata baby belum mau lahir juga. Mulai panik dan gelisah. Semakin dekat HPL, takut kalau baby kelamaan di dalam katanya bahaya. Ketuban makin berkurang dan babynya bisa menelan feses pertamanya dan bisa keracunan. Ngeri kan Moms?

Sejak saat itu aku sudah mulai rajin jalan kaki, banyak gerak, nyapu-nyapu, naik turun tangga, merangkak seperti ngepel, jongkok, nungging, mengikuti tutorial senam hamil dari Youtube, pokoknya semuanya biar baby cepat cari jalan lahir. Tidak lupa juga selalu mengajak komunikasi baby di perut biar cepat lahir. Terus kalau bisa lahir pas ayahnya pulang. Ini terbukti lho, si baby dengar omongan ibunya.

Senin, 3 Sept 2018

Karena khawatir dengan kondisi calon bayi, akhirnya hari Senin aku ke RS buat USG. Saat itu UK masuk 39 weeks. Akhirnya aku di USG. Hasilnya, posisi bayi sudah bagus, sudah masuk panggul, ketuban memang sudah mulai berkurang dan plasenta mengalami pengapuran karena semakin tua usia kandungannya. Dari semua itu aku paling penasaran sama BB bayinya. USG menunjukkan BB bayi 3308 gram (3,3 kg). Saya langsung kaget, HPL masih seminggu lebih tapi BB sudah segitu. Dokter langsung menyarankan kurangi karbo dan makanan manis. Tapi ini jujur agak susah. Lagi hamil tua maunya makan melulu, terus lagi doyan makan manis. Jadi saat itu memang berjuang buat diet (padahal sudah kurus akunya). Aku sempat tanya juga ke dokternya, bagaimana kalau misalnya pas HPL bayinya belum lahir juga? Dokter menyarankan induksi. Tidak kaget sih, aku malah sudah siap apa pun yang akan dilakukan agar baby segera lahir. Padahal induksi katanya sakitnya luar biasa, berlipat-lipat sakitnya dibanding kontraksi alami. Dokter juga bilang kalau tanggal 12 September belum ada tanda-tanda, harus kontrol lagi. Akhirnya hari-hari berikutnya aku semakin rajin buat jalan kaki dan apa pun yang bisa bikin cepat kontraksi. Berdoa tiap hari biar baby lahir sebelum HPL.

Rabu, 5 Sept 2018

Hari itu suami rencananya mau pulang. Aku memang suruh dia pulang kalau dekat HPL. Tapi waktu itu pulang karena libur 3 hari dan belum ambil cuti. Katanya kalau sampai tanggal 10 belum lahir, dia mau balik kerja lagi. Akhirnya aku selalu berdoa semoga bayinya lahir antara tanggal 7 sampai 10 dan jangan sampai melebihi HPL. Pokoknya mau banget lahiran ditemani suami. Kata-kata itu yang selalu aku komunikasikan sama baby sambil elus perut.

Kamis, 6 Sept 2018

Jam 03.00 pagi suami sampai di rumah. Karena dapat tiket pesawat malam jadi sampainya tengah malam. Kita langsung melepas rindu.

Jumat, 7 Sept 2018

Selesai salat subuh, aku langsung jalan kaki mondar-mandir depan rumah tapi cuma beberapa menit. Suami masih tidur, niatnya mau ajak jalan-jalan yang agak jauh tapi pasti masih capek jadi tidak tega mau bangunin. Setelah itu coba makan 5 buah kurma ajwa yang dibawakan suami. Sebelumnya sudah pesan suami buat beli kurma itu yang katanya bisa buat induksi alami (biar cepat kontraksi). Siangnya antar suami, dia mau pulang ke rumah orang tuanya sama ambil motor. Baliknya aku bawa motor sendiri sekalian mampir beli nanas (lagi-lagi buat induksi alami). Akhirnya aku makan habis 1 buah dalam sekejap, tapi setelah itu tenggorokan langsung gatal.

Sorenya suami balik lagi ke rumah. Malamnya aku mau makan geprek bensu. Setelah salat isya kita berangkat. Sampai sana antre lumayan lama. Maklum baru opening beberapa hari. Tadinya mau pesan level 3, eh suami tidak kira-kira pesannya level 15. Tapi aku lahap aja, kepedesan sih tapi masih normal. Setelah itu langsung pulang. Pas naik motor, perut rasanya tidak karuan. Kencang sekali sampai hampir tidak tahan mau turun (babynya protes kali ya). Tapi pas sampai rumah dan turun dari motor rasanya perut sudah biasa lagi, malamnya masih sempat HB (ini bisa buat induksi alami juga).

Sabtu, 8 Sept 2018

Hari itu hari H aku melahirkan. Jam 05.00 masih salat subuh, masih sempat mandi juga. Rencananya pagi itu mau jalan-jalan ke taman. Lalu coba bangunin suami buat salat subuh tapi tidak bangun juga. Akhirnya aku ikut tidur lagi. Tapi pas tiduran kok perut rasanya tidak enak banget. Ada rasa mau pipis dan mules kayak mau pup. Terus ke toilet. Nongkrong sekian lama tidak ada yang keluar, pipis pun sedikit. Tapi aku masih biasa saja, balik ke kamar dan tiduran lagi. Habis itu makin tidak enak buat tiduran, terus balik lagi ke toilet. Entah sudah berapa kali bolak balik toilet. Aku kira saat itu paling kontraksi palsu, akhirnya aku jalan mondar-mandir sekitar kamar karena sakit buat tiduran. Sakitnya nyeri kayak lagi mens, tapi lebih sakit. Aku sampai menangis tahan sakit. Sudah merintih kesakitan tapi suami tidak peka, malah tetap lanjut tidur. Akhirnya aku ke toilet lagi, tapi perut makin sakit. Karena tidak tahan, aku bilang ke ibu sampai nangis juga. Tapi katanya disuruh tunggu ada lendir darah yang keluar. Aku coba buat jalan mondar-mandir, sampai benar-benar tidak tahan buat jalan akhirnya aku merangkak. Balik kamar lagi, bilang ke suami. Akhirnya dia bangun, agak panik. Aku suruh pijit punggung, dan lumayan mengurangi sakit. Aku bungkuk sambil peluk pinggangnya, karena dibuat berdiri tegak sudah tidak tahan. Terus aku coba ke toilet lagi untuk pipis, pup. Tapi tidak keluar juga. Pas cebok agak kaget, di closet kayak ada darah. Ternyata memang itu darah campur lendir. tidak menyangka akhirnya keluar lendir darah dalam waktu dekat. Walaupun kaget tapi bersyukur, akhirnya ada tanda. Itu artinya aku akan segera melahirkan. Langsung aku bilang ke ibu. Ibu makin panik. Terus bilang ke suami juga. Akhirnya sekitar jam 8 pagi, aku dan suami langsung berangkat ke bidan dekat rumah sambil menahan kontraksi yang luar biasa nikmatnya. Sampai sana langsung bilang ke perawat yang lagi jaga kalau sudah keluar darah. Aku disuruh ke toilet buat pipis mau di cek pembukaan. Tapi lagi-lagi pipis tidak mau keluar, aku langsung bilang ke perawatnya. Akhirnya aku di kateter karena kandung kemih sudah penuh. Setelah itu dicek pembukaan. Sakitnya ampun tidak bisa dijelaskan. Cek pembukaan sampai 2 perawat, karena kayaknya belum yakin aku pembukaan berapa. Setelah mengecek, perawatnya juga diam saja tidak bilang sudah bukaan berapa. Aku pun sudah tidak tertarik buat tanya karena masih fokus sama sakitnya.

Tidak lama ibuku menyusul sama sepupuku. Setelah itu aku lupa apa lagi. Kalau tidak salah ibuku tanya sudah pembukaan berapa dan perawatnya baru bilang kalau aku pembukaan 4. Aku kaget, tidak sangka cepat juga pembukaannya. Setelah itu aku tahan sakit yang makin luar biasa dan ada rasa mau ngeden tapi dilarang sama perawatnya. Beberapa menit kemudian bidan datang dan aku langsung disuruh ngeden. Entah beberapa kali ngeden bayi belum mau keluar juga sampai aku bilang tidak kuat dan hampir menyerah. Tapi ibu yang tunggu di sampingku dan para perawat tetap menyemangati kalau aku pasti bisa. Akhirnya setelah beberapa menit bayi keluar dan aku sudah lemas banget. Tapi lega dan terharu akhirnya bisa bertemu baby yang selama ini ditunggu-tunggu. Termasuk proses melahirkan yang cepat untuk anak pertama. Karena aku ke bidan sekitar jam 8 pagi dan bayi lahir jam 09.05 WIB. Semua atas izin Allah. Setiap hari aku selalu berdoa, waktu persalinan nanti diberi kemudahan dan kelancaran. Semoga prosesnya cepat, anak lahir sehat dan selamat. Alhamdulillah Allah mengabulkan semuanya.

Sekarang babyku sudah 4 bulan. Semakin bahagia lihat perkembangannya dari hari ke hari. Walaupun tetap ada drama rewel-rewelnya. Tapi aku mencoba menikmati. Karena ada saatnya kita akan kangen momen-momen itu.

 

Semoga bermanfaat.

By: Usi Nurha

Copyright by Babyologist

278 Usi Nurha

Comments

Related Stories