Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Mastitis: Pengertian, Penyebab, Gejala dan Pengobatannya

FEEDING  |  HEALTH TIPS  |  13 Aug '19


Menyusui adalah kegiatan memberi makan bayi dengan Air Susu Ibu (ASI) secara langsung dari payudara. Usai melahirkan, payudara Moms akan memproduksi ASI yang menjadi satu-satunya sumber makanan anaknya hingga berusia sekitar enam bulan. Selama fase menyusui ini, ada beberapa hal yang harus diperhatikan para ibu menyusui termasuk kemungkinan peradangan jaringan payudara atau yang dikenal dengan nama mastitis.

Pengertian mastitis

Mastitis adalah kondisi jaringan payudara yang meradang dan terasa sakit. Kondisi ini paling umum ditemukan pada bulan-bulan pertama menyusui. Akan tetapi, kondisi ini dapat berkembang kapan saja termasuk setelah Moms menyapih si Kecil.

Penyebab mastitis

Beberapa faktor penyebab mastitis adalah sebagai berikut:

• Saluran susu tersumbat atau membengkak

• Infeksi bakteri karena ASI tidak sepenuhnya terkuras dari payudara

• Infeksi kuman yang disebabkan oleh puting yang pecah atau berdarah

Gejala mastitis

Beberapa gejala mastitis adalah sebagai berikut:

• Payudara meradang dapat ditunjukkan dengan kemerahan, bengkak, suhu menghangat, sakit atau sulit disentuh. Gejala ini dapat muncul secara bertahap atau tiba-tiba. Kondisi ini biasanya hanya menyerang satu payudara pada satu waktu.

• Jika mastitis disebabkan oleh infeksi, gejala yang muncul mungkin seperti flu, kedinginan, nyeri otot, demam 38 derajat Celcius atau lebih tinggi dan kelelahan.

• Payudara terasa sangat sakit dan kondisi seperti terkena flu.

Tindakan awal jika diduga mastitis

Apabila Moms menunjukkan tanda-tanda mastitis, segera hubungi atau periksakan diri ke dokter. Berikut ini hal-hal yang dapat Moms siapkan sebelum menghadiri janji pemeriksaan dokter:

• Tulislah gejala-gejala yang Moms rasakan termasuk semua yang tampaknya tidak relevan dengan tujuan utama pemeriksaan dokter.

• Buatlah daftar obat, vitamin dan suplemen yang sedang Moms konsumsi.

• Tulislah informasi medis utama Moms, termasuk kondisi lain-lain.

• Tuliskan informasi pribadi utama, termasuk segala perubahan atau tekanan baru dalam hidup Moms.

• Tuliskan pertanyaan untuk ditanyakan kepada dokter.

Moms mungkin disarankan untuk menjalani perawatan di rumah. Akan tetapi, jika rasa sakitnya semakin parah atau Moms mengalami tanda-tanda infeksi, dokter mungkin akan meresepkan antibiotik yang kompatibel dengan menyusui.

Gejala-gejala mastitis biasanya akan membaik setelah satu atau dua hari minum obat yang diresepkan. Namun, Moms harus tetap meminum seluruh obat untuk mencegah infeksi berulang. Jika gejala tidak membaik setelah satu atau dua hari, hubungi dokter. Moms mungkin perlu beralih ke antibiotik lain.

Diagnosis mastitis

Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik secara menyeluruh dan menanyakan tentang tanda-tanda dan gejala-gejala yang Moms rasakan. Kultur ASI Moms mungkin membantu dokter menentukan antibiotik terbaik, terutama jika Moms memiliki infeksi parah. Dokter juga dapat merekomendasikan mammogram, ultrasound, dan/atau biopsi untuk memastikan bahwa gejala yang Moms rasakan adalah mastitis dan bukan kanker payudara.

Pengobatan mastitis

Perawatan mastitis mungkin melibatkan:

• Antibiotik: Apabila mastitis disebabkan oleh infeksi, biasanya dokter akan memberikan antibiotik 10 hari. Penting untuk meminum semua obat agar kemungkinan kambuh kembali bisa diminimalkan. Jika mastitis tidak sembuh setelah minum antibiotik, segera hubungi dokter.

• Penghilang rasa sakit: Obat penghilang rasa sakit yang dijual bebas seperti acetaminophen atau ibuprofen biasanya diresepkan oleh dokter untuk meredakan gejala.

• Perubahan gaya hidup: Ada beberapa kiat untuk meredakan ketidaknyamanan akibat mastitis terkait perubahan gaya hidup dan pengobatan rumahan. Moms dapat menghindari terlalu banyak mengisi payudara dengan ASI sebelum menyusui, memberikan kompres dingin atau kompres es ke payudara setelah menyusui, mengenakan bra pendukung, dan beristirahatlah sebanyak mungkin.

Amankah untuk tetap menyusui dalam kondisi mastitis?

Adalah aman untuk melanjutkan menyusui jika Moms menderita mastitis. Bahkan, menyusui sebenarnya membantu menghilangkan infeksi. Menyapih si Kecil secara tiba-tiba juga malah cenderung memperburuk tanda dan gejala mastitis.

Yuk download aplikasi Babyo di Android & iOS dan bergabung dengan ribuan Moms lainnya untuk saling berbagi cerita dan mendapatkan rewards! You really don't want to miss out!

574 Babyologist Indonesia

Comments

Related Stories

LATEST POSTS

Mengenal Sindrom Pipa Berkarat pada Ibu Menyusui

Sindrom pipa berkarat (rusty pipe syndrome) adalah suatu kondisi di mana ASI terlihat berwarna seperti karat.

Manfaat Oatmeal bagi Ibu Menyusui

Oat termasuk gandum utuh yang populer dimanfaatkan sebagai makanan pelancar ASI.

Fungsi Pijat Laktasi by dr. Dina Oktaviani, M. Biomed (AAM)

Moms sering mendengar pijat laktasi untuk meningkatkan produksi ASI? Bener ga sih Moms?

Benarkah Stres Dapat Membuat ASI Kering?

Selama seorang ibu terus menyusui bayinya, stres tidak mungkin menghentikan produksi ASInya.

5 Cara Mengobati Mastitis Berulang pada Ibu Menyusui

Perawatan mastitis berulang berikut hanya digunakan sebagai tambahan dalam menemukan sumber penyebab mastitis.

6 Faktor Risiko Mastitis Berulang pada Ibu Menyusui

Dalam kasus yang sangat jarang terjadi, mastitis berulang dapat menjadi tanda peringatan tumor payudara.

7 Penyebab Umum Nyeri Puting pada Ibu Menyusui

Moms, bermacam hal dapat menyebabkan nyeri atau ketidaknyamanan pada puting. Berikut adalah penyebabnya.

Pantangan Makanan bagi Ibu Menyusui

Ada beberapa pantangan makanan yang wajib untuk dipatuhi oleh ibu menyusui. Apa sajakah itu?

Solusi Atasi Payudara Bengkak Akibat Sudah Jarang Menyusui

Apa yang harus dilakukan ibu menyusui jika payudara terasa penuh dan kencang?

Vegetarian Selama Menyusui? Perhatikan Hal Ini Yuk Moms!

Sebagai vegetarian, Moms harus tahu bagaimana cara mendapatkan cukup protein untuk si Kecil & diri sendiri.

Kondisi Pascaoperasi yang Mempengaruhi Aktivitas Menyusui

Keberhasilan dalam menyusui bergantung pada kondisi pribadi dan kesehatan Moms & si Kecil secara keseluruhan.

Benarkah jika sedang menstruasi pasokan ASI bisa berkurang?

Apakah benar jika seorang ibu menyusui sedang menstruasi pasokan ASI bisa berkurang? Yuk, simak informasi lengkapnya.

Produksi ASI Menurun Saat Berpuasa? Ternyata Ini Sebabnya!

Bulan Ramadan adalah bulan penuh berkah yang senantiasa dinantikan umat Muslim di seluruh dunia. Di bulan ini, seseorang yang sudah

Oat Milk Homemade, Booster ASI Alami

Agar ASI-nya semakin lancar, Mom Nazmi membuat oat milk homemade sendiri lho Moms. Yuk coba resepnya!

Milk-Blister, si Jerawat Puting yang Mengganggu

Pernahkah Moms mengalami adanya jerawat pada puting saat menyusui? Bagaimana cara mengatasinya?

Tips Memilih Botol Susu agar Tidak Terjadi Kolik

Salah memilih botol susu dalam pemberian ASIP bisa menimbulkan perut bayi penuh gas dan membuatnya kolik.

Resep Oseng Pare, si Pelancar ASI Tanpa Rasa Pahit

Tidak suka pare karena pahit? Coba ikuti tips membuat pare jadi tidak pahit dan resepnya ini yuk Moms!

Madu: ASI Booster Alami

Selain bermanfaat untuk meningkatkan kekebalan tubuh, ternyata madu efektif meningkatkan produksi ASI lho Moms!

Sulit Temukan Daun Katuk untuk Perlancar ASI? No Need to Worry!

Daun katuk terbukti ampuh melancarkan ASI. Tapi jika sulit mencarinya, beberapa makanan ini bisa jadi alternatif.

Makanan Pelancar ASI yang Berkualitas

Beberapa pilihan ini dapat dijadikan referensi dalam memilih makanan yang berkualitas untuk melancarkan ASI.