Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Masalah yang Sering Ditemui Saat Menyusui

FEEDING  |  10 Feb '19


Menyusui bukanlah hal yang mudah, namun juga bukanlah hal yang sulit jika dilakukan dengan tekad yang kuat dan penuh kesabaran. Bagi Moms yang baru menyusui, mungkin akan menemukan kendala-kendala yang umum terjadi pada ibu menyusui.

Kendala dalam proses menyusui

  1. Air susu tidak keluar setelah melahirkan
    Banyak sekali Moms yang panik saat air susu tidak langsung keluar setelah melahirkan. Nyatanya, pada hari pertama melahirkan air susu yang keluar memang sangat sedikit dan terkadang tidak disadari oleh Moms.
    ASI yang keluar pada hari pertama melahirkan biasanya menyesuaikan ukuran lambung bayi yang kecil, yaitu sebesar biji cherry. Sehingga wajar saja jika Moms tidak menyadarinya. Namun Moms harus tetap menyusui bayi selama 2 jam sekali untuk menstimulasi keluarnya ASI. Jika ASI yang dikeluarkan masih sedikit, jangan terburu-buru untuk mencampurnya dengan susu formula, karena bayi masih mempunyai cadangan makanan hingga 72 jam setelah dilahirkan.

  2. Puting lecet hingga berdarah-darah
    Walaupun tidak semua mengalaminya, namun sebagian besar Moms pasti pernah merasakannya. Dan tingkat keparahan dari lecetnya pun berbeda-beda, ada yang hanya lecet, namun ada juga yang berdarah bahkan bernanah. Untuk menyembuhkan puting yang lecet, Moms dapat menggunakan salep yang diresepkan dokter, atau cara yang paling mudah adalah dengan mengoleskan ASI pada bagian yang lecet, hal ini dipercaya dapat mempercepat proses penyembuhan luka.

  3. Bayi selalu ingin mengempeng semalaman
    Hal ini kerap terjadi pada bayi yang baru lahir, karena bayi ingin selalu merasa aman dengan mengempeng pada ibunya. Namun hal ini kadang juga sering membuat Moms kelelahan karena kurang istirahat saat bayi ingin selalu menempel pada payudara Moms.

  4. Pelekatan yang salah dan membuat bayi tidak nyaman
    Pelekatan menjadi salah satu tantangan yang berat dalam menyusui, karena dibutuhkan kesabaran yang kuat saat bayi dan ibu masih sama-sama mencari posisi yang nyaman dan mencari pelekatan yang tepat. Pelekatan yang salah akan membuat bayi tidak nyaman dan sering berujung dengan tangisan kencang yang membuat Moms panik. Oleh karena itu dibutuhkan kesabaran saat belajar pelekatan yang tepat. Pelekatan yang salah juga dapat mengakibatkan puting lecet.

  5. Aliran ASI tidak sesuai keinginan bayi
    Aliran ASI yang terlalu lambat atau terlalu deras, terkadang juga tidak disukai bayi. Sehingga kerap membuat bayi menangis kencang saat menyusu sebagai bentuk komunikasi atas ketidaknyamanannya. Namun terkadang hal ini membuat para Moms harus menebak, apakah bayi menangis karena aliran terlalu lambat atau terlalu deras.

  6. Bingung puting
    Bingung puting merupakan kondisi di mana bayi tidak dapat membedakan pola menghisap puting ibu atau dot, maksudnya adalah saat bayi menyusu pada payudara ibu, namun pola hisapnya seperti sedang menghisap dot yang tidak membutuhkan tenaga untuk menghisap, melainkan hanya menunggu air susu mengalir dengan sendirinya.
    Masalah bingung puting ini kerap membuat produksi ASI ibu menurun karena bayi tidak dapat menghisap dengan benar. Biasanya hal ini terjadi dikarenakan pengenalan dot yang terlalu dini dan membuat bayi lebih nyaman dengan dot daripada menyusu langsung dengan ibunya, Oleh karena itu sebaiknya hindari penggunaan dot, perbanyak menyusu secara langsung agar bayi dapat merekam pola hisap yang benar, dan memilih media lain dalam memberikan ASI perah.

  7. Flat Nipple (Puting Datar)
    Banyak Moms yang memiliki puting datar mengalami kesulitan saat menyusui, padahal menyusui sebenarnya bukanlah pada puting, namun pada bagian areola. Jika bayi atau ibu merasa kurang nyaman dengan puting datar, solusinya Moms dapat memompa ASI terlebih dahulu untuk membuat puting menjadi timbul.

Hal-hal di atas merupakan kendala umum yang ditemui pada ibu menyusui. Banyak sekali kendala lainnya yang mungkin ditemui oleh Moms lainnya. Bagi Moms yang sedang mempersiapkan diri untuk menyusui, lebih baik jika mengetahui hal tersebut di awal, agar tidak kaget nantinya saat menemukan kendala-kendala tersebut.

Kesuksesan Moms dalam menyusui si Kecil sangat ditentukan dari seberapa sabar Moms dalam menghadapi kendala-kendala tersebut dan jangan menyerah saat menyusui. Banyak ibu yang gagal menyusui karena belum mempunyai persiapan ilmu yang cukup saat menghadapi kendala tersebut dan biasanya dukungan keluarga sangat berperan dalam hal ini. Mintalah dukungan keluarga saat Moms sedang mengalami kesulitan dalam mengASIhi. Terus semangat dan menyusui dengan keras kepala.

Semoga bermanfaat.

By: Lisa Febrianti

Copyright by Babyologist

Yuk download aplikasi Babyo di Android & iOS dan bergabung dengan ribuan Moms lainnya untuk saling berbagi cerita dan mendapatkan rewards! You really don't want to miss out!

732 Lisa Febrianti

Comments

Related Stories

LATEST POSTS

Perbedaan Susu Sapi, Susu Soya, dan Formula Soya

Apa bedanya susu sapi, susu soya dan formula soya? Yuk simak berikut ini.

Kastengel Keju Wajan

Siapa yang suka kastengel? Coba resep anti gagal berikut ini yuk!

Traditional Weaning vs Baby Led Weaning (BLW)

Memasuki tahap MPASI, apakah Moms bingung menentukan metode traditional weaning atau baby-led weaning? Simak berikut ini yuk!

Camilan Keluarga : Cireng isi Keju

Ketika #dirumahaja, bawaanya jadi pengen ngemil mulu ga sih Moms? Bikin sendiri yuk cireng isi keju. Ini resepnya.

Tips Mengatasi Kolik pada si Kecil

Kolik adalah kondisi yang terjadi pada bayi sehat yang menangis tiada henti selama lebih dari 3 jam sehari.

Yuk! Cegah si Kecil Sakit Mulai dari Peralatan Makannya

Masuk diusia Zayn yg ke 1 tahun, pertama kali nya aku coba memberikan dia Sufor.

Nasi Goreng Salmon ala MamaUna

Dikarenakan BabyU sudah genap setahun, MamaUna mau coba kasih makanan masakan rumah, biar papa nya juga kebagian 🤪 hehehe. Nasi Goreng jadi sa [...]

4 Komposisi Penting ASI Booster untuk Keberhasilan ASI Eksklusif

Ternyata, peran ASI Booster sebagai penunjang keberhASIlan ASI eksklusif sangatlah penting.

Akhirnya Ku Menemukan Jodoh Botolku

Mencari botol susu yang cocok untuk si Kecil itu ternyata seperti memilih jodoh! Yuk simak berikut ini.

Creamy Cheesy Chicken Liver, MPASI yang Kaya akan Zat Besi

Hati ayam merupakan salah satu sumber zat besi yang baik bagi bayi.

Tips Menjaga Kadar Vitamin dalam ASI

Saat ASI sudah dipompa, ASI dapat segera didinginkan dalam waktu kurang dari 1 jam.

10 Finger Foods Kesukaan Si Kecil

Finger foods atau camilan yang dapat dimakan sendiri oleh si Kecil dapat mengurangi rasa laparnya di antara jam makan

Tips Memberikan Snack Sehat untuk Gigi pada Si Kecil

Berikut tips memberikan snack sehat untuk camilan si Kecil. Yuk simak Moms

Resep MPASI Beef Rolade

Menu favorit Kenneth, baru pertama kali coba dan berhasil! Ini anti gagal loh Moms. Selamat mencoba.

Onion Rings Bisa Jadi Snack untuk si Kecil

Onion rings mudah dibuat dan juga bisa dipakai untuk jadi cemilan si Kecil disaat senggang loh Moms!

Oats, Menu Andalan si Kecil

Jangan lupa variasikan menu makanan si Kecil agar tidak bosan dan tetap nafsu makan ya Moms! Simak resep berikut.

Resep Tahu Daging Cincang

Apakah si Kecil sudah berusia 20 bulan? Yuk, variasikan menu MPASI dengan coba resep tahu daging cincang ala mom Arlina.

Ikan Tuna Orak Arik Telur

Menu ini bukan hanya menjadi andalan si kecil loh Moms tapi semua anggota keluarga juga suka. Mari dicoba resepnya.

Menu MPASI: Chicken Rice Singapore

Apakah Moms sedang mencoba untuk menaikkan berat badan si Kecil? Resep chicken rice singapore ini cocok loh!

Nasi Brokoli Udang

Apakah Moms sedang mencari resep yang bergizi namun mudah dibuat? Cocok untuk si Kecil yang menyukai menu seafood.