Categories

Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Manfaat USG 4D Pada Kehamilan

PARENTING  |  16 Jun '17

Apa yang dimaksud dengan ultrasonografi 4 dimensi atau yang lebih dikenal singkatannya USG 4D? Apakah USG 4D ini penting?

USG 4 Dimensi atau lebih tepatnya disebut USG real-time 3D membuat kita seperti melihat gambaran video. Semakin cepat prosesor alat USG, semakin berkualitas gambar yang dihasilkan. Dengan teknologi USG 4D kita bisa melihat wajah bayi dan juga kelainan yang mungkin dialami bayi secara lebih jelas. 

Apakah USG 4D berbahaya?

Kita sering mendengar gosip di masyarakat bahwa USG 4D itu berbahaya. Yang sebenarnya, perlu ditekankan bahwa pemeriksaan USG bukan menggunakan sinar X ataupun mekanisme radiasi lainnya. Tetapi, menggunakan teknik gelombang suara ultra. USG 4D itu sendiri sama dengan USG 2D. Hanya saja, USG 4D merupakan kumpulan gambar USG 2D. Untuk memproses kumpulan gambar irisan 2D itu menjadi gambar 3D, dibutuhkan prosesor komputer yang baik. Semakin kuat dan cepatnya prosesor komputer, semakin baik dan cepat gambar USG 3D atau 4D yang dihasilkan.

Kapan sebaiknya dilakukan pemeriksaan USG 4D?

Pada dasarnya, untuk menghasilkan gambar USG yang baik selama kehamilan, dibutuhkan jumlah air ketuban yang cukup. Air ketuban merupakan media yang sangat baik sebagai pengantar suara ultra (suara yang di luar daya tangkap indera pendengaran manusia) yang dihasilkan oleh alat USG dan kemudian dipantulkan kembali ke alat USG untuk diolah menjadi gambar. Kualitas gambar bayi yang dihasilkan juga dipengaruhi usia kehamilan. Penampilan gambar bayi di usia kandungan 24 minggu dan bayi usia 30 minggu tentu berbeda. Semakin besar usianya, wajahnya akan semakin berotot sehingga kelihatan lebih bagus dibandingkan usia kehamilan kecil.

Tidak cukupkah pemeriksaan USG 2D sehingga perlu pemeriksaan USG 3D atau 4D?

Dengan teknologi pemeriksaan USG 2D, sebagian besar kelainan pada bayi dapat didiagnosa. Seperti sudah disinggung di atas bahwa USG 3D ataupun 4D merupakan USG volume, jadi kita bisa coba menganalisanya dari berbagai sudut yang kita mau. Ibaratnya satu kepala bayi sebagai obyek pemeriksaan. Setelah pengambilan pemeriksaan USG, kita bisa menganalisa kepala bayi dari puncak, dasar, samping kiri, samping kanan, depan, ataupun belakang. Teknik tersebut tidak didapatkan pada pemeriksaan USG 2D. Di samping itu, untuk mata orang awam, gambar USG 3D atau 4D lebih mudah dilihat dan dipahami. Sedangkan gambar USG 2D sering sulit dimengerti bagi mata orang awam. Buat sebagian besar orang, gambar USG 2D seperti lukisan abstrak. Pemahaman dengan apa yang terpapar saat pemeriksaan sangat penting untuk menjelaskan kepada pasien. Terlebih lagi bayi yang dikandung terdapat masalah, seperti bibir sumbing atau tangan atau kaki bengkok. Permasalahan yang timbul perlu kita cari sehingga kejelasan untuk memperbaiki kekurangan pada bayi tersebut memungkinkan atau tidak. Pembahasan dengan dokter ahli terkait lebih mudah sehingga persiapan dan harapan kesembuhan bisa diantisipasi.

By: Corry Cecilia

Sumber: dr. Azen Salim, Sp. OG-KFM, Msc. Dokter Spesialis Kebidanan dan Penyakit Kandungan Konsultan Fetomaternal Women and Fetal Diagnostic Centre

696 Corry Cecillia

Comments

LATEST POSTS

Respon Tepat Menghadapi Gigitan si Baby

Apakah si Kecil sudah mulai memasuki masa pertumbuhan gigi? Yuk, simak tips untuk menghindari gigitan si Kecil.

Bolehkah si Kecil Mencorat-coret Tembok?

Usia 2 tahun merupakan masa si Kecil mengekspresikan imajinasinya di lingkungan, coba alihkan ke media lain ya Moms.

Manfaat Tidur Siang untuk Anak

Anak pada umumnya membutuhkan jam tidur yang lebih banyak dibanding dengan orang dewasa. Apa saja fungsinya?

Memulai Disiplin Dini Untuk Anak

Pada usia berapa anak mulai bisa di ajarkan disiplin? Sedini mungkin. Moms bisa memulainya dari hal-hal kecil loh.

Mengajak si Kecil Bermain Ke Taman Bermain Umum

Apakah si Kecil sudah mulai bosan untuk bermain didlm rumah Moms? Sesekali mari ajak si kecil bermain di luar!

Tips Menciptakan Bonding yang Erat antara Ayah dan Anak

Sebagian anak cenderung lebih dekat dengan sang Ibu. Yuk, mulai biasakan si Kecil untuk mendekatkan diri dengan ayah!

Pentingnya Mengajarkan Sharing Pada Anak

Mengajarkan anak berbagi penting dilakukan sejak dini. Jangan biasakan selalu menuruti tuntutan dan keinginannya Moms!

Prinsip Menjadi Seorang Working Mom buat Mom Sherlly

Bagaimana sih cara Mom Sherlly mengatur waktu untuk kerluarga dan pekerjaan? Yuk, simak informasi berikut.

Sikap Sederhana yang Membuat Anak Merasa Sangat Dicintai

Kadang sebagai orangtua pasti Moms terlalu sibuk mempersiapkan segalanya untuk anak sampai lupa hal-hal sesederhana ini yang nyatanya penting [...]

Trik Efektif Mengatasi Anak Pemalu di Sekolah

Memasuki usia sekolah, si Kecil akan mengalami perubahan besar dalam tahap kehidupannya.

Suka Berteriak pada si Kecil? Stop dari Sekarang!

Ibu adalah sekolah pertama bagi putra putrinya. Walau tidak mudah, seorang ibu haruslah banyak belajar, belajar mengasuh,

Tips Lalui Akhir Pekan dengan Water Beads

Water beads merupakan super absobent polymer berbentuk butiran-butiran yang dapat menyerap air.

Menghadapi Anak Pertama yang Menjadi Sangat Manja saat Moms Hamil Anak Kedua

Hai Moms, kali ini saya ingin sharing tentang perilaku anak pertama saya yang saat ini berusia balita (27 bulan).

Hati-hati dalam Mengucapkan Sesuatu Kepada Anak

Hati-hati, kata-kata bisa menjadi sumber inspirasi dan bahkan bisa menjadi boomerang bagi kita sendiri loh Moms!

Mengajarkan Membuang Sampah Pada Tempatnya Sejak Dini

Yuk, ajarkan kebiasaan yang baik mulai dari hal-hal yang kecil seperti membuang sampah pada tempatnya.

Belajar Mendidik Anak dari Negara Terbahagia di Bumi

Tulisan ini terinspirasi dari buku “The Danish Way of Parenting” yang ditulis oleh Ayah Edy.

3 Tantangan Orangtua Saat Ajari Puasa si Kecil

Apa saja tantangan orangtua saat mengajari si Kecil untuk berpuasa? Lalu bagaimana cara mengatasinya?

Orang Tua Jaman Now yang Smart

Terima kasih kepada teknologi, kita – orang tua, jadi cepat mendapat banyak ilmu dan informasi melalui media sosial.

Mitos dan Fakta Merawat Bayi

Menurut mitos yang berkembang, hidung bayi bisa mancung dengan cara ditarik? Benarkah demikian?

Si Kecil Mudah Marah? Simak 5 Cara Mengatasi Amarah Anak

Memasuki usia balita, si Kecil sudah semakin pandai meluapkan emosinya.