Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Manfaat Menyapih Secara Bertahap

BABY  |  FEEDING  |  MY STORY  |  TODDLER  |  19 Oct '19


Pada tulisan sebelumnya (Galau Menyapih? Coba Lakukan Secara Bertahap), saya sudah menjelaskan cara-cara bertahap menyapih si kecil ya moms. Kali ini saya mau berbagi pengalaman mengenai manfaat apa yang saya rasakan dari proses menyapih secara bertahap tersebut.

Manfaat menyapih secara bertahap

1. Payudara bebas bengkak

Yang saya tahu, rata-rata ibu yang menyapih anaknya pasti mengalami hal ini. PD menjadi bengkak karena tidak lagi menyusui si kecil. Otomatis untuk menghindari hal ini, moms harus memompa/pumping. Tentu saja pumping yang dilakukan tidak sampai benar-benar mengosongkan PD, hanya sekedar untuk menghilangkan rasa sakit akibat PD yang bengkak. Nah, sebelum memutuskan menyapih si kecil, saya juga sudah memikirkan hal ini moms. Saya sudah mempersiapkan pompa ASI favorit kalau-kalau dibutuhkan. Namun alhamdulillah dengan cara bertahap yang saya terapkan, saya sama sekali tidak mengalami hal ini. Sesuai prinsip ASI yaitu supply = demand, artinya kondisi ASI saya menyesuaikan permintaan si kecil yang semakin lama semakin berkurang. Saya pun bebas dari rasa khawatir PD bengkak akibat menyapih.

2. Waktu yang lebih fleksibel

Moms bebas menentukan waktu kapan mau memulai proses menyapih bertahap ini. Minimal proses menyapih bertahap ini dilakukan di saat umur si kecil 20 bulan. Namun jika moms mau memulai setelah usia si kecil 2 tahun juga tidak masalah. Moms bisa menyesuaikan waktu memulainya dengan kapan target menyapih ini harus berhasil.

3. Minim drama

Kebayang gak moms melihat si kecil yang uring-uringan jika proses menyapih ini dilakukan secara langsung dan mendadak? Nah dengan proses yang bertahap, si kecil lebih merasa enjoy melewati tahapnya satu per satu. Jika memang si kecil belum siap, tidak masalah mengalah sekali, nanti diulang lagi hingga berhasil. Toh waktunya masih panjang kok. Tidak perlu terburu-buru.

4. Mental moms dan si kecil lebih siap

Jujur tidak hanya si kecil yang akan merindukan momen menyusui. Kita sebagai seorang ibu pasti akan sangat merindukan momen ini. Nah dengan proses bertahap ini, moms bisa mempersiapkan mental sebaik mungkin. Begitu pula dengan si kecil.

5. Mengurangi rasa kehilangan yang tiba-tiba

Momen menyusui adalah momen yang penuh arti dan kenangan. Kedekatan yang tercipta tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata. Benar gak moms? Hal inilah yang biasanya membuat galau seorang ibu ketika harus menyapih si kecil. Nah dengan proses menyapih yang bertahap ini akan mengurangi rasa kehilangan tersebut secara perlahan-lahan. Maka moms dan si kecil tidak akan merasakan kehilangan yang sangat besar. Ibu senang, si kecil juga happy disapih. Hehe.

Yuk download aplikasi Babyo di Android & iOS dan bergabung dengan ribuan Moms lainnya untuk saling berbagi cerita dan mendapatkan rewards! You really don't want to miss out!

193 Zurrahmi ulya

Comments

Related Stories

LATEST POSTS

Manfaat Buah Alpukat untuk Tumbuh Kembang si Kecil

Sudahkah Moms menyajikan buah Alpukat untuk si kecil sebagai makanan pendamping ASI?

Perlengkapan Inti untuk MPASI si Kecil

Supaya tidak melebihi budget, kita bisa mempersiapkan perlengkapan MPASI si kecil yg inti saja

Jumlah Kebutuhan Air Putih untuk si Kecil

Air putih menjadi salah satu hal yang dapat memaksimalkan pertumbuhan & perkembangan tubuh si Kecil

Stop MengASIhi karena Hal Tak Terduga

Menyapih gian ternyata tidak semenakutkan yang pernah saya bayangkan

Makaroni Salmon Carbonara (MPASI 11 M+)

Jaga mood makan anak dengan memberi menu MPASI yang bervariasi yuk Moms.

Bola-Bola Tempe Keju untuk Bekal si Kecil ke Sekolah

Ketika anak sudah makin besar, kita sebagai mamanya harus pandai-pandai membuat menu variatif agar ia tidak bosan.

Jadwal Makan Ketat + Susu Kalori Tinggi untuk Menambah Berat Badan

Susu kalori tinggi umumnya diberikan kepada anak bayi atau balita yang mempunyai berat badan kurang.

Umur Berapa Anak Boleh Minum Susu UHT?

Baiknya anak dibolehkan minum susu UHT saat umur berapa ya? Yuk simak cerita Mom Natalia berikut ini