Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Manfaat Dan Efek Samping Vaksin Influenza

HEALTH TIPS  |  17 Apr '18


Vaksin influenza adalah salah satu jenis vaksin atau imunisasi yang banyak direkomendasikan, di mana vaksin ini bermanfaat untuk memberikan perlindungan untuk tubuh terhadap serangan virus yang bisa menyebabkan flu, lebih-lebih ketika musim pancaroba yang memang sangat rentan akan jenis penyakit yang satu ini. Mungkin terdengar seperti penyakit yang sangat ringan, namun nyatanya flu akan menjadi masalah yang cukup besar bagi sebagian besar orang.

Infeksi influenza sendiri memang bisa memberikan dampak yang sangat berbeda terhadap beberapa orang. Kendati sehat, Anda atau Si Kecil bisa saja terserang flu dan juga menularkan virus ini kepada orang lain. Gejala yang dialami juga bisa ringan maupun berat, bahkan ada juga yang membutuhkan perawatan khusus dari dokter.

Nyatanya, vakin influenza sangatlah penting guna meminimalisir resiko serangan virus yang bisa menyebabkan flu serta proses penularannya. IDAI sendiri sangat merekomendasikan vaksin jenis ini diberikan kepada bayi ketika mereka masih berusia 6 bulan, kecuali bagi anak-anak yang memang memiliki alasan atau kondisi medisnya yang tidak mampu menerima jenis vaksin yang satu ini.

Tipe Vaksin Influenza yang Perlu Anda Ketahui

Sebenarnya ada 2 tipe vaksin influenza ini, diantaranya adalah jenis trivalent dan juga quadrivalent. Untuk vaksin jenis trivalent merupakan vaksin yang memiliki kandungan 2 galur, virus influenza A dan juga satu galur virus influenza B, sedangkan untuk vaksin invluenza jenis quadrivalent adalah vaksin yang memiliki kandungan 2 galur yang meliputi virus influenza A dan juga 2 galur virus influenza B.

Vaksin Influenza Trivalent:

  1. Dosis yang standar trivalent yang memang diproduksi dengan menggunakan sejumlah virus yang ditanamkan pada telur.

  2. Kadar Dosis yang paling tinggi dari jenis vaksin ini memang diperuntukkan bagi mereka yang sudah berusia lanjut.

  3. Vaksin jenis trivalent yang memang terbuat dari kandungan tambahan juga bisa diberikan kepada orang yang sudah berusia di atas 65 tahun.

  4. Dan untuk trivalent kombinasi bebas bisa diberikan kepada mereka yang masih berusia 18 tahun.

Vaksin Influenza Quadrivalent:

  1. Vaksin ini hanya bisa diberikan kepada beberapa kelompok dengan kondisi tertentu saja.

  2. Vaksin ini disuntikkan ke bagian kulit dan bukan ke bagian otot dengan penggunaan jarum yang lebih kecil dari jenis vaksin yang biasanya.

  3. Suntukan vaksin jenis ini juga memiliki kandungan virus yang mana tumbuh di bagian kultur sel, yang memang diperuntukkan untuk anak-anak di atas usia 4 tahun.

Untuk cara kerjanya, vaksin influenza ini memang bekerja dengan cara membangun sejumlah antibodi di dalam tubuh yang mana bertujuan untuk melawan sejumalh virus influenza. Vaksin jenis ini juga membutuhkan waktu sekitar 2 minggu untuk bisa bekerja dan juga menciptakan antibodi yang baik di dalam tubuh.

Badan Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan vaksin influenza untuk:

  • Anak-anak atau bayi yang sudah berusia 6 bulan sampai 5 tahun.
  • Dewasa atau bahkan orang tua yang sudah lanjut usia dengan usia lebih dari 65 tahun.
  • Wanita atau ibu hamil.
  • Orang yang menderita penyakit kronis.
  • Serta para pekerja medis.

Agar penggunaan atau penerimaan jenis vaksin ini bisa memberikan manfaat yang baik, maka Anda dianjurkan untuk merekomendasikan kepada dokter sebelum menerima vaksin ini. Apalagi jika Anda sendiri pernah mengalami yang namanya alergi terhadap obat.

Efek Samping Vaksin Influenza

Penting untuk diketahui, bahwa nyatanya ada beberapa efek samping yang akan dialami jika menerima vaksin influenza. Dan efek samping yang akan dialami seseorang yang menerima jenis vaksin ini diantaranya adalah sebagai berikut:

  • Mengalami rasa sakit, kemerahan dan juga mengalami bengkak di area yang disuntik.
  • Mengalami demam.
  • Mengalami mual.
  • Mengalami sulit bernapas.
  • Kondisi suara menjadi sangat serak.
  • Mengalami pembengkakan di bagian sekitar mata atau bahkan bibir.
  • Mengalami perasaan lelah, pusing dan juga kondisi wajah yang memucat.
  • Kondisi jantung yang berdebar.
  • Adanya perubahan pada perilaku.
  • Pingsan.
  • Hidung yang terus meler.
  • Mengalami sakit di bagian otot.
  • Muntah dan juga mengalami sakit di bagian tenggorokan.

 

Semoga bermanfaat.

By: Babyologist Editor

Yuk download aplikasi Babyo di Android & iOS dan bergabung dengan ribuan Moms lainnya untuk saling berbagi cerita dan mendapatkan rewards! You really don't want to miss out!

790 Babyologist Indonesia

Comments

Related Stories

LATEST POSTS

Kenali Gejala Dan Penanganan Anemia Pada Si Kecil

Apa gejala anemia pada si Kecil? Apa yang harus dilakukan jika si Kecil terkena anemia?

Hal-Hal Sederhana Untuk Mencegah Penyebaran Virus Corona Ala Mom Risny

Yuk simak cara Mom Risny menjaga keluarganya dari virus Corona.

What is Eczema?

What is Eczema?

Perhatikan Hal Berikut untuk Mencegah Virus Corona

Maraknya virus corona banyak membuat orang tua panik. Simak tips berikut agar si Kecil terhindar dari virus ini yuk Moms and Dads!

Penting untuk Diperhatikan Pasca Persalinan

Momen setelah bersalin tentu membahagiakan ya Moms and Dads. Tapi ada hal-hal penting yang perlu diperhatikan loh! Yuk, simak berikut ini.

Tips Mengenakan Masker untuk Si Kecil Demi Mencegah Coronavirus

Mengenakan masker merupakan salah satu cara pencegahan si Kecil tertular virus Corona. Tapi bagaimana jika si Kecil menolak masker?

Mengatasi Sinusitis Pada Balita

Pernah mendengar balita terkena sinusitis? Apa tandanya? Bagaimana cara mengatasinya? Yuk simak berikut ini!

Pengalamanku Alami Wasir Stadium 3 Pasca Melahirkan

Wasir setelah melahirkan? Pasti ga nyaman ya Moms. Yuk simak cerita berikut ini.

Mengenal Kulit Bayi dan Cara Menjaganya

Atopic dermatitis adalah kelainan kulit kronis yang menyerang 15-20% anak-anak serta 3% orang dewasa.

Cara Membuat Mosquito Spray Repellent dengan Variasi Essential Oil

Salah satu fungsi minyak esensial adalah dapat digunakan sebagai anti nyamuk. Bagaimana cara membuatnya?

Apakah Suntik TT Aman? Bagaimana Jika Tidak Suntik TT Sebelum Menikah?

Vaksin TT akan membantu dalam pencegahan tetanus dan sangat diperlukan bagi calon pengantin.

Sindrom Marfan: Kelainan Genetik pada Jaringan Ikat Manusia

Kelainan genetik pada jaringan ikat ini paling umum memengaruhi mata, pembuluh darah, tulang & jantung.

Mengenal Gejala Sindrom Bipolar, Gangguan Kepribadian Ganda Serius

Sindrom bipolar adalah gangguan mental yang ditandai dengan perubahan suasana hati ekstrem dan fluktuasi tinggi.

Mengenal Sindrom Behcet, Kelainan Langka yang Menyerang Pembuluh Darah

Sindrom Behcet merupakan kelainan langka yang menyebabkan pembuluh darah di seluruh tubuh mengalami peradangan.

Sindrom Asherman, Sindrom Langka yang Pengaruhi Menstruasi

Apa itu sindrom asherman yang mempengaruhi menstruasi pada wanita? Yuk kenali lebih dekat sindrom langka ini

Campak Jerman Pada Busui Apakah Berbahaya?

Campak jerman atau yang dikenal dengan campak 3 hari, sebenarnya berbeda dengan campak pada umumnya loh Moms.

Sindrom Klinefelter dan Dampaknya Terhadap Kesuburan Pria

Sindrom Klinefelter adalah kondisi genetik yang cukup umum ditemukan hanya pada pria. Bagimana dampaknya pada kesuburan?

9 Gejala Diabetes Tipe 2 yang Harus Diwaspadai

Mengenali tanda-tanda dan gejala awal dari kondisi kronis ini sangat perlu agar penderita dapat segera dirawat.

Pengertian, Penyebab dan Gejala Penyakit Kista

Benjolan berbentuk kantung yang dapat muncul di mana saja di tubuh ini dapat dialami oleh semua kalangan usia.

Ini 4 Gejala Penyakit Kanker Payudara yang Dapat Langsung Moms Kenali

Kanker payudara adalah sebuah penyakit yang disebabkan oleh ketidaknormalan pertumbuhan sel-sel di payudara.