Categories

Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Manajemen Emosi untuk Ibu Bekerja yang Mempunyai Balita

MY STORY  |  PARENTING  |  12 Oct '18

Kerap kali sepulang kerja inginnya merebahkan badan sejenak di bantal empuk sambil memejamkan mata sebentar sekedar meluruskan punggung dan mengistirahatkan pikiran yang terkuras saat bekerja.

Lalu si Kecil yang baru di charge alias bangun tidur siang, full energy, langsung mengajak main. Atau rebutan minta dimandikan duluan, atau minta rebutan mainan.

Dan lantai lengket bekas nasi keinjak sana sini, baju belum disetrika berantakan habis diangkat dari jemuran, cucian piring kotor, yeah welcome to the house. Rasanya ingin kabur, lalu diam-diam tidur nyenyak dan makan dengan santai. Tak jarang jika terlalu lelah maka jadinya ingin marah-marah sendiri.

Lalu datanglah segudang perasaan bersalah, merasa gagal jadi ibu, menyalahkan diri sendiri mengapa bekerja padahal kalau di rumah (sepertinya) bisa santai gak perlu bangun pagi buta berjibaku dengan kemacetan, belum lagi di kantor pressure menggila.

Salah siapa kerjaa? Begitulah kira-kira komentar beberapa mulut. Oh believe me some woman are even worse jika seharian tinggal dalam rumah. Mari kita tidak membahas why should and why shouldnt woman has to go to work karena ini sifatnya personal jadi tidak usahlah ikut campur dapur orang lain, biarin ngebul sendiri.

Saya yakin sekali Moms yang bekerja, termasuk saya, saat pulang ke rumah ada saatnya kita merasakan emosi yang memuncak, marah, lelah, bahkan capek menghadapi tingkah anak-anak. Kok bisa? Memang tidak cinta sama mereka? Oh, I love them too much. Semua ibu yang normal pastilah menyayangi anaknya.

Jadi, bagaimana mengatur emosi?

Jikalau resign lebih baik, silahkan. Tentu ini harus dengan pertimbangan yang matang dan melihat positif dan negatif dari semua sudut pandang, yang pasti jangan gegabah agar tidak menyesal di kemudian hari.

  • Mandi
    Badan akan lebih segar, bebas debu jalanan, dan bisa memeluk mereka dengan leluasa.

  • Afirmasi Positif
    Pejamkan mata, pikirkan hal yang membuat bahagia. Tarik napas panjang dari hidung dan keluarkan perlahan lewat mulut, ulangi beberapa kali sampai perasaan menjadi lebih baik. Dan yakinlah perasaan ini hanya sementara, karena nanti semua akan baik baik saja.

  • Berbagi Tugas dengan Suami
    Jika dirasa tidak bisa dihandle sendiri saat itu, minta tolong suami untuk memegang anak-anak sementara kita mandi dan ganti baju atau ketika kita sedang mengerjakan sesuatu yang tidak bisa ditinggalkan.

  • Jangan Luapkan Kekesalan pada Anak
    Dont let them think "Mama marah karena aku". Pergi menjauh jika sudah dirasa akan meledak kemarahannya, saya biasa kunci diri di kamar mandi, terus meluapkan kekesalan dengan menangis atau nyuci atau kegiatan lain yang bisa menyalurkan energi negatif.

  • Me Time
    Sesekali senangkanlah diri sendiri, diskusi dengan suami bahwa Moms perlu waktu hanya untuk sekedar bersenang-senang sendiri tanpa anak-anak.

  • Datang ke Psikolog
    Jika dirasa sudah sangat mengganggu dan tidak bisa ditangani sendiri. You better ask for help. Karena jika dibiarkan berlarut larut, emosi yang tak tertangani dengan baik akan menjadi boomerang bagi diri sendiri.

  • Mendekatkan diri pada Tuhan
    Percaya pada kekuatan doa, bahwa Dialah Yang Maha Segalanya. Permasalahan yang kita hadapi tidak lebih besar dari sang pencipta.

Perlu diingat Moms, menjadi ibu adalah pembelajaran yang tidak akan pernah berhenti dan tidak ada sekolahnya.

Semoga bermanfaat.

By: Wahyu Prasetiawati

617 Wahyu Prasetiawati

Comments

Related Stories

LATEST POSTS

Puasa HP & TV untuk Mengurangi Kecanduan

Apakah si Kecil memiliki kecanduan terhadap gadget atau TV? Mungkin Moms bisa terapkan puasa gadget/TV.

Membiasakan Anak Makan di Kursi Makannya, Mengapa Tidak?

Moms, sangat penting untuk mengajari anak bahwa saat makan harus duduk, bukan sambil digendong atau berlarian.

Si Kecil Selalu Menempel dengan Mamanya, Bagaimana Perkembangan Sosialnya?

Pada usia berapa sebenarnya Moms sudah bisa mulai memantau perkembangan sosial si Kecil?

Menjadi Orang Tua Anti Panik saat Anak Sakit

Memang tergolong wajar jika orang tua panik saat anaknya sakit, namun respon panik ternyata bisa membahayakan!

Mengenal Karakter si Otak Kanan

Apakah anak yang tidak tenang termasuk anak yang bermasalah? Simak dulu sharing berikut Moms

Menangani si Kecil yang Suka Memukul

Apakah si Kecil sering memukul orang sekitarnya? Moms dapat mencoba cara berikut untuk mengatasinya.

Kapan Life Skills Perlu Diajarkan ke Anak?

Mengajarkan anak beragam life skills akan membantunya untuk menjadi mandiri di kemudian hari.

Si Kecil Tantrum di Mobil, Harus Bagaimana?

Tantrum anak bisa terjadi di mana saja, bahkan di dalam mobil ketika sedang bepergian.

Apakah Lingkungan Mempengaruhi Perilaku si Kecil?

Pergaulan si Kecil harus banget kita pantau lho Moms, bagaimana caranya?

Mitos Seputar Bayi Jatuh

Bayi yang jatuh sekali, akan jatuh lagi sampai sebanyak tujuh kali. Benarkah demikian?

Tips Membangun Komunikasi yang Baik pada Anak

Mom Devina membagikan beberpa tips membangun komunikasi yang baik pada anak. Yuk simak tipsnya Moms!

Membesarkan Anak Multilingual

Mom Sephyani membagikan cara untuk mengenalkan dua bahasa kepada anak. Yuk ikuti tipsnya Moms!

Bagaimana Cara Mengajarkan Suka Berbagi Kepada Anak?

Anak-anak identik dengan berebut sesuatu. Bagaimana kita menanamkan rasa mudah untuk berbagi?

Kapan Harus Berkata Jangan pada Anak?

Moms, sebenarnya bolehkah berkata jangan pada anak? Yuk simak cara Mom Wahyu dalam mendidik anaknya.

Pelit terhadap Anak, Wajar atau Lebay?

Apakah baik jika kita selalu membolehkan anak untuk membeli barang apa pun yang dia sukai setiap kali pergi ke mal?

Bagaimana Membuat Bayi Cepat Terlelap?

Apakah si Kecil susah sekali dibuat terlelap? Coba ikuti tips dari Mom Vivian berikut ini agar bayi bisa tidur nyenyak.

Saying NO to children?

Moms, benarkah orang tua tidak diperbolehkan menggunakan kata “JANGAN” atau “NO” kepada si Kecil?

Haruskah si Kecil Dipaksa Meminta Maaf?

Mengajari anak untuk meminta maaf harus dimulai di rumah dan di teladani oleh orang tua. Yuk, simak pengalaman Mom Sarah berikut ini.

Anak Suka Memegang Alat Kelaminnya Sendiri?

Pendidikan seks untuk si Kecil penting untuk dimulai sejak usia dini, Moms. Apalagi jika ia mulai gemar memegang alat vitalnya.

Cara Mengatasi Anak Yang Tantrum

Si Kecil sering mengalami tantrum dan tak jarang membuat Moms kewalahan. Tips dari Mom Ade ini bisa membantu mengatasinya.