Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Makanan yang Perlu Dihindari oleh Bayi

FEEDING  |  29 Nov '17


Ada bahan makanan yang dianjurkan untuk diberikan pada bayi, ada pula bahan makanan yang sebaiknya dihindari untuk diberikan pada bayi. Makanan-makanan yang perlu dihindari antara lain:

  • Makanan yang berlemak
    Makanan jenis ini akan sulit dicerna di dalam tubuh bayi karena enzim lipase - enzim yang mencerna lemak - dalam usus bayi masih terbatas. Akibatnya, bayi dapat mengalami diare atau kembung.
  • Telur mentah atau setengah matang
    Bayi yang diberi telur yang tidak matang beresiko mengalami keracunan akibat adanya bakteri Salmonella. Selain itu, telur mentah mengandung antitripsin, sehingga protein telur tidak dapat dicerna di dalam usus.
  • Madu
    Bayi yang sensitif atau belum sempurna sistem kekebalan tubuhnya dapat mengalami diare, kembung atau kolik setelah diberi minum madu, apalagi jenis madu asli atau belum dimurnikan. Namun alasan utama mengapa madu tidak boleh diberikan pada bayi di bawah usia 12 bulan adalah karena cairan manis ini mengandung bakteri Clostridium botunilum. Keracunan akibat bakteri ini dapat berakibat fatal.
  • Kacang utuh
    Kacang, khususnya kacang tanah, dan produk olahannya dapat diberikan pada bayi sejak usia 6 bulan jika dia tidak memiliki riwayat alergi di dalam keluarganya. Namun ingatlah untuk tidak memberi kacang-kacangan atau biji-bijian dalam keadaan utuh pada anak di bawah usia 5 tahun karena ada resikp tersedak.
  • Garam dan produk yang mengandung garam (kaldu, blok, penyedap rasa atau kecap asin)
    Garam atau garam dapur mengandung sodium atau natrium. Namun, pemberian garam pada makanan bayi dapat memaksa ginjal bayi yang belum berkembang dan berfungsi sempurna untuk bekerja keras. Kebutuhan sodium bayi dapat dipenuhi dari makanan yang dikonsumsinya. Perlu diingat, garam juga terkandung di dalam beberapa produk makanan tertentu seperti keju dan mentega, sehingga pemakaiannya sebaiknya dibatasi.
  • Gula dan pemanis buatan
    Gula yang dimaksud disini adalah gula olahan, seperti gula pasir, gula merah dan sirup. Selain dapat memengaruhi proses pengenalan bayi terhadap makanan baru, gula juga beresiko menimbulkan kerusakan pada gigi bayi. Terlalu banyak konsumsi gula atau makanan yang manis-manis akan menyebabkan hilangnya nafsu untuk makan makanan yang lebih bergizi. Sementara penggunaan pemanis buatan tentu akan berdampak tidak baik bagi kesehatan ginjal bayi.
  • Makanan yang mengandung nitrat
    Nitrat adalah senyawa alami dalam tumbuhan, khususnya sayuran. Nitrat akan dikonversi dalam 1-2 hari menjadi nitrit yang dapat bereaksi dengan hemoglobin untuk membentuk methemoglobin yang tidak bisa mengikat oksigen. Untuk itu, sayuran seperti wortel, bit, bayam dan sawi hijau, tidak boleh diberikan pada bayi di bawah usia 6 bulan. Jika ingin diberikan pada bayi di atas usia 6 bulan, pilih yang kondisinya sesegar mungkin. Selain dalam sayuran, nitrit juga ada pada produk olahan daging seperti sosis dan kornet. Jadi hindari juga pemberian jenis produk ini pada bayi.
  • Makanan yang mengandung gluten
    Gluten adalah protein yang terdapat di dalam gandum, rye, barley dan oat/havermut, termasuk produk olahannya seperti roti, kue, biskuit, dan aneka pasta. Gluten tidak dianjurkan untuk diberikan pada bayi di bawah usia 6 bulan, atau bayi yang tidak mampu mencerna gluten (intoleransi gluten). Kondisi dengan gejala berupa kembung, mual dan diare ini akan hilang dengan sendirinya seiring bertambahnya usia bayi.
  • Susu sapi (whole milk, susu segar)
    Tidak boleh diberikan kepada bayi di bawah usia 12 bulan sebagai minuman, karena kandungan zat besi rendah, tinggi kadar Natrium, Kalium dan Chlor sehingga dapat membebani ginjal bayi. Selain itu, susu sapi juga mengandung protein yang dapat menimbulkan alergi pada sebagian bayi yaitu beta lakto globulin. Gejala alerginya dapat berupa diare, muntah, eksim atau ruam kulit.
  • Produk olahan susu sapi yang tidak dipasteurisasi
    Beberapa jenis keju yang diolah dari susu yang tidak dipasteurisasi misalnya keju Brie, keju Camembert dan keju biru, sebaiknya tidak diberikan pada bayi di bawah usia 12 bulan. Tidak dilakukannya pasteurisasi beresiko menyebabkan keracunan atau foodborne diseases.

By: Valent Cindy 

Yuk download aplikasi Babyo di Android & iOS dan bergabung dengan ribuan Moms lainnya untuk saling berbagi cerita dan mendapatkan rewards! You really don't want to miss out!

1125 Valent Cindy

Comments

Related Stories

LATEST POSTS

Perbedaan Susu Sapi, Susu Soya, dan Formula Soya

Apa bedanya susu sapi, susu soya dan formula soya? Yuk simak berikut ini.

Kastengel Keju Wajan

Siapa yang suka kastengel? Coba resep anti gagal berikut ini yuk!

Traditional Weaning vs Baby Led Weaning (BLW)

Memasuki tahap MPASI, apakah Moms bingung menentukan metode traditional weaning atau baby-led weaning? Simak berikut ini yuk!

Camilan Keluarga : Cireng isi Keju

Ketika #dirumahaja, bawaanya jadi pengen ngemil mulu ga sih Moms? Bikin sendiri yuk cireng isi keju. Ini resepnya.

Tips Mengatasi Kolik pada si Kecil

Kolik adalah kondisi yang terjadi pada bayi sehat yang menangis tiada henti selama lebih dari 3 jam sehari.

Yuk! Cegah si Kecil Sakit Mulai dari Peralatan Makannya

Masuk diusia Zayn yg ke 1 tahun, pertama kali nya aku coba memberikan dia Sufor.

Nasi Goreng Salmon ala MamaUna

Dikarenakan BabyU sudah genap setahun, MamaUna mau coba kasih makanan masakan rumah, biar papa nya juga kebagian 🤪 hehehe. Nasi Goreng jadi sa [...]

4 Komposisi Penting ASI Booster untuk Keberhasilan ASI Eksklusif

Ternyata, peran ASI Booster sebagai penunjang keberhASIlan ASI eksklusif sangatlah penting.

Akhirnya Ku Menemukan Jodoh Botolku

Mencari botol susu yang cocok untuk si Kecil itu ternyata seperti memilih jodoh! Yuk simak berikut ini.

Creamy Cheesy Chicken Liver, MPASI yang Kaya akan Zat Besi

Hati ayam merupakan salah satu sumber zat besi yang baik bagi bayi.

Tips Menjaga Kadar Vitamin dalam ASI

Saat ASI sudah dipompa, ASI dapat segera didinginkan dalam waktu kurang dari 1 jam.

10 Finger Foods Kesukaan Si Kecil

Finger foods atau camilan yang dapat dimakan sendiri oleh si Kecil dapat mengurangi rasa laparnya di antara jam makan

Tips Memberikan Snack Sehat untuk Gigi pada Si Kecil

Berikut tips memberikan snack sehat untuk camilan si Kecil. Yuk simak Moms

Resep MPASI Beef Rolade

Menu favorit Kenneth, baru pertama kali coba dan berhasil! Ini anti gagal loh Moms. Selamat mencoba.

Onion Rings Bisa Jadi Snack untuk si Kecil

Onion rings mudah dibuat dan juga bisa dipakai untuk jadi cemilan si Kecil disaat senggang loh Moms!

Oats, Menu Andalan si Kecil

Jangan lupa variasikan menu makanan si Kecil agar tidak bosan dan tetap nafsu makan ya Moms! Simak resep berikut.

Resep Tahu Daging Cincang

Apakah si Kecil sudah berusia 20 bulan? Yuk, variasikan menu MPASI dengan coba resep tahu daging cincang ala mom Arlina.

Ikan Tuna Orak Arik Telur

Menu ini bukan hanya menjadi andalan si kecil loh Moms tapi semua anggota keluarga juga suka. Mari dicoba resepnya.

Menu MPASI: Chicken Rice Singapore

Apakah Moms sedang mencoba untuk menaikkan berat badan si Kecil? Resep chicken rice singapore ini cocok loh!

Nasi Brokoli Udang

Apakah Moms sedang mencari resep yang bergizi namun mudah dibuat? Cocok untuk si Kecil yang menyukai menu seafood.