Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Makanan untuk Membantu Penyerapan Zat Besi, Apa Saja?

MY STORY  |  11 Nov '22


Seorang ibu hamil dianjurkan untuk mengonsumsi 90 Tablet Tambah Darah (TTD) saat hamil agar tidak terkena anemia. Sebab, kebutuhan zat besi selama hamil meningkat agar kesehatan sang Ibu dan pertumbuhan janin baik.

Perlu Moms tahu, asupan zat besi untuk ibu hamil yang direkomendasikan adalah 27 gram, jauh di atas orang dewasa yang hanya 7 hingga 18 milligram per hari.

Nah, biar konsumsi suplemen semakin efektif, yuk, imbangi dengan makan makanan yang membantu penyerapan zat besi!

Bahan makanan yang membantu penyerapan zat besi

Makanan yang kaya vitamin C

Vitamin C sudah terbukti meningkatkan penyerapan zat besi dalam tubuh. Jenis vitamin ini membantu mengikat zat besi non-heme (tidak mengandung Hemoglobin) dan menyimpannya ke dalam bentuk lain yang memudahkan tubuh menyerapnya. Berikut ini daftar makanan yang tinggi vitamin C:

·         Sayuran berdaun hijau tua

·         Paprika

·         Melon

·         Stroberi

·         Jeruk

·         Jambu biji

Makanan yang kaya beta karoten dan vitamin A

Jenis makanan selanjutnya yang dapat membantu efektivitas penyerapan zat besi adalah makanan mengandung beta karoten dan vitamin A. Fungsi vitamin A terkait penyerapan zat besi adalah membantu melepaskan zat besi yang disimpan tubuh. Karena itulah, vitamin A ini penting supaya Moms tidak terkena anemia defisiensi besi.

Sumber makanan nabati mengandung vitamin A:

·         Wortel

·         Paprika merah

·         Jeruk

·         Aprikot

·         Persik

·         Labu

·         Bayam

·         Ubi jalar

·         Kangkung

Sumber makanan hewani mengandung vitamin A:

·         Kuning telur

·         Hati sapi

·         Hati ayam

·         Minyak ikan

·         Susu

·         Keju

Jika Moms adalah seorang vegetarian (tidak makan daging dan ikan), sertakan banyak menu makanan nabati kaya zat besi ke dalam makanan Moms sehari-hari.

Daging, ikan, dan unggas

Ketiga sumber bahan makanan hewani ini menyediakan zat besi heme yang dapat diserap dengan baik sekaligus dapat merangsang penyerapan zat besi non-heme. Jenis makanan yang dapat menggabungkan zat besi heme dan non-heme termasuk dalam makanan yang efektif meningkatkan penyerapan zat besi secara keseluruhan.

Daging merah tanpa lemak adalah sumber terbaik zat besi heme yang mudah diserap. Jadwalkan Moms untuk mengonsumsi daging merah tanpa lemak beberapa kali per minggu untuk membantu menanggulangi anemia defisiensi besi selama kehamilan. Makan beragam jenis ayam dan ikan juga baik untuk memenuhi kebutuhan zat besi heme.

Setelah mengenal sumber makanan apa saja yang membantu penyerapan zat besi, Moms juga perlu menghindari konsumsi makanan yang dapat menghambat penyerapan zat besi.

Jenis makanan berikut ini jangan dikonsumsi terlalu banyak agar tidak menghambat penyerapan zat besi:

Makanan yang mengandung phytate

Fitat (phytate), atau asam fitat, jika dikonsumsi dalam jumlah kecil dapat secara signifikan mengurangi penyerapan zat besi. Meski begitu, efek negatifnya dapat dilawan dengan mengonsumsi makanan yang meningkatkan penyerapan zat besi non-heme.

Berikut ini makanan yang mengandung asam fitat:

·         Biji-bijian

·         Kacang-kacangan

·         Polong-polongan

·         Kedelai

·         Sereal

Makanan yang mengandung kalsium tinggi

Meski kalsium penting untuk kesehatan tulang, mengonsumsi terlalu banyak makanan yang mengandung kalsium membuat penyerapan zat besi heme dan non-heme terhambat. Supaya penyerapan zat besi maksimal, jangan makan makanan kaya kalsium bersamaan dengan makanan yang mengandung zat besi. Juga, jangan mengonsumsi suplemen zat besi dan suplemen kalsium dalam waktu berdekatan.

Makanan yang mengandung polifenol

Polifenol terbukti dapat menghambat penyerapan zat besi non-heme. Supaya efek negatif polifenol terhadap penyerapan zat besi dapat diminimalkan, berikan jeda waktu antara makanan kaya zat besi dan makanan mengandung polifenol.

Berikut ini beberapa jenis makanan tinggi polifenol:

·         Sereal

·         Kacang-kacangan

·         Buah beri

·         Apel

·         Coklat hitam

·         Kunyit

·         Minyak zaitun

·         Rempah-rempah

·         Teh

·         Kopi

·         Anggur merah

Gimana, semua makanan di daftar ini favorit Moms, kan? Hehe...

Yuk, mulai sekarang, selalu jaga nutrisi tubuh agar sehat selalu!

Referensi: Healthline, Hello Sehat, Kemkes, Kompas

Yuk download aplikasi Babyo di Android & iOS dan bergabung dengan ribuan Moms lainnya untuk saling berbagi cerita dan mendapatkan rewards! You really don't want to miss out!

1873 Babyologist Indonesia

Comments

LATEST POSTS

Dampak Perselingkuhan Terhadap Kondisi Emosional Anak

Tak hanya berdampak negatif pada pasangan, hadirnya orang ketiga dalam sebuah pernikahan juga sangat mempengaruhi kondisi emosional anak.

Ngerasa PakSu Kurang Turut Andil dalam Mengasuh si Kecil? Ternyata Ini Sebabnya

Pernah ngerasa begini, gak, Moms? Apakah karena PakSu bekerja jadi secapek itu sampai nggak mau ngurus anak?

Pentingnya Dukungan Kerabat Terdekat untuk Moms yang Keguguran

Keguguran saat bayi masih dalam kandungan atau selama proses persalinan dapat membuat orang tua, terutama Ibu, merasa amat sangat kesepian. [...]

10 Hal Yang Bisa Dilakukan Keluarga untuk Dukung Postpartum Moms

Sebagai keluarga, Anda dapat mendukung secara emosional seorang Ibu melalui hal-hal berikut:

5 Mainan Penghilang Stres Bantu Si Kecil Kendalikan Emosi

Sama seperti orang dewasa, anak-anak dapat dibimbing untuk menemukan cara mengelola stres dengan sehat. Salah satunya, dengan menyalurkan energi [...]

Si Kecil Alami Pubertas Dini, Berbahayakah?

Pubertas dini ataupun terlambat merupakan hal yang tidak perlu membuat Moms panik atau khawatir. Tak semua perubahan tubuh yang terjadi lebih [...]

Tips Memilih Hotel untuk Anak

Satu hal yang perlu diperhatikan saat merancang Staycation adalah memilih hotel yang tepat. Hotel tersebut harus dapat mengakomodasi kebutuhan [...]

Daftar Baby Carrier Terbaik untuk Temani JJS Akhir Tahun

Baby carrier apa yang bagus? Yuk, kita simak beberapa rekomendasi Minbyo berikut ini!

Tips Staycation Bersama Toddler

Supaya liburan bersama toddler semakin nyaman saat staycation, yuk, simak beberapa tips berikut!

Selamat Hari Ibu 2022, Babyo Moms!

Sebagai seorang Ibu, tentunya Moms juga ingin tahu asal muasal mengapa ada Hari Ibu, siapa pemrakarsanya di Indonesia, dan lain sebagainya. Yuk, [...]

Tips Agar Si Kecil Tidak Mabuk Perjalanan

Mabuk perjalanan adalah salah satu jenis motion sickness. Kondisi ini terjadi karena otak menerima informasi yang bertentangan dari telinga [...]

Babyo Awards 2022 Hadir Lagi, Siapa Saja Nominee-nya?

Tentang Babyo Awards 2022 Babyologist kembali mempersembahkan Babyo Awards 2022, sebuah ajang apresiasi kepada Moms yang selalu berkenan [...]

Daftar Diaper Bag untuk Travelling yang Praktis dan Stylish Buat Moms

Yuk, simak daftar rekomendasi diaper bag yang bagus dari Babyologist berikut ini. Siapa tahu bisa jadi inspirasi barang yang hendak Moms check [...]

Akhir Tahun di Rumah Aja? Agendakan Nonton Bareng Film Anak Berikut!

Moms tetap harus pintar-pintar memilah milih judul film yang cocok dengan usia si Kecil. Jangan sampai film yang Moms pilih terlalu rumit untuk [...]

Daftar Film Drakor Buat Tontonan Akhir Tahun Moms

Bingung memilih mau nonton Drakor yang mana dulu? Cek rekomendasi Minbyo di bawah ini!

10 Tips Memertahankan Kedamaian dan Keharmonisan Keluarga

Kedamaian dan keharmonisan merupakan dua nilai yang membuat ikatan keluarga kuat dan ideal. Karena dengan begitu, kesejahteraan anggota keluarga [...]

5 Tips Agar Anak Tidak Kecanduan Media

Supaya si Kecil tidak kecanduan media karena kemudahan aksesnya melalui gadget, terapkan beberapa tips berikut Moms!

Tips Liburan Anti Ngambek A La Minbyo Babyologist

Sebelum masuk ke Tips Liburan Anti Ngambek Ala Babyo, Moms perlu tahu nihm sebenarnya, apa sih yang bikin si Kecil rewel saat liburan?

Siapkan si Kecil Hadapi Tantangan di Masa Kini

Bagaimana tips supaya si Kecil bisa mandiri dalam mengatasi tantangan dan masalah di masa kini?

Si Kecil Sering Begadang, Wajarkah?

Apa dampak si Kecil yang begadang untuk tumbuh kembangnya?